Pages

Kamis, Januari 01, 2026

Pertamina (Persero), Sekilas Profil Bisnis


JAKARTA INDONESIA (Media Bisnis Nasional.com) -
 Pertamina senantiasa memegang teguh komitmen untuk menyediakan energi dan mengembangkan energi baru dan terbarukan dalam rangka mendukung terciptanya kemandirian energi nasional.


Memegang amanah sebagai holding company di sektor energi sejak ditetapkan oleh Kementerian BUMN Republik Indonesia pada tanggal 12 Juni 2020, Pertamina kini memiliki peran sangat strategis yang membawahi enam Subholding yang bergerak di bidang energi (jenis kegiatan usaha), yaitu Upstream Subholding yang secara operasional dijalankan oleh PT Pertamina Hulu Energi, Gas Subholding yang dijalankan oleh PT Pertamina Gas Negara, Refinery & Petrochemical Subholding yang dijalankan oleh PT Kilang Pertamina Internasional, Power & NRE Subholding yang dijalankan oleh PT Pertamina Power Indonesia, Commercial & Trading Subholding yang dijalankan oleh PT Pertamina Patra Niaga, serta Subholding Integrated Marine Logistics yang dijalankan oleh PT Pertamina International Shipping.

 

Peran penting yang diemban oleh Pertamina ini sekaligus menandai tonggak sejarah baru dalam perjalanan bisnis perusahaan setelah kontribusi nyata yang diberikan oleh Pertamina selama lebih dari enam dekade menyediakan energi yang telah menggerakkan sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia dan berbagai wilayah di luar negeri.

 

Kemampuan Pertamina yang mumpuni ini dibangun di atas fondasi yang solid dan sejarah panjang perusahaan dalam mengawal terwujudnya kemandirian energi nasional. Sejarah mencatat bahwa eksistensi Pertamina dibangun sejak sekitar tahun 1950-an, ketika Pemerintah Republik Indonesia menunjuk Angkatan Darat yang kemudian mendirikan PT Eksploitasi Tambang Minyak Sumatera Utara untuk mengelola lading minyak di wilayah Sumatera. Kemudian perusahaan tersebut berubah nama menjadi PT Perusahaan Minyak Nasional, disingkat PERMINA, pada tanggal 10 Desember 1957 yang hingga kini diperingati sebagai hari lahirnya Pertamina.

 

Pada tahun 1960, PT Permina berubah status menjadi Perusahaan Negara (PN) Permina. Kemudian, PN Permina bergabung dengan PN Pertamin menjadi PN Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina) pada 20 Agustus 1968.

 

Selanjutnya, peran Pertamina semakin strategis setelah Pemerintah melalui UU No.8 tahun 1971 menunjuk perusahaan untuk menghasilkan dan mengolah migas dari lading ladang minyak serta menyediakan kebutuhan bahan bakar dan gas di Indonesia. Kemudian melalui UU No.22 tahun 2001, pemerintah mengubah kedudukan Pertamina sehingga penyelenggaraan Public Service Obligation (PSO) dilakukan melalui kegiatan usaha.

 

Berdasarkan PP No.31 Tahun 2003 tanggal 18 Juni 2003, Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara berubah nama menjadi PT Pertamina (Persero) yang melakukan kegiatan usaha migas pada Sektor Hulu hingga Sektor Hilir. PT Pertamina (Persero) didirikan pada tanggal 17 September 2003 berdasarkan Akta Notaris No.20 Tahun 2003. Pada tanggal 10 Desember 2005, Pertamina mengubah lambang kuda laut menjadi anak panah dengan warna dasar hijau, biru, dan merah yang merefleksikan unsur dinamis dan kepedulian lingkungan.

 

Lalu pada tanggal 20 Juli 2006, PT Pertamina (Persero) melakukan transformasi fundamental dan usaha perusahaan dengan mengubah visi perusahaan, yaitu “menjadi perusahaan minyak nasional kelas dunia“.  


Selanjutnya pada tanggal 10 Desember 2007, Pertamina melalui anak usaha PT Pertamina International EP mencatat momentum penting melalui aksi akuisisi terhadap perusahaan migas Prancis, Maurel et Prom (M&P), dengan kepemilikan saham sebesar 72,65% saham.

 

Kemudian tahun 2011, Pertamina menyempurnakan visinya, yaitu “menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia“. Melalui RUPSLB tanggal 19 Juli 2012, Pertamina menambah modal ditempatkan/disetor serta memperluas kegiatan usaha Perusahaan.

 

Pada 14 Desember 2015, Menteri BUMN selaku RUPS menyetujui perubahan Anggaran Dasar Pertamina dalam hal optimalisasi pemanfaatan sumber daya, peningkatan modal ditempatkan dan diambil bagian oleh negara serta perbuatan-perbuatan Direksi yang memerlukan persetujuan tertulis Dewan Komisaris. Perubahan ini telah dinyatakan pada Akta No.10 tanggal 11 Januari 2016, Notaris Lenny Janis Ishak, SH.

 

Pada tahun 2017, Pertamina semakin dekat pada terwujudnya visi menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia setelah berhasil menuntaskan akuisisi saham perusahaan migas Prancis, Maurel et Prom (M&P). Maka dengan keberhasilan tersebut, terhitung mulai 1 Februari 2017 melalui anak usaha PT Pertamina International EP, Pertamina menjadi pemegang saham mayoritas M&P dengan 72,65% saham. Melalui kepemilikan saham mayoritas di M&P, Pertamina memiliki akses operasi di 12 negara yang tersebar di 4 benua. Pada masa mendatang, Pertamina menargetkan produksi 650 ribu BOEPD (Barrels of Oil Equivalents Per Day) di 2025 dari operasi internasional, sebagai bagian dari target produksi Pertamina 1,9 juta BOEPD di 2025, dalam upaya nyata menuju ketahanan dan kemandirian energi Indonesia.

 

Bahkan setelah evolusi bisnis yang dialami selama enam dekade itu, Pertamina berkomitmen untuk tetap menggaungkan semangat transformasi yang berkelanjutan guna menyempurnakan langkahnya menjadi perusahaan energi berkelas dunia yang didukung oleh organisasi yang semakin lincah, agresif, mudah beradaptasi dan fokus untuk pengembangan bisnis yang lebih luas. .

 

Dengan struktur perusahaan yang baru, Pertamina diharapkan akan mampu menghadapi dinamika bisnis di tahun-tahun mendatang dan menumbuhkan optimisme untuk selalu menciptakan peluang pertumbuhan baru yang menjanjikan melalui investasi dan optimalisasi bisnis sehingga Pertamina dapat terus tumbuh sesuai dengan harapan pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan lainnya.


Address: Graha Pertamina, Jl. Medan Merdeka Timur No.11-13, Jakarta 10110 Indonesia

Email: infopublik@pertamina.com



(Redaksi MBN.Com/*** Website Pertamina ).


Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Laksanakan last call ship 2025 dan first call ship 2026

 



TANJUNG PRIOK (Media Bisnis Nasional.com) - Pelindo Regional 2 Tanjung Priok yang fokus melayani jasa ke pelabuhanan mengakhiri tahun 2025 dan mengawali tahun 2026 dengan berbagai kegiatan salah satunya adalah dengan melaksanakan last call ship 2025 dan first call ship 2026 serta pembagian snack box kepada para sopir di Pelabuhan yang tetap melakukan kegiatan menjelang pergantian tahun.


Hal ini merupakan apresiasi dari regional 2 Tanjung Priok terhadap customernya. ceremony kapal yang keluar terakhir di tahun 2025 dari Pelabuhan Tanjung Priok dan yang masuk pertama di tahun 2026 di Pelabuhan Tanjung Priok dilakukan di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok dengan mengundang para nahkoda kapal last call (Tanto Salam) dan kapal first call (Tanto Saudara) untuk menerima apresiasi dan cinderamata.


Hadir pada acara tersebut, Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Priok, Heru Susanto. Plh Executive Director Regional 2, Budi Prasetyo beserta jajaran dan Executive General Manager Regional 2 Tanjung Priok Yandri TriSaputra beserta jajaran.


Sepanjang tahun 2025, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok mencatatkan kinerja Arus kapal dan Barang yang Tetap Terjaga di tengah berbagai tantangan, termasuk dinamika arus logistik dan kondisi lingkungan pelabuhan.


Berdasarkan data konsolidasi yang tercatat periode Januari 2025 hingga 30 Desember 2025 :


Arus kapal yang dilayani mencapai 14.163 call, Total Gross Tonnage (GT) kapal yang dilayani mencapai 149,95 juta GT. relatif stabil dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.


Dari sisi arus barang dan penumpang kapal, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok mencatatkan : Arus petikemas sebesar 8,30 juta TEUs, menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan tahun 2024.


Arus petikemas dalam satuan box mencapai 5,69 juta box.


Arus non-petikemas tercatat sebesar 21,51 juta ton, mengalami peningkatan signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Untuk arus kendaraan (unit) mencapai 860 ribu unit, tetap terjaga sejalan dengan kebutuhan distribusi nasional. Dan untuk arus penumpang 492.826 orang


Capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya penguatan operasional, antara lain optimalisasi pengelolaan arus kapal dan barang, peningkatan keandalan fasilitas pelabuhan dan terminal penumpang, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan guna menjaga kelancaran dan keselamatan operasional.


Di sela acara last call 2025 dan first call 2026 dan pembagian snack kepada para sopir Trailer Pelabuhan. Executive General Manger Pelindo Regional 2 Tanjung Priok ,Yandri TriSaputra mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama seluruh pengguna jasa dan masyarakat sepanjang tahun 2025 dan berharap pencapaian target dan sinergi seluruh pemangku kepentingan di Pelabuhan tetap terjaga di tahun 2026.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2 Tanjung Priok).