JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) - Belum lama ini, segenap jajaran manajemen PT BKI Persero menguapkan terima kasih kepada Bapak Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi Indonesia, atas video ucapan dan dukungan luar biasa dalam perayaan HUT ke-62 BKI.
Pages
Jumat, Juli 24, 2026
Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi Indonesia atau CEO PT Danantara Indonesia, Apresiasi Hari Jadi BKI yang ke - 62 Tahun
Kamis, Juli 23, 2026
Muhammad Masyhud (Dirjen HUBLA) dan Achmad Muchtasyar (Dirut) PELINDO SIAPKAN IMPLEMENTASI E-PILOTAGE Pada PERAIRAN WAJIB PANDU
INDONESIA (Mediabisnisasional.com) – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menandatangani Kesepahaman Bersama tentang Persiapan Implementasi Pemanduan Elektronik (E-Pilotage) dan/atau Pemanduan Jarak Jauh (Remote Pilotage) pada Perairan Wajib Pandu yang dilakukan pelayanan pemanduan dan penundaan kapal berdasarkan pelimpahan di lingkungan PT Pelindo (Persero), di Jakarta, Kamis (23/7).
Kerja sama ini menjadi langkah awal modernisasi layanan pemanduan kapal
nasional sekaligus upaya memitigasi risiko kelelahan petugas pandu di perairan
dengan jarak dan waktu tempuh yang panjang.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengatakan
pemanduan kapal merupakan layanan kunci untuk menjamin keselamatan dan
kelancaran lalu lintas kapal di perairan wajib pandu.
Selama ini, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 57 Tahun
2015 tentang Pemanduan dan Penundaan Kapal, pemanduan wajib dilaksanakan secara
fisik oleh petugas pandu di atas kapal.
"Pada sejumlah perairan wajib pandu dengan karakteristik jarak
tempuh yang panjang dan waktu pemanduan yang lama, pelaksanaan pemanduan secara
fisik (on board) semata dapat menimbulkan risiko kelelahan bagi personel pandu,
yang pada gilirannya berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran itu
sendiri," ujar Masyhud dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, Kementerian Perhubungan telah membuka ruang
penyelenggaraan pemanduan secara elektronik melalui PM Nomor 4 Tahun 2023
tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi-Pelayaran dan Pelayanan Tata Kelola Lalu
Lintas Kapal di Perairan. Skema hybrid yang mengombinasikan pemanduan fisik dan
non-fisik juga dimungkinkan, sepanjang telah melalui kajian dan prosedur yang
ditetapkan.
"Kesepahaman Bersama yang kita tandatangani hari ini bukan sekadar
dokumen administratif, melainkan wujud nyata komitmen bersama untuk memperkuat
keselamatan pelayaran, meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pemanduan,
sekaligus mendorong transformasi digital di sektor kepelabuhanan nasional,"
ungkap Masyhud.
Empat Lokasi Uji Coba
Melalui Kesepahaman Bersama ini, Ditjen Perhubungan Laut dan Pelindo
akan berkolaborasi dalam empat ruang
lingkup utama, yakni pelaksanaan kajian risiko dan kajian pendukung lainnya,
evaluasi kesiapan infrastruktur dan teknologi beserta pelaksanaan uji coba
(pilot project), penyusunan kerangka regulasi dan usulan pedoman
penyelenggaraan e-pilotage, serta penyusunan modul pelatihan dan sertifikasi
sumber daya manusia pemanduan kapal.
Sebagai tahap awal, uji coba akan dilaksanakan di empat lokasi
prioritas, yakni Tanjung Perak, Banjarmasin, Belawan, dan Samarinda, dengan
kemungkinan perluasan ke perairan wajib pandu lainnya sesuai hasil evaluasi dan
kebutuhan di lapangan.
"Kajian risiko harus dilakukan secara mendalam, uji coba harus
dievaluasi secara objektif, dan setiap tahapan implementasi e-pilotage maupun
remote pilotage harus benar-benar siap dari sisi regulasi, infrastruktur,
teknologi, maupun sumber daya manusia sebelum diterapkan secara konkret dan
masif," tegas Masyhud.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pelindo, Achmad
Muchtasyar, mengungkapkan e-pilotage merupakan inovasi yang dapat memperkuat
layanan pemanduan saat ini, khususnya dalam menjawab tantangan operasional ke
depan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap
regulasi.
Ia berharap kerja sama ini menjadi langkah awal yang baik dalam
memperkuat sinergi antara Kementerian Perhubungan dan Pelindo dalam
menghadirkan layanan e-pilotage sebagai bagian dari transformasi pelayanan
pemanduan yang lebih modern dan adaptif.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan,
khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, atas dukungan dan kesamaan visi
sehingga implementasi e-pilotage ini dapat segera diwujudkan," tutup
Achmad Muchtasyar.
(R. Pandji/Redaksi MBN.Com/AD/ETJ/HJ).
PERKUAT BUDAYA K3 MENUJU OPERASIONAL YANG ANDAL, SAFETY FORUM JADI MOMENTUM TPK TELUK LAMONG
SURABAYA (Mediabisnisnasional.com) – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan kerja melalui penyelenggaraan Safety Forum Triwulan II Tahun 2026 di TPK Teluk Lamong pada Rabu (15/7). Mengusung tema "Lesson Learned Fatality Pelindo Grup Tahun 2026 dan Blind Spot Awareness", kegiatan ini menjadi wadah berbagi pembelajaran dari berbagai insiden, meningkatkan kesadaran terhadap potensi risiko kerja, serta memperkuat sinergi penerapan keselamatan bersama seluruh stakeholder di lingkungan pelabuhan.
Komitmen tersebut tercermin dari capaian 25.372.483 jam kerja aman di TPK Teluk Lamong selama periode April–Juni 2026, yang diraih melalui kolaborasi 175 pekerja di area kerja TPK Teluk Lamong bersama 945 tenaga kerja dari mitra kerja dalam menjalankan operasional terminal secara aman dan andal.
Kegiatan Safety Forum Triwulan II Tahun 2026 diikuti oleh jajaran manajemen PT Terminal Teluk Lamong bersama para mitra kerja strategis yang mendukung operasional terminal, yakni PT Pelindo Daya Sejahtera, PT BIMA, PT APERINDO, PT Lamong Energi Indonesia, Koordinator Koperasi Pelabuhan Indonesia, PT Puskopal, PT Pelindo Husada Citra, PT MTI, PT TEDS, PT NPMA, dan PT BST. Kehadiran seluruh mitra kerja tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat implementasi budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) melalui kolaborasi, komunikasi, serta penerapan standar keselamatan kerja yang konsisten di seluruh area operasional Terminal Teluk Lamong.
Sebagai bentuk komitmen terhadap aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan, kegiatan diawali dengan penanaman pohon bersama stakeholder di kawasan Terminal Teluk Lamong. Aksi tersebut menjadi simbol kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman, hijau, dan berkelanjutan.
Safety Forum secara resmi dibuka oleh Direktur Operasi dan Teknik PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, yang menegaskan bahwa keselamatan kerja harus menjadi budaya yang melekat dalam setiap aktivitas operasional, bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi.
"Keselamatan adalah nilai utama yang tidak dapat ditawar. Seluruh insan perusahaan maupun mitra kerja memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan setiap pekerjaan dilakukan secara aman sehingga setiap pekerja dapat pulang ke rumah dalam keadaan selamat. Budaya safety harus dibangun melalui kepedulian, disiplin, dan keberanian untuk saling mengingatkan," ujar Muhammad Syukur.
Arahan berikutnya disampaikan oleh Pierre Rochel Tumbol, Terminal Head TPK Teluk Lamong. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan setiap insiden yang terjadi di lingkungan Pelindo Grup sebagai pembelajaran berharga untuk memperkuat sistem pencegahan kecelakaan kerja.
"Setiap kejadian merupakan pengingat bahwa risiko selalu ada dalam setiap aktivitas operasional. Yang terpenting adalah bagaimana kita belajar dari setiap peristiwa, melakukan evaluasi secara menyeluruh, dan memastikan seluruh tindakan pencegahan benar-benar diterapkan di lapangan. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama dan harus menjadi budaya dalam setiap proses kerja," tutur Pierre Rochel Tumbol.
Pada sesi utama, peserta mendapatkan pemaparan mengenai Lesson Learned Fatality Pelindo Grup Tahun 2026 yang mengulas kronologi sejumlah insiden fatal, faktor penyebab, hingga langkah-langkah pengendalian untuk mencegah kejadian serupa. Materi ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi potensi bahaya, memperkuat budaya pelaporan, serta memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.
Forum juga menghadirkan materi Blind Spot Awareness, yang membahas pentingnya kewaspadaan terhadap area terbatas yang tidak dapat terlihat secara langsung oleh operator alat berat maupun pengemudi kendaraan operasional. Mengingat tingginya mobilitas alat bongkar muat dan kendaraan di kawasan terminal, pemahaman mengenai blind spot menjadi salah satu aspek penting dalam mencegah kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan seluruh pekerja di area operasional.
PT Terminal Teluk Lamong terus memperkuat implementasi budaya HSSE melalui komunikasi, edukasi, dan pembelajaran berkelanjutan untuk mendukung terciptanya ekosistem pelabuhan yang berdaya saing dan berkelas dunia.
(R. Pandji/Redaksi MBN.Com/Corcom TTL).
Pelabuhan Patimban Layani Impor Peti Kemas Internasional Perdana
PATIMBAN (Mediabisnisnasional.com)
- Kantor
Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban mencatat
terlaksananya kegiatan impor peti kemas internasional perdana melalui kunjungan
MV. MSC CARLA III di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban.
Momentum tersebut
melengkapi capaian ekspor peti kemas internasional perdana yang telah
terlaksana pada pekan sebelumnya, sehingga Pelabuhan Patimban telah semakin
siap untuk melayani ekspor dan impor peti kemas internasional secara reguler
sebagai bagian dari pengembangan konektivitas logistik Indonesia dengan
jaringan pelayaran internasional.
MV. MSC CARLA
III sandar (Actual Time Berthing/ATB) di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban
pada Minggu, 19 Juli 2026 pukul 02.06 WIB dari Singapura dan menyelesaikan kegiatan
bongkar muat pada Selasa, 21 Juli 2026 pukul 11.42 WIB. Selanjutnya kapal
melanjutkan pelayaran menuju Pasir Gudang (Malaysia), Laem Chabang (Thailand),
Shanghai, dan Ningbo (Tiongkok) sebagai bagian dari layanan reguler Enhanced
Seahorse Service.
Pada
kunjungan tersebut, kegiatan bongkar muat mencapai 1.632 TEUs, yang terdiri
atas 1.248 TEUs muatan ekspor dan 384 TEUs muatan impor. Dari sisi satuan peti
kemas, kegiatan ekspor tercatat sebanyak 624 box, terdiri atas 208 box peti
kemas isi dan 416 box peti kemas kosong, sedangkan kegiatan impor sebanyak 192
box, yang seluruhnya merupakan peti kemas isi.
Komoditas
impor yang dibongkar pada kunjungan tersebut berupa komponen kendaraan BYD yang
selanjutnya didistribusikan menuju pabrik BYD di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Kehadiran layanan impor ini diharapkan semakin mendukung kelancaran rantai
pasok sektor industri serta memperkuat peran Pelabuhan Patimban dalam melayani
kebutuhan logistik kawasan industri di Jawa Barat.
Sementara
itu, komoditas ekspor yang dimuat melalui Pelabuhan Patimban pada kunjungan ini
berupa bahan baku kertas, yang dipasarkan ke berbagai negara tujuan melalui
jaringan pelayaran internasional Mediterranean Shipping Company (MSC). Hal
tersebut menunjukkan bahwa Pelabuhan Patimban tidak hanya menjadi pintu keluar
komoditas ekspor nasional, tetapi juga mulai berperan sebagai pintu masuk bahan
baku industri melalui layanan pelayaran internasional yang terjadwal secara
reguler.
Rangkaian
layanan tersebut semakin memperkuat posisi Pelabuhan Patimban sebagai bagian
dari jaringan pelayaran internasional di kawasan Asia. Setelah pada pekan
sebelumnya melayani ekspor peti kemas internasional perdana, kini Pelabuhan
Patimban juga telah melayani impor peti kemas internasional.
Perkembangan
tersebut menunjukkan bahwa Pelabuhan Patimban telah semakin siap untuk melayani
ekspor dan impor, sehingga diharapkan mampu memberikan alternatif layanan
logistik bagi dunia usaha sekaligus mendukung pengembangan kawasan industri di
wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.
Kepala Kantor
KSOP Kelas II Patimban, Mohd. Arief Agustian, menyampaikan bahwa berkembangnya
layanan peti kemas internasional tersebut merupakan langkah penting dalam
penguatan fungsi Pelabuhan Patimban sebagai salah satu simpul logistik nasional.
"Pelaksanaan
kegiatan impor peti kemas internasional perdana melengkapi layanan ekspor yang
telah dimulai pada pekan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Pelabuhan
Patimban telah semakin siap untuk melayani ekspor dan impor, sehingga
diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif gerbang logistik internasional
yang mendukung pertumbuhan industri, investasi, dan perekonomian
nasional," ujar Arief.
Dengan
semakin berkembangnya layanan pelayaran internasional tersebut, Pelabuhan
Patimban diharapkan terus memperkuat perannya dalam mendukung kelancaran
perdagangan internasional, memperluas pilihan rantai pasok nasional, serta
menyediakan alternatif layanan logistik yang andal bagi dunia usaha dan kawasan
industri di Indonesia.
Rabu, Juli 22, 2026
REDAKSI & IKLAN MEDIA BISNIS NASIONAL (MBN.Com)
Publisher/Penerbit : PT Media ISL Marketing
Nomor:
AHU-014076.AH.01.30.Tahun 2023
NIB : 1902230024551
Media Bisnis Nasional disingkat MBN.Com (www.mediabisnisnasional.com), terbit sejak 6 Oktober 2021
PENASEHAT REDAKSI :
Bang Siswanto Rusdi,
M.Mar
DEWAN REDAKSI :
1. R. Pandji
2. Samsuto, SH.
PELINDUNG MEDIA/PENASEHAT
HUKUM :
Samsuto, SH.
PEMIMPIN UMUM :
R. Pandji
PEMIMPIN REDAKSI / PENJAB : R. Pandji
Wakil Pemimpin Redaksi :
Haerul, S.Ag.
SEKRETARIS REDAKSI :
Putri
STAF REDAKSI /
REPORTER/WARTAWAN :
S. Apwira
PIMPINAN PERUSAHAAN : R. Pandji
MARKETING & TATA USAHA : Firli
REKENING BANK :
Bank Mandiri No.
Rekening : 120 00 1319 5727
atas nama PT Media ISL
Marketing
ALAMAT REDAKSI-IKLAN :
Jl. Kebon Baru Samper Barat Cilincing Jakarta Utara 14130
Hotline : 08571723 7977 (WhatsApp)
JAKARTA, 6 Oktober 2021
PEMIMPIN REDAKSI
Ttd.
R. PANDJI
DAFTAR TARIF IKLAN MBN.Com
Top Banner :
Iklan 1 Rp. 60 Juta Pertahun
Iklan 2 Rp. 40 Juta Per tahun
Iklan 3 Rp. 20 Juta Pertahun
Right Banner :
Iklan 1 Rp. 15 Juta Per Tahun
Iklan 2 Rp. 10 Juta Per tahun
Iklan 3 Rp. 5 Juta
Pertahun
Iklan 4 Rp. 3 Juta
Pertahun
Telepon :
0857 17237977 (WhatsApp)
Pelabuhan Panjang Santuni 31 Anak Yatim Piatu
LAMPUNG (Mediabisnisnasional.com) - Pelindo Regional 2 Panjang
menyelenggarakan kegiatan sosial dan keagamaan yang diisi dengan doa bersama
serta pemberian santunan kepada 31 anak yatim piatu dari Yayasan Kesejahteraan
Madani (Yakesma). Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan kepada
masyarakat sekitar Pelabuhan Panjang sekaligus ikhtiar bersama dalam memohon
keselamatan, keamanan, kelancaran operasional, perlindungan dan keberkahan bagi
seluruh aktivitas kepelabuhanan.
“Pemberian santunan ini merupakan bentuk kepedulian Pelindo
melalui program Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Kami berharap dengan santunan ini dapat terus
menghadirkan manfaat yang berkelanjutan melalui berbagai program sosial yang
memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,” ucap General Manager
Pelindo Regional 2 Panjang Hardianto.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung dari jajaran manajemen dan
Pusat Pembinaan Dakwah Islam (PPDI) Pelindo Regional 2 Panjang kepada
perwakilan Yakesma. Acara dilanjutkan
dengan sesi ramah tamah bersama anak-anak yatim piatu.
Ketua PPDI Regional 2 Panjang, Arif Soleh, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan
bentuk rasa syukur atas berkah yang diberikan atas kelancaran aktivitas
kepelabuhanan di Pelabuhan Panjang. “Semoga seluruh aktivitas Pelindo selalu diberikan
kelancaran dan dapat menjadi keberkahan dan meningkatkan kesejahteraan sosial
masyarakat di sekitar Pelabuhan Panjang,” ucap Arif.
Kegiatan Sosial dan Keagamaan berupa pemberian santunan dan doa bersama
ini dilakukan di seluruh cabang yang berada di area Pelindo Regional 2 dan
merupakan salah satu program TJSL.
(R. Pandji/Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2 Panjang).
Selasa, Juli 21, 2026
TERMINAL TELUK LAMONG GROUP CATAT PERTUMBUHAN 13,3% atau Throughput 1.474.492 TEUs
SURABAYA (Mediabisnisnasional.com) – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) Group kembali membukukan kinerja positif sepanjang Semester I Tahun 2026 dengan mencatat arus peti kemas sebesar 1.474.492 TEUs, meningkat 13,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 1.301.402 TEUs. Capaian ini menunjukkan semakin kuatnya peran TTL Group dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional sekaligus menangkap momentum pertumbuhan sektor logistik Indonesia.
Kinerja positif tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan arus peti kemas internasional yang meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan Semester I 2025. Peningkatan ini merupakan hasil dari strategi ekspansi layanan internasional yang dijalankan TPK Teluk Lamong, sehingga mampu meningkatkan intensitas kunjungan kapal (vessel call) internasional menjadi 255 call hingga Semester I 2026, dibandingkan 160 call pada periode yang sama tahun lalu atau tumbuh hampir 60%. Bertambahnya layanan pelayaran internasional tersebut semakin memperkuat konektivitas jaringan logistik global, meningkatkan daya saing terminal, sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa.
Kontribusi positif juga datang dari TPK Nilam yang mencatat pertumbuhan throughput sebesar 21,07% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut didukung oleh implementasi Express Anchorage Zone Service (EAZI) melalui sinergi erat antara PT Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak dalam optimalisasi pengelolaan Zona Labuh 2 Surabaya. Program ini berhasil meningkatkan efisiensi pelayanan kapal yang tercermin dari kenaikan vessel call TPK Nilam menjadi 399 call pada Semester I 2026, dibandingkan 383 call pada Semester I 2025. Peningkatan aktivitas kapal tersebut turut mendorong pertumbuhan arus peti kemas di TPK Nilam.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari dedikasi seluruh insan perusahaan, kolaborasi yang erat dengan para pemangku kepentingan, serta meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan TTL Group.
“Pertumbuhan sektor logistik nasional sepanjang Semester I 2026 menjadi katalis positif bagi aktivitas kepelabuhanan. Kami akan terus mengakselerasi transformasi perusahaan melalui pemanfaatan teknologi digital, peningkatan produktivitas operasional, serta penguatan kualitas layanan agar semakin andal, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan pelanggan. Di saat yang sama, kami juga akan terus memperluas konektivitas maritim guna mendukung kelancaran distribusi logistik nasional dan memperkuat daya saing Indonesia,” ujar David.
Memasuki Semester II Tahun 2026, PT Terminal Teluk Lamong Group akan terus memperkuat berbagai inisiatif strategis melalui peningkatan produktivitas, optimalisasi layanan berbasis digital, pengembangan jaringan layanan, serta perluasan konektivitas maritim. Salah satu fokus utama adalah melanjutkan implementasi program Express Anchorage Zone Service (EAZI) di TPK Berlian, setelah keberhasilannya meningkatkan efisiensi pelayanan kapal dan mendorong pertumbuhan kinerja di TPK Nilam. Implementasi program ini diharapkan mampu mempercepat proses pelayanan kapal, meningkatkan produktivitas operasional, serta memperkuat daya saing layanan terminal.
Dengan fondasi kinerja yang solid pada Semester I 2026, perusahaan optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan sekaligus semakin mengukuhkan posisinya sebagai operator terminal peti kemas modern, efisien, dan berkelanjutan yang mendukung daya saing logistik nasional.
(R.Pandji/Redaksi MBN.Com/Corcom TTL).
PT IKT Tbk. atau IPCC Mendapat Kunjungan MAHASISWA POLTRADA BALI, Buka WAWASAN INDUSTRI dan ASAH KETERAMPILAN
JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC), anak usaha PT Pelindo Multi Terminal di bawah PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang sejak tahun Februari 2025 berada dibawah pengelolaan Danantara Indonesia, menerima kunjungan studi lapangan dari Politeknik Transportasi Darat Bali (Poltrada Bali).
Kunjungan ini merupakan bagian dari
kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) bagi 82 mahasiswa Tingkat II Semester IV
Program Studi D-III Manajemen Logistik, D-III Manajemen Transportasi Jalan, dan
D-III Teknologi Otomotif, didampingi 10 tenaga pendamping. Kegiatan ini
menegaskan komitmen IPCC untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas,
khususnya dunia pendidikan, sebelum berorientasi pada kepentingan korporasi.
Kunjungan ini, bertujuan meningkatkan wawasan dan keterampilan mahasiswa di bidang transportasi, logistik, dan manajemen angkutan secara menyeluruh, mulai dari sistem pergudangan modern, manajemen inventory, integrasi rantai pasok global, hingga administrasi dokumen ekspor-impor.
Mahasiswa turut dibekali pemahaman
mengenai pengelolaan terminal kendaraan yang melayani aktivitas ekspor dan
impor kargo baik CBU, alat berat, truk dan bis serta general cargo, regulasi
transportasi dan standar keselamatan, peran transportasi darat dalam distribusi
kendaraan, penjadwalan dan optimasi rute, perawatan serta keselamatan kendaraan
operasional, efisiensi energi dan otomasi teknologi, hingga peran sektor
otomotif dalam mendukung rantai produksi dan distribusi nasional.
Rangkaian materi tersebut dilanjutkan
dengan peninjauan langsung ke Terminal Internasional IPCC untuk mengamati
proses stevedoring, cargodoring, storage dan distribusi kendaraan dari kapal ke
lapangan penumpukan serta aktivitas sebaliknya.
Kegiatan turut dihadiri Aris Budi
Sulistyo selaku Wakil Direktur I Poltrada Bali beserta jajaran, Safrial selaku
SM SDM dan Umum IPCC, serta Moch. Ilhamsyah selaku ASM Komunikasi Perusahaan
dan CSR IPCC. Sesi diskusi berlangsung interaktif, mencerminkan antusiasme
mahasiswa dalam memahami tata kelola bisnis pelabuhan kendaraan yang menerapkan
prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG), manajemen risiko, serta prinsip
pembangunan berkelanjutan (SDGs).
“Kami mengapresiasi kedatangan seluruh
mahasiswa dan jajaran Poltrada Bali di IPCC. Kunjungan ini menjadi bentuk
konkret peran IPCC dalam mendukung dunia pendidikan sebagai salah satu pilar
tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang berkelanjutan,” ujar Moch.
Ilhamsyah, ASM Komunikasi Perusahaan dan CSR IPCC.
“Ke depan, kami berharap kolaborasi ini
terus berlanjut dan semakin luas, sehingga sinergi antara dunia industri dan
pendidikan dapat memberikan manfaat berkelanjutan, baik bagi pengembangan
kompetensi mahasiswa maupun bagi penyiapan sumber daya manusia unggul di sektor
transportasi dan logistik nasional,” lanjutnya.
“Kami menyampaikan terima kasih atas
kesempatan yang diberikan IPCC kepada mahasiswa Poltrada Bali untuk belajar
langsung dari salah satu pengelola terminal kendaraan terbesar di Indonesia.
Pengalaman ini sangat berharga bagi mahasiswa dalam memahami praktik nyata
industri logistik kendaraan,” kata Aris Budi Sulistyo, Wakil Direktur I
Poltrada Bali.
“Kami berharap sinergi antara Poltrada
Bali dan IPCC dapat terus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan,
sehingga kolaborasi pendidikan dan industri ini benar-benar memberi bekal nyata
bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja,” tambahnya.
Melalui kunjungan ini, IPCC menegaskan
komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendukung peningkatan kualitas
pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia, sejalan dengan arah keberlanjutan
yang diusung Danantara Indonesia selaku pemegang saham ultimate, yakni
memastikan kehadiran BUMN memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat
sebelum kepentingan korporasi. Sinergi antara IPCC dan Poltrada Bali diharapkan
menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara dunia industri dan pendidikan
vokasi di Indonesia.
(R.Pandji/Redaksi MBN.Com/Corcom IPCC).
Pelindo Palembang Terima Audiensi PT BGR Logistik Indonesia dan PT PTPN I Bahas Rencana Ekspor CPO PalmCo
PALEMBANG (Mediabisnisnasional.com) - Pelindo Regional 2 Palembang menerima
kunjungan audiensi dari PT BGR Logistik Indonesia bersama PT Perkebunan
Nusantara I (PTPN I) dalam rangka membahas rencana ekspor Crude Palm Oil (CPO)
PalmCo melalui Pelabuhan Boom Baru Palembang.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Pelindo Regional 2 Palembang ini
menjadi wadah koordinasi awal untuk menyinergikan kebutuhan operasional,
kesiapan fasilitas pelabuhan, serta dukungan layanan logistik yang dibutuhkan
guna menunjang kelancaran aktivitas ekspor CPO. Audiensi tersebut juga membahas
potensi kerja sama dalam menciptakan rantai pasok yang lebih efisien, aman, dan
berdaya saing.
Hadir dalam audiensi tersebut, Plh. General Manager Pelindo Regional 2
Palembang, Manajemen PT BGR Logistik Indonesia dan PT Perkebunan Nusantara 1
Regional 7, Branch Manager PT Pelabuhan Tanjung Priok Cabang Palembang, General
Manager Logistik Regional 1 PT Multi Terminal Indonesia dan PT IPC Terminal
Petikemas Area Palembang.
Plh. General Manager Pelindo Regional 2 Palembang, Darmawi,
menyampaikan bahwa Pelindo berkomitmen mendukung pertumbuhan sektor ekspor
nasional melalui penyediaan layanan kepelabuhanan yang andal dan terintegrasi.
"Pelindo Regional 2 Palembang siap memberikan dukungan terhadap
rencana ekspor CPO PalmCo dengan memastikan kesiapan fasilitas, pelayanan
operasional, serta koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan agar proses
logistik berjalan lancar, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku," ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, kedua belah pihak juga berdiskusi mengenai
skema operasional, kebutuhan fasilitas bongkar muat, penjadwalan kapal, hingga
peluang optimalisasi pemanfaatan infrastruktur pelabuhan sebagai pintu gerbang
ekspor komoditas unggulan Sumatera Selatan.
Sebagai operator pelabuhan, Pelindo Regional 2 Palembang terus
mendorong kolaborasi dengan berbagai mitra strategis guna meningkatkan
konektivitas logistik nasional. Sinergi dengan PT BGR Logistik Indonesia dan PT
PTPN I diharapkan dapat memperkuat ekosistem logistik, meningkatkan efisiensi
distribusi, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja ekspor
Indonesia, khususnya komoditas kelapa sawit.
Melalui koordinasi yang berkelanjutan, Pelindo Regional 2 Palembang
mendukung rencana ekspor CPO PalmCo dapat terealisasi dengan dukungan layanan
kepelabuhanan yang prima, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi para
pengguna jasa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Senin, Juli 20, 2026
Menteri Koordinator AHY Tinjau BMTH, Percepat Penataan Kawasan dan Pengembangan Marina Internasional
BALI (Mediabisnisnasional.com) - Menteri Koordinator Bidang
Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
meninjau langsung progres pengembangan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) di
Pelabuhan Benoa, Bali, Selasa (21/7). Kunjungan tersebut dilakukan untuk
memastikan percepatan pengembangan BMTH sebagai kawasan pariwisata maritim
terpadu sekaligus membahas sejumlah isu strategis yang perlu diselesaikan
bersama guna mendukung operasional kawasan secara optimal.
Dalam kunjungan tersebut,
Menko AHY meninjau Area Pengembangan I BMTH yang direncanakan menjadi Marina
District, serta membahas penataan kawasan, termasuk rencana relokasi kapal
perikanan dari area pengembangan BMTH guna meningkatkan keselamatan pelayaran
dan mendukung pengembangan marina bertaraf internasional. Selain itu,
pemerintah juga membahas percepatan penyelesaian sejumlah regulasi terkait
pengelolaan marina yacht dan kapal pesiar (cruise) sebagai bagian dari upaya
mendorong pengembangan pariwisata maritim yang terintegrasi dan berdaya saing
global.
Menteri Koordinator Bidang
Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan
bahwa BMTH merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan mampu
memperkuat sektor pariwisata sekaligus memberikan multiplier effect bagi
perekonomian.
"Pengembangan BMTH
merupakan bagian penting dari upaya kita untuk memperkuat sektor pariwisata dan
ekonomi maritim nasional. Negara telah hadir melalui dukungan investasi
pemerintah, sehingga seluruh tahapan pengembangannya perlu kita selesaikan
secara terpadu agar manfaat pembangunan ini dapat dirasakan secara optimal oleh
masyarakat maupun perekonomian nasional," ujar AHY.
Salah satu isu strategis yang
menjadi perhatian dalam pengembangan BMTH adalah penataan kapal perikanan yang
saat ini masih bersandar di kawasan BMTH. Penataan dilakukan secara bertahap
seiring dengan rencana pembangunan Pelabuhan Perikanan Pengambengan sebagai
lokasi relokasi aktivitas perikanan di masa mendatang.
Direktur Pengembangan Usaha
Pelindo, Prasetyo, mengatakan bahwa penataan kawasan dilakukan untuk
menciptakan tata kelola pelabuhan yang lebih aman, tertib, dan mampu
mengakomodasi berbagai aktivitas maritim secara berdampingan.
"Penataan kawasan ini
merupakan bagian dari upaya mewujudkan kawasan pelabuhan yang aman, tertib, dan
memiliki fungsi yang semakin optimal. Dengan pengaturan ruang dan alur
pelayaran yang baik, aktivitas perikanan tetap dapat berjalan, sementara
pengembangan marina internasional juga dapat berlangsung secara harmonis dengan
tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kelancaran
operasional," ujar Prasetyo.
Area Pengembangan I BMTH
direncanakan menjadi Marina District yang mampu menampung hingga 180 kapal
yacht dengan panjang maksimum mencapai 90 meter. Kawasan ini akan dilengkapi
berbagai fasilitas pendukung, antara lain area hiburan (entertainment
district), kawasan gaya hidup (lifestyle district), serta ruang publik yang
terintegrasi sebagai destinasi pariwisata maritim bertaraf internasional.
Pengembangan BMTH diharapkan
semakin memperkuat posisi Pelabuhan Benoa sebagai gerbang pariwisata maritim
Indonesia. Hal tersebut tercermin dari tren positif kunjungan kapal pesiar yang
terus meningkat. Sepanjang tahun 2025, tercatat 65 kapal pesiar internasional
bersandar di Pelabuhan Benoa, meningkat 16 persen dibandingkan tahun
sebelumnya. Sementara itu, jumlah wisatawan internasional yang datang melalui
kapal pesiar mencapai sekitar 146 ribu orang, atau tumbuh 36 persen secara
tahunan.
Melalui sinergi antara
pemerintah, Pelindo, serta seluruh pemangku kepentingan, pengembangan BMTH
diharapkan mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Bali, memperkuat daya
saing pariwisata maritim Indonesia, sekaligus menjadikan Pelabuhan Benoa
sebagai salah satu destinasi marina dan kapal pesiar terkemuka di kawasan Asia
Pasifik.
(R.Pandji/Redaksi MBN.Com/Humas
Pelindo Regional 3).
Pelindo Group Regional 2 Palembang Support Pengawasan Kepabeanan di Terminal Petikemas Pelabuhan Boom Baru
PALEMBANG (Mediabisnisnasional.com) - Pelindo
Group Regional 2 Palembang mendukung pelaksanaan kegiatan Monitoring dan
Evaluasi (Monev) yang dilakukan oleh Bea Cukai di kawasan pabean Terminal
Petikemas Pelabuhan Boom Baru Palembang sebagai bagian dari upaya memperkuat
pengawasan kepabeanan serta memastikan kelancaran aktivitas logistik di
pelabuhan.
Kegiatan pemeriksaan tersebut merupakan bentuk implementasi
pengawasan di kawasan pabean guna memastikan seluruh proses operasional
berjalan sesuai dengan ketentuan kepabeanan yang berlaku. Selain meningkatkan
kepatuhan para pengguna jasa, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam
menjaga keamanan serta kelancaran arus barang ekspor dan impor melalui
Pelabuhan Boom Baru Palembang.
Sebagai operator pelabuhan, Pelindo Regional 2 Palembang
berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tugas dan
fungsi instansi pemerintah, termasuk Bea Cukai, melalui penyediaan fasilitas
dan operasional pelabuhan yang memenuhi standar pelayanan, keamanan, dan keselamatan.
Sinergi yang terjalin antara Pelindo dan Bea Cukai serta seluruh
pemangku kepentingan di lingkungan pelabuhan menjadi faktor penting dalam
mewujudkan ekosistem logistik yang efisien, transparan, dan berdaya saing.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan kawasan pelabuhan yang aman,
tertib, serta mendukung kelancaran aktivitas perdagangan nasional maupun
internasional.
Pelindo Group Regional 2 Palembang akan terus memperkuat
koordinasi dengan seluruh stakeholder guna memastikan pelayanan kepelabuhanan
berjalan optimal serta mendukung peningkatan kinerja logistik nasional melalui
pengelolaan pelabuhan yang profesional, andal, dan berkelanjutan.









