Pages

Selasa, Juni 30, 2026

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN untuk Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

 

 



JAKARTA INDONESIA (Mediabisnisnasiona.com) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui anak usahanya, PT Pelindo Sinergi Lokaseva, bersama sejumlah entitas logistik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melaksanakan penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi Logistik BUMN di Pos Bloc Jakarta, Selasa (30/6/2026). Langkah strategis ini merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah melalui BPI Danantara dalam mendorong transformasi sektor logistik nasional.


Melalui konsolidasi berbagai entitas logistik BUMN, diharapkan tercipta jaringan layanan yang lebih terintegrasi, memperluas konektivitas distribusi nasional, meningkatkan efisiensi operasional, serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan.


Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Aset Manajemen, Aurelius Altius Rosimin, menyampaikan bahwa konsolidasi logistik BUMN merupakan langkah strategis yang sejalan dengan arahan strategis Presiden Prabowo Subianto untuk membangun perusahaan BUMN yang lebih fokus, efisien, sehat, dan berdaya saing.


“Melalui konsolidasi kapabilitas, aset, dan jaringan perusahaan, hasil penggabungan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi, meningkatkan kualitas layanan, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara,” ujar Aurelius.


Pada tahap awal konsolidasi, struktur kepemilikan saham perusahaan konsolidasi terdiri atas 74,47 persen Pelindo Group, 9,24 persen PT Pos Indonesia (Persero), 9,37 persen PT Krakatau Bandar Samudera, dan 6,92 persen entitas lainnya. Sebagai pemegang saham mayoritas pada tahap awal konsolidasi, Pelindo memegang peran strategis dalam mengawal proses integrasi hingga terbentuknya holding logistik nasional. Peran tersebut menjadi bagian dari komitmen Pelindo untuk memastikan proses transisi berjalan sesuai roadmap yang telah ditetapkan sekaligus memperkuat sinergi antarpelaku logistik BUMN.


Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyampaikan bahwa konsolidasi logistik BUMN merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing logistik nasional melalui sinergi antarpelaku logistik milik negara.


“Kami menyambut baik proses konsolidasi ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi. Melalui kolaborasi yang semakin erat antar-BUMN, kami optimistis konektivitas rantai pasok nasional akan semakin kuat, biaya logistik dapat ditekan, serta layanan kepada pelanggan menjadi lebih efektif dan kompetitif,” kata Achmad.


Achmad menambahkan, Pelindo berkomitmen untuk mengawal proses transisi tersebut agar berjalan sesuai roadmap yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia.


“Kami akan terus mendukung proses integrasi ini, termasuk melalui penguatan sinergi layanan kepelabuhanan dan logistik. Kami meyakini konsolidasi ini dapat menjadi fondasi penting dalam membangun sistem logistik nasional yang lebih efisien, terintegrasi, dan kompetitif,” tambah Achmad.


Prosesi penandatanganan dihadiri oleh jajaran pimpinan BPI Danantara, pemegang saham, Direksi BUMN, serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses konsolidasi logistik nasional. Penandatanganan SHA dan Akta Penggabungan ini menjadi tahapan resmi yang menandai berlanjutnya implementasi konsolidasi sesuai roadmap yang telah ditetapkan.

 

Merger 7 BUMN Logistik 

Sebagai bagian dari proses konsolidasi, tujuh entitas logistik BUMN akan bergabung dalam satu entitas sebagai fondasi pembentukan holding logistik nasional. Ketujuh entitas tersebut meliputi PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) dari Pelindo Group, PT Pos Logistik Indonesia (POSLOG), PT Sarana Bandar Logistik (SBL), PT KBN Prima Logistik (KPL), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), serta PT Krakatau Jasa Logistik (KJL). Dalam proses tersebut, PT Multi Terminal Indonesia ditunjuk sebagai entitas penerima penggabungan atau surviving entity.


Sebagai bagian dari Pelindo Group, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) mendukung penuh implementasi konsolidasi tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat integrasi layanan logistik nasional. Sejalan dengan fokus perusahaan sebagai penyedia solusi logistik terintegrasi dan pengelola kawasan, PSL memandang konsolidasi ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi layanan sekaligus memperluas konektivitas antara pelabuhan, kawasan industri, dan hinterland.


Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Faruq Hidayat, mengatakan bahwa sebagai bagian dari Pelindo Group dan pemegang saham PT MTI, PSL akan mengoptimalkan perannya dalam mendukung implementasi konsolidasi, khususnya melalui penguatan layanan port-related logistics dan konektivitas port-to-hinterland.


“Langkah konsolidasi ini membawa harapan besar bagi dunia logistik Indonesia, termasuk bagi PSL. Kami siap memperkuat sinergi layanan logistik melalui konektivitas yang semakin terintegrasi, mulai dari pelabuhan hingga kawasan hinterland. Dengan kolaborasi antarentitas BUMN, kami optimistis dapat menghadirkan solusi logistik yang lebih efisien dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan,” ujar Faruq.


Konsolidasi ini diharapkan dapat memperkuat jaringan distribusi nasional melalui integrasi layanan logistik BUMN dalam satu ekosistem yang lebih efisien dan saling terhubung. Sinergi tersebut juga mendorong optimalisasi aset dan operasional, sehingga dapat berkontribusi terhadap penurunan biaya logistik nasional, peningkatan daya saing dunia usaha, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan sumber daya yang lebih efektif.


Ke depan, konsolidasi logistik BUMN diharapkan menjadi katalis dalam mewujudkan ekosistem logistik nasional yang semakin efisien, terintegrasi, dan kompetitif. Melalui sinergi yang semakin kuat antarentitas BUMN, Indonesia diharapkan memiliki sistem logistik yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun global.


(Redaksi MBN.Com/Corcom PSL).

 

STRATEGI Layanan TERMINAL TELUK LAMONGHADAPI PENINGKATAN TRAFIK KAPAL DI TPK BERLIAN Dengan melalui BERTHING WINDOW dan BERTHING PRIORITY

 


SURABAYA (Mediabisnisnasional.com) - Seiring dengan meningkatnya aktivitas logistik dan arus petikemas di wilayah Jawa Timur, PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mencatat adanya peningkatan trafik kapal di sejumlah terminal yang dikelolanya. Tren positif ini menjadi salah satu indikator menguatnya aktivitas perdagangan dan logistik nasional di tengah dinamika geopolitik global.

 

Peningkatan kebutuhan pengguna jasa terhadap kepastian jadwal sandar kapal, khususnya dalam menjaga konektivitas rute pelayaran berikutnya, menuntut adanya optimalisasi sistem pelayanan di sisi operasional.

 

Menjawab tantangan tersebut, TTL menerapkan sistem Berthing Window guna menciptakan pola pelayanan kapal yang lebih terencana, tepat waktu, dan andal.

 

Berthing Window merupakan sistem penjadwalan sandar kapal melalui alokasi waktu tertentu yang telah ditetapkan. Melalui sistem ini, kapal memperoleh slot waktu kedatangan yang lebih pasti sehingga dapat mengurangi waktu tunggu kapal atau waiting time, sekaligus menekan waktu singgah kapal atau port stay selama proses bongkar muat berlangsung.

 

Saat ini, implementasi Berthing Window telah berjalan di TPK Teluk Lamong dan TPK Nilam. Selanjutnya, sistem ini dijadwalkan mulai diterapkan di TPK Berlian pada 1 Juli 2026.

 

Di TPK Berlian, skema Berthing Window dirancang dengan pola 7 hari, 5 hari, dan 3,5 hari. Untuk kapal di luar pola tersebut, pelayanan akan diatur melalui program Berthing Priority, yaitu mekanisme prioritas sandar di dermaga berdasarkan booking yang telah dilakukan oleh pihak pelayaran.

 

Agar sistem ini berjalan optimal, pihak pelayaran diwajibkan menyampaikan pembaruan jadwal kedatangan kapal atau estimated time of arrival secara berkala.

 

Terminal Head TPK Berlian, Burhanudin, menjelaskan bahwa penerapan sistem ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kepastian layanan bagi pengguna jasa.

“Guna mendukung implementasi ini, kami akan mengoptimalkan empat tambatan sebagai dedicated berthing window. Langkah ini diambil untuk memastikan alokasi sandar kapal berjalan lebih terjadwal, tertata, dan efektif,” ujar Burhanudin.

 

Sistem Berthing Window dan Berthing Priority yang akan diimplementasikan di TPK Berlian telah disosialisasikan kepada seluruh stakeholder dan pengguna jasa pada Senin, 22 Juni 2026, di Shangri-La Hotel Surabaya. Kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan sharing session bersama para pelanggan, di antaranya PT Salam Pacific Indonesia Lines, PT Meratus Line, PT Tanto Intim Line, PT Temas Shipping, PT Indo Container Lines, PT PPN Panurjwan, PT Caraka Tirta Perkasa, dan PT Mentari Mas Multimoda.

 

“Sosialisasi ini merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan kepastian jadwal dan kecepatan layanan kepada seluruh pengguna jasa. Melalui Berthing Window dan Berthing Priority, kami ingin menciptakan ekosistem operasional pelabuhan yang lebih transparan, tertata, dan efisien, yang pada akhirnya dapat mendukung penurunan biaya logistik,” tambah Burhanudin.

 

Penerapan sistem ini juga didukung oleh infrastruktur teknologi informasi, sehingga pelanggan dapat memantau jadwal operasional secara digital. Langkah ini sejalan dengan visi transformasi PT Pelindo Terminal Petikemas dalam menstandardisasi layanan serta meningkatkan produktivitas di seluruh terminal petikemas.

 

TTL optimistis, melalui penerapan Berthing Window dan Berthing Priority di TPK Berlian, perencanaan tambatan serta jadwal kedatangan kapal dapat berjalan lebih efektif. Sistem ini ditargetkan mampu menurunkan waktu tunggu kapal, meningkatkan produktivitas bongkar muat, memperlancar arus logistik nasional, serta memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa, khususnya shipping line.


(Redaksi MBN.Com/Corcom TTL). 

Senin, Juni 29, 2026

Rampung 100%, Pelindo Sinergi Lokaseva Group Kawal Persiapan Pra-Operasi Fly Over Teluk Lamong untuk Kelancaran Logistik Jawa Timur

 



JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) - PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) terus mendukung penguatan konektivitas kawasan strategis berbasis pelabuhan guna memperlancar arus barang, memperkuat integrasi kawasan, dan meningkatkan daya saing wilayah. Salah satu infrastruktur strategis yang saat ini memasuki tahap persiapan operasional adalah Fly Over Teluk Lamong (FOTL) yang telah rampung dibangun secara fisik.


FOTL merupakan infrastruktur konektivitas yang menghubungkan Terminal Teluk Lamong dengan jaringan jalan utama di sekitarnya. Infrastruktur tersebut telah mencapai progres fisik 100 persen dan saat ini berada pada tahap persiapan operasional sebelum dapat dimanfaatkan secara penuh untuk mendukung kelancaran aktivitas logistik dan kepelabuhanan di Jawa Timur.


Pengembangan FOTL menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara pelabuhan, kawasan industri, pusat distribusi, dan jaringan transportasi utama. Konektivitas yang terintegrasi menjadi faktor penting dalam menciptakan efisiensi pergerakan barang, mengurangi hambatan logistik, serta mendukung kelancaran rantai pasok di kawasan hinterland pelabuhan.


Sebagai Anak Usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang berfokus pada layanan pendukung pelabuhan serta pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan pelabuhan, PT PSL melalui entitas usahanya, PT Akses Pelabuhan Indonesia (PT API), turut berperan dalam mendukung kesiapan pra-operasi FOTL guna memastikan aspek teknis, operasional, keselamatan, dan tata kelola pengoperasian berjalan sesuai standar yang ditetapkan.


Ke depan, FOTL juga direncanakan terintegrasi dengan Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB), akses Gelora Bung Tomo, serta Tol Romokalisari. Integrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas kawasan hinterland, mendukung kelancaran distribusi barang, serta meningkatkan efisiensi pergerakan logistik di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.


Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, mengatakan bahwa pengembangan konektivitas menuju kawasan pelabuhan merupakan elemen penting dalam menciptakan ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi dan bernilai tambah. Selain itu, pembangunan infrastruktur akses ini juga telah lama ditunggu oleh para pengguna jasa karena akan memperlancar akses menuju Pelabuhan Teluk Lamong yang saat ini memiliki trafik sangat padat.


“Pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan kawasan. Karena itu, PT PSL akan terus mendukung pengembangan infrastruktur dan konektivitas yang memperkuat integrasi kawasan pelabuhan dengan aktivitas industri, perdagangan, dan layanan kepelabuhanan sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perekonomian nasional maupun daerah,” ujar Dewi.


PSL Group akan terus mendukung pengembangan konektivitas kawasan berbasis pelabuhan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur yang terintegrasi guna mendukung kelancaran logistik, memperkuat keterhubungan kawasan, serta mendorong terciptanya ekosistem kepelabuhanan yang semakin efisien dan berdaya saing.


(Redaksi MBN.Com/Corcom PSL).

Sabtu, Juni 27, 2026

PT Pelabuhan Indonesia Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka, Hari Pelaut Sedunia

  



JAKARTA INDONESIA (Mediabisnisnasional.com) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil peran yang lebih besar dalam aktivitas pelayaran internasional di Selat Malaka agar tidak hanya menjadi negara yang dilalui kapal, tetapi juga memperoleh nilai tambah ekonomi nasional dari layanan maritim. Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, dalam Strategic Maritime Forum yang digelar pada peringatan Hari Pelaut Sedunia (Day of the Seafarer) 2026 di Jakarta, Kamis (25/6/2026).


Forum tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Senior Director Transportation Danantara Asset Management Wamildan Tsani Panjaitan, Kepala Badan Kebijakan Transportasi Irjen Pol. Dr. Capt. Hermanta, serta para pemangku kepentingan sektor maritim yang membahas penguatan peran Indonesia dalam ekosistem pelayaran dan logistik internasional.


Dalam kesempatan tersebut, Achmad menjelaskan bahwa Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia yang memiliki arti strategis bagi Indonesia. Selain menjadi koridor utama perdagangan internasional, kawasan tersebut juga memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui penyediaan layanan maritim yang terintegrasi.


"Selat Malaka bukan hanya jalur pelayaran internasional. Bagi Indonesia, kawasan ini adalah ruang strategis untuk memperkuat kedaulatan maritim sekaligus menangkap nilai ekonomi yang lebih besar dari aktivitas perdagangan dunia," ujar Achmad.


Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat kehadirannya melalui penyediaan layanan maritim yang aman, andal, dan kompetitif, mulai dari layanan pemanduan, penundaan, ship to ship transfer, transshipment, floating storage, hingga berbagai layanan pendukung kapal lainnya. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi kawasan lintasan pelayaran, tetapi juga menjadi bagian penting dari rantai logistik dan perdagangan internasional.


"Ketika aktivitas pelayaran dunia melintas di dekat wilayah kita, Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus mampu menyediakan layanan yang kuat, andal, dan bernilai tambah bagi kepentingan nasional," jelas Achmad.


Selain memberikan nilai tambah ekonomi, Achmad menegaskan bahwa penguatan layanan maritim juga berperan penting dalam meningkatkan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan laut. Tingginya lalu lintas kapal di Selat Malaka membutuhkan tata kelola layanan yang baik untuk meminimalkan risiko kecelakaan, pencemaran, maupun potensi oil spill yang dapat berdampak pada wilayah perairan Indonesia.


"Penguatan layanan pandu, tunda, dan layanan maritim lainnya bukan semata-mata soal bisnis. Ini juga menyangkut keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan, dan kehadiran negara dalam menjaga ruang maritimnya," tambah Achmad.


Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pelindo terus mengembangkan layanan maritim di kawasan strategis, salah satunya melalui pengoperasian Nipa Transfer Anchorage Area (NTAA) di Perairan Nipa, Kepulauan Riau, yang mulai beroperasi sejak Mei 2026. Layanan tersebut mencakup ship to ship transfer, pelayanan kapal, serta floating storage untuk mendukung aktivitas maritim di sekitar Selat Malaka.


"Pengembangan layanan di Perairan Nipa merupakan langkah penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan dan logistik internasional. Ini bukan sekadar pengembangan bisnis kepelabuhanan, tetapi bagian dari upaya menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia," lanjut Achmad.


Achmad juga menegaskan bahwa penguatan layanan maritim harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas dan peran pelaut Indonesia. Menurutnya, berkembangnya layanan pemanduan, penundaan, ship to ship transfer, serta berbagai layanan maritim lainnya akan membuka peluang yang lebih besar bagi pelaut nasional untuk berkontribusi di sektor maritim, baik di tingkat nasional maupun internasional.


"Pelaut Indonesia memiliki kompetensi dan ketangguhan yang telah diakui. Karena itu, penguatan ekosistem maritim nasional harus sekaligus menjadi ruang bagi pelaut Indonesia untuk mengambil peran yang lebih besar, baik di dalam negeri maupun di kawasan strategis internasional," kata Achmad.


Lebih lanjut, Achmad menjelaskan bahwa Pelindo saat ini terus memperkuat transformasi perusahaan dari operator pelabuhan menjadi penyedia layanan kepelabuhanan dan maritim yang terintegrasi (end-to-end port and marine ecosystem integrator). Transformasi tersebut diwujudkan melalui penguatan konektivitas pelabuhan, pengembangan layanan maritim, digitalisasi layanan, serta integrasi pelabuhan dengan kawasan industri dan hinterland untuk mendukung efisiensi rantai pasok nasional.


Menurutnya, optimalisasi potensi Selat Malaka tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan sinergi yang erat antara pemerintah, regulator, BUMN, pelaku usaha, dan komunitas maritim. Kolaborasi tersebut menjadi kunci agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing layanan maritim sekaligus memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari aktivitas pelayaran internasional.


"Selat Malaka harus menjadi ruang strategis yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia. Melalui kolaborasi yang kuat, kita dapat memperkuat kedaulatan maritim, meningkatkan keselamatan pelayaran, memperbesar kontribusi sektor maritim terhadap perekonomian nasional, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi pelaut Indonesia untuk berkembang," tutup Achmad.


Melalui Strategic Maritime Forum dalam rangka Hari Pelaut Sedunia 2026, Pelindo menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan ekosistem maritim nasional, meningkatkan daya saing layanan kepelabuhanan, serta memperbesar kontribusi sektor maritim bagi Indonesia.



(Redaksi MBN.Com/Corcom Pelindo Pusat).

PT Terminal Petikemas Surabaya Perluas Program “Donasi Oksigen” melalui Penanaman Mangrove di Pesisir Romokalisari Surabaya

  

 



SURABAYA (Mediabisnisnasional.com) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperluas dampak program keberlanjutan lingkungan “Donasi Oksigen” melalui penanaman mangrove di kawasan Adventure Land Romokalisari, Kecamatan Benowo, Surabaya pada Sabtu (27/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari kelanjutan program pembibitan dan penanaman mangrove yang dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah pesisir.


Pada kegiatan ini, sebanyak 2.000 bibit mangrove ditanam oleh Yayasan Omah Boso sebagai mitra pelaksana di lapangan. Penanaman ini melanjutkan kegiatan sebelumnya, di mana TPS telah menanam 3.000 bibit mangrove di kawasan Sontoh Laut, Surabaya, serta 2.000 bibit di wilayah Manyar, Gresik, sehingga secara keseluruhan telah mencapai total 7.000 bibit mangrove yang ditanam di wilayah pesisir Surabaya dan Gresik. 


Program “Donasi Oksigen” merupakan inisiatif berkelanjutan TPS yang mencakup proses dari hulu hingga hilir, mulai dari pembibitan, perawatan, hingga penyaluran dan penanaman mangrove di berbagai titik pesisir guna memperluas kawasan hijau. 


Dengan adanya penanaman di kawasan Romokalisari ini, TPS kembali memperluas sebaran manfaat mangrove, khususnya dalam mendukung kelestarian lingkungan pesisir di wilayah Surabaya Barat. Selain berfungsi sebagai pelindung alami terhadap abrasi, mangrove juga berkontribusi dalam penyerapan karbon serta peningkatan kualitas ekosistem pesisir. 


Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui pendekatan yang terintegrasi.


“Program Donasi Oksigen merupakan upaya berkelanjutan TPS dalam memastikan bahwa setiap proses pembibitan mangrove memberikan dampak nyata melalui penanaman di berbagai wilayah pesisir. Kegiatan di Romokalisari ini menjadi bagian dari perluasan manfaat tersebut, sehingga kontribusi TPS terhadap lingkungan terus bertambah,” ujar Erika.


Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Yayasan Omah Boso, menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini.


“Sinergi dengan mitra pelaksana seperti Yayasan Omah Boso menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan dan efektivitas program, sehingga manfaat ekologis dan sosialnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” tambahnya.


Melalui program ini, TPS tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga mendukung mitigasi perubahan iklim, mengurangi risiko abrasi, serta memberikan nilai tambah bagi kawasan pesisir sebagai ruang edukasi dan wisata berbasis lingkungan. 


Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen TPS untuk terus menghadirkan solusi berbasis alam (nature-based solutions) yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian pesisir bagi generasi mendatang.


(Redaksi MBN.Com/Corcom TPS Surabaya).

Jumat, Juni 26, 2026

TPS Perkuat Sinergi Lintas Instansi dalam Pengendalian Peredaran Tumbuhan dan Satwa

 



SURABAYA (Mediabisnisnasional.com) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, yang merupakan pengelola terminal petikemas yang berperan sebagai logistics control point, berpartisipasi aktif sebagai narasumber dalam kegiatan Praktek Lapang Pelatihan School of Environmental Conservation and Environment Services Management (SECESM) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak pada Rabu (24/6/2026). Keterlibatan ini sekaligus menegaskan peran TPS sebagai salah satu pemangku kepentingan utama dalam sistem logistik nasional yang terintegrasi.


Sebagai simpul strategis arus barang ekspor-impor, TPS beroperasi dalam ekosistem kepelabuhanan yang melibatkan berbagai instansi terkait, antara lain Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Bea dan Cukai, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA), serta aparat penegak hukum seperti Ditpolairud Polda Jawa Timur dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Setiap instansi memiliki peran dalam pengawasan, pemeriksaan, hingga penegakan hukum terhadap potensi pelanggaran, termasuk peredaran ilegal TSL.


Dalam konteks tersebut, KSOP berperan dalam pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran serta koordinasi aktivitas kepelabuhanan. Bea dan Cukai menjalankan fungsi pengawasan barang ekspor-impor dan pencegahan penyelundupan, termasuk melalui pemeriksaan dokumen dan fisik petikemas. Sementara itu, Karantina bertanggung jawab memastikan kelayakan hayati tumbuhan dan satwa, termasuk mencegah penyebaran penyakit dan spesies invasif. Balai KSDA memiliki kewenangan dalam perlindungan dan identifikasi spesies dilindungi serta penegakan hukum konservasi. Di sisi lain, aparat kepolisian melalui Polairud dan Polres Pelabuhan menjalankan fungsi penindakan dan proses hukum terhadap tindak pidana yang terjadi di wilayah pelabuhan. 


Sebagai operator terminal, TPS tidak menjalankan fungsi penegakan hukum, melainkan berperan sebagai enabler sistem dan fasilitator operasional yang memastikan seluruh proses berjalan secara terintegrasi dan terkendali. TPS menyediakan alur logistik yang terstruktur mulai dari gate, lapangan penumpukan (yard), hingga kegiatan bongkar muat di kapal. Selain itu, TPS juga menyediakan dukungan sistem digital untuk pelacakan petikemas, fasilitas Container Freight Station (CFS), area inspeksi bersama, serta sistem monitoring yang memungkinkan instansi terkait melakukan pengawasan secara efektif.


Melalui peran tersebut, TPS menjadi “l9gistics control point” yang mendukung pelaksanaan joint inspection oleh Bea dan Cukai serta Karantina, sekaligus menyediakan akses dan data yang dibutuhkan dalam proses pemeriksaan fisik petikemas.


Dalam aktivitas kepelabuhanan, terdapat berbagai potensi tindak pidana yang dapat terjadi, baik yang terkait langsung dengan TSL maupun pelanggaran umum. Tindak pidana terkait TSL meliputi penyelundupan satwa dilindungi, perdagangan ilegal flora dan fauna, pemalsuan dokumen karantina, serta misdeclaration isi petikemas. Selain itu, terdapat pula potensi pelanggaran lain seperti penyelundupan barang terlarang, pencurian petikemas, pemalsuan dokumen logistik, hingga pelanggaran keamanan di area terminal.


Untuk mengantisipasi hal tersebut, penanganan awal terhadap indikasi tindak pidana dilakukan melalui prosedur terpadu lintas instansi. Proses diawali dengan deteksi dini melalui sistem risk profiling, analisis dokumen, maupun informasi intelijen. Apabila ditemukan indikasi, petikemas akan dikenakan status penahanan sementara (hold) untuk mencegah pergerakan lebih lanjut. Selanjutnya dilakukan koordinasi antara Bea dan Cukai, Karantina, KSDA, dan aparat penegak hukum untuk pelaksanaan pemeriksaan fisik bersama (joint inspection).


Dalam tahap pemeriksaan, dilakukan identifikasi isi petikemas serta verifikasi terhadap dokumen yang menyertainya. Apabila terbukti terdapat pelanggaran, barang bukti akan diamankan oleh instansi berwenang seperti KSDA atau Karantina, dan proses hukum dilanjutkan oleh aparat kepolisian atau penyidik terkait. Dalam keseluruhan proses ini, TPS mendukung melalui pengamanan area, penyediaan akses, serta data operasional dan rekaman sistem yang diperlukan. 


Pengendalian peredaran tumbuhan dan satwa liar menjadi hal yang krusial mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Upaya ini penting untuk mencegah kepunahan spesies dilindungi, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menghindari penyebaran penyakit dan hama yang dapat berdampak luas. Selain itu, pengendalian TSL juga merupakan bagian dari komitmen Indonesia terhadap perjanjian internasional serta upaya mencegah kerugian ekonomi akibat perdagangan ilegal.


Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa sinergi lintas instansi menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengawasan yang efektif di pelabuhan.


“TPS sebagai operator terminal petikemas memiliki posisi strategis dalam rantai logistik. Kami berkomitmen untuk terus mendukung instansi terkait melalui penyediaan sistem, fasilitas dan proses operasional yang terintegrasi, guna memastikan pengawasan berjalan optimal sekaligus mendukung perlindungan sumber daya alam hayati Indonesia,” ujarnya.


Melalui penguatan kolaborasi, integrasi sistem dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, diharapkan pengendalian peredaran tumbuhan dan satwa liar di Pelabuhan Tanjung Perak dapat berjalan semakin efektif, serta mempertegas peran pelabuhan sebagai garda terdepan dalam perlindungan lingkungan dan penegakan hukum di sektor logistik nasional.


(Redaksi MBN.Com/Corcom TPS Surabaya).

Susunan Direksi Baru PT Pelindo Sinergi Lokaseva untuk Dukung Transformasi dan Tata Kelola Perusahaan




JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) - Pemegang Saham PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) menetapkan perubahan susunan Direksi Perseroan melalui Keputusan Pemegang Saham yang ditandatangani pada 25 Juni 2026. Penetapan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat kepemimpinan, mendukung transformasi bisnis, meningkatkan daya saing, serta mewujudkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik secara berkelanjutan.


Melalui keputusan tersebut, Pemegang Saham menetapkan jajaran Direksi baru yang akan memimpin PT Pelindo Sinergi Lokaseva dalam menjalankan agenda transformasi perusahaan dan memperkuat kinerja bisnis sebagai bagian dari ekosistem PT Pelabuhan Indonesia (Persero).


Selain itu, Pemegang Saham juga melakukan perubahan nomenklatur jabatan, dimana jabatan Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis serta Direktur Komersial dan Teknik diganti dengan Direktur Operasi dan Teknik serta Direktur Komersial.


Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, menyampaikan bahwa perubahan susunan Direksi merupakan bagian dari kewenangan Pemegang Saham dalam rangka memastikan keberlangsungan kepemimpinan perusahaan yang adaptif terhadap dinamika industri serta mampu menjawab tantangan bisnis yang semakin berkembang.


"Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Joko Noerhudha, Ibu Retno Soelistianti, Ibu Ruri Indrasari Rachmaputri, dan Bapak Herman Susilo atas dedikasi, kontribusi, serta pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan amanah sebagai Direksi PT Pelindo Sinergi Lokaseva. Berbagai fondasi transformasi, inovasi, penguatan bisnis, dan tata kelola yang telah dibangun menjadi modal penting bagi perusahaan untuk terus tumbuh dan berkembang," ujar Dewi.


Lebih lanjut, Dewi menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran Direksi yang baru atas amanah yang diberikan oleh Pemegang Saham. "Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Faruq Hidayat, Bapak Andira Reoputra, Bapak Bobby Hardian, dan Ibu Reini Delfianti atas amanah yang diberikan sebagai Direksi PT Pelindo Sinergi Lokaseva. Dengan pengalaman, kompetensi, dan kepemimpinan yang dimiliki, kami optimistis jajaran Direksi yang baru akan mampu melanjutkan transformasi perusahaan, memperkuat tata kelola, meningkatkan kinerja bisnis, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham, pelanggan, dan seluruh pemangku kepentingan."


Menurut Dewi, penyegaran kepemimpinan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi organisasi dalam mewujudkan visi perusahaan sebagai penyedia solusi terbaik pada layanan pendukung pelabuhan dan pengembangan kawasan yang terintegrasi.


Perubahan susunan Direksi juga selaras dengan arah transformasi BUMN yang terus didorong pemerintah melalui penguatan tata kelola, peningkatan profesionalisme, dan penciptaan nilai jangka panjang. Sebagai bagian dari ekosistem PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Pelindo Sinergi Lokaseva berkomitmen mendukung agenda tersebut melalui penguatan kinerja, pengembangan bisnis, serta optimalisasi pengelolaan layanan pendukung pelabuhan dan kawasan secara berkelanjutan.


Atas adanya Keputusan Pemegang Saham tersebut, maka susunan Direksi PT Pelindo Sinergi Lokaseva menjadi sebagai berikut:

 

Direktur Utama : Faruq Hidayat
Direktur Komersial : Andira Reoputra
Direktur Operasional & Teknik : Bobby Hardian
Direktur Keuangan, SDM & Manajemen Risiko : Reini Delfianti

 

(Redaksi MBN.Com/Corcom PSL).

 

 

Pelindo Regional 2 Dorong Komunikasi Korporasi yang Kredibel dan Bernilai



JAKARTA TANJUNG PRIOK (Mediabisnisnasional.com) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 menggelar Forum Kehumasan Regional 2 sebagai upaya memperkuat strategi komunikasi korporasi serta membangun hubungan yang lebih erat dengan media dan para pemangku kepentingan.


Forum yang digelar di Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia, Ciawi 24-25 Juni ini menjadi wadah untuk menyelaraskan strategi komunikasi di seluruh cabang Pelindo Regional 2, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya media relations dalam mendukung reputasi perusahaan.


Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, mengatakan bahwa hubungan yang baik antara perusahaan dan media merupakan salah satu elemen penting dalam membangun kepercayaan publik.


“Media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara perusahaan dan masyarakat. Karena itu, hubungan yang baik harus dibangun melalui komunikasi yang terbuka, kredibel, dan saling menghormati,” ujar Budi melalui keterangan tertulis, Kamis (25/6). 


Menurutnya, keberhasilan komunikasi korporasi tidak hanya diukur dari jumlah publikasi yang dihasilkan, tetapi juga dari kualitas informasi yang disampaikan kepada publik.


“Informasi yang baik adalah informasi yang akurat, relevan, dan memiliki nilai bagi masyarakat. Di sinilah peran humas menjadi sangat penting dalam memastikan pesan perusahaan tersampaikan dengan tepat,” jelasnya.


Melalui forum tersebut, peserta juga mendapatkan berbagai perspektif dari praktisi komunikasi dan insan media terkait perkembangan industri media, kebutuhan redaksi, serta strategi membangun komunikasi yang efektif di tengah perubahan ekosistem informasi.


Budi berharap sinergi yang telah terjalin antara Pelindo Regional 2 dan media dapat terus diperkuat guna mendukung penyebarluasan informasi yang berkualitas sekaligus meningkatkan pemahaman publik terhadap peran pelabuhan dalam mendukung perekonomian nasional.


“Kami percaya komunikasi yang baik akan melahirkan kepercayaan. Karena itu, kolaborasi dengan media dan seluruh stakeholder harus terus dijaga dan diperkuat,” pungkasnya.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2).

Pelindo Regional 2 Perkuat Kompetensi Insan Humas Hadapi Dinamika Komunikasi Digital




JAKARTA TANJUNG PRIOK (Mediabisnisnasional.com) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 menggelar Forum Kehumasan Regional 2 sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas insan humas dalam menghadapi perkembangan lanskap komunikasi yang semakin dinamis di era digital.


Kegiatan yang digelar di Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia, Ciawi 24-25 Juni  ini diikuti oleh perwakilan kehumasan dari seluruh cabang di lingkungan Pelindo Regional 2 tersebut menjadi sarana pembelajaran dan berbagi pengalaman dalam memperkuat fungsi komunikasi perusahaan.


Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, mengatakan bahwa peran humas saat ini semakin strategis karena tidak hanya bertugas menyampaikan informasi perusahaan, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang kredibel dan bernilai.


“Perkembangan teknologi digital membuat arus informasi bergerak semakin cepat. Karena itu, insan humas harus terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya agar mampu mengelola informasi secara profesional, akurat, dan relevan,” ujar Budi melalui keterangan tertulis, Kamis (25/6).


Menurutnya, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pola konsumsi informasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga efektivitas komunikasi perusahaan.


Budi menambahkan bahwa Pelindo Regional 2 berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan sumber daya manusia di bidang komunikasi sebagai bagian dari transformasi perusahaan.


“Kami ingin insan humas tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mampu menjadi strategic communicator yang memahami isu, membaca dinamika publik, dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” tambahnya.


Melalui forum ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai tren komunikasi digital, pengelolaan isu, strategi komunikasi korporasi, serta penguatan kapasitas kehumasan dalam mendukung tujuan bisnis perusahaan.


Pelindo Regional 2 berharap forum tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran berkelanjutan untuk menciptakan insan komunikasi yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan komunikasi di masa depan.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2). 

PT TERMINAL TELUK LAMONG CATAT THROUGHPUT 1,2 JUTA TEUs, TUMBUH 13%: PERKUAT JAWA TIMUR SEBAGAI GERBANG BARU NUSANTARA DAN HUB LOGISTIK INTERNASIONAL


 


SURABAYA (Mediabisnisnasional.com) – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) Group kembali mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang periode Januari–Mei 2026 dengan membukukan arus petikemas sebesar 1.205.540 TEUs, meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Pencapaian ini mempertegas peran TTL Group sebagai salah satu penggerak utama rantai pasok nasional sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai gerbang perdagangan Indonesia bagian timur yang semakin terhubung dengan jaringan logistik global.

 

Kontributor pertumbuhan terbesar berasal dari Terminal Petikemas (TPK) Teluk Lamong yang mencatat throughput 448.966 TEUs, meningkat 25% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 358.127 TEUs.

 

Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh lonjakan arus petikemas internasional yang mencapai 238.282 TEUs, atau meningkat 91% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 124.829 TEUs. Kinerja ini didukung oleh keberhasilan TPK Teluk Lamong melayani 15 kapal petikemas internasional adhoc sepanjang Januari hingga Mei 2026. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan perusahaan pelayaran global terhadap keandalan operasional, produktivitas terminal, serta kualitas layanan yang diberikan TTL.

 

Kinerja positif juga ditunjukkan oleh TPK Nilam yang membukukan throughput sebesar 221.807 TEUs, tumbuh 20% dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 184.099 TEUs.

 

Peningkatan tersebut merupakan hasil implementasi program Express Anchorage Zone Service (EAZI) melalui sinergi antara PT Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak dalam optimalisasi Penataan Zona Labuh 2 Surabaya. Program ini berhasil mempercepat proses perpindahan kapal dari area labuh menuju dermaga sehingga mampu meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat waktu pelayanan kapal, dan mendorong peningkatan frekuensi kunjungan kapal (ship call).

 

Sementara itu, TPK Berlian turut memberikan kontribusi positif dengan mencatat throughput 534.767 TEUs, meningkat 1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 528.970 TEUs. Pertumbuhan tersebut didominasi oleh peningkatan distribusi petikemas domestik menuju berbagai wilayah Indonesia bagian timur yang menjadi tulang punggung konektivitas logistik nasional.

 

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi operasional yang mengedepankan aspek keselamatan, efisiensi, digitalisasi, serta pelayanan pelanggan.

 

“Pertumbuhan kinerja hingga Mei 2026 menunjukkan bahwa strategi operasional yang kami jalankan berada pada jalur yang tepat. Melalui optimalisasi layanan kapal melalui program EAZI, peningkatan keandalan peralatan, penerapan planning & control yang disiplin, transformasi digital, serta penguatan budaya keselamatan kerja, kami berhasil meningkatkan produktivitas tanpa mengurangi kualitas layanan kepada pelanggan. Kepercayaan yang terus meningkat dari perusahaan pelayaran internasional menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan terminal yang semakin andal, efisien, aman, dan berdaya saing global.”

 

Sebagai bagian dari komitmen terhadap keunggulan operasional, TTL juga terus memperkuat implementasi budaya keselamatan melalui penyelenggaraan Safety Improvement Program pada Maret 2026. Program tersebut menegaskan komitmen perusahaan dalam memastikan setiap aktivitas operasional berjalan sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

 

Melalui implementasi Safety Induction, pemenuhan Minimum Safety Requirement, serta penguatan program Terminal Sterilization, perusahaan memastikan seluruh aktivitas bongkar muat berlangsung secara aman, efisien, dan minim risiko sehingga mendukung produktivitas terminal secara berkelanjutan.

 

Memasuki semester kedua tahun 2026, TTL Group optimistis mampu mempertahankan momentum pertumbuhan melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta perluasan konektivitas jaringan pelayaran domestik dan internasional.

 

Dengan meningkatnya kepercayaan pelanggan, bertambahnya layanan internasional, serta sinergi yang semakin kuat bersama seluruh ekosistem logistik nasional, TTL Group berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya rantai pasok yang lebih efisien, memperkuat daya saing logistik Indonesia, dan mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara sekaligus hub logistik internasional yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.


(Redaksi MBN.Com/Corcom TTL). 

Kamis, Juni 25, 2026

PT TIRT Fokus Ke Bisnis Angkutan Laut di 2026 Optimalkan Kinerja Operasional

 



JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) – PT Tirta Mahakam Resources Tbk ("TIRT"), emiten di sektor angkutan laut dalam negeri, terus membangun fondasi bisnisnya di sektor pelayaran setelah melakukan transformasi kegiatan usaha pada tahun lalu. Perseroan kini berfokus pada optimalisasi pemanfaatan armada kapal, peningkatan efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan, serta perbaikan posisi keuangan secara berkelanjutan guna menciptakan pertumbuhan usaha yang sehat dan berkesinambungan.


Tham Arvin Setyanto, Presiden Direktur PT Tirta Mahakam Resources Tbk, mengatakan, Transformasi menuju bisnis angkutan laut merupakan langkah penting dalam perjalanan TIRT. Pada tahun 2025, kami telah menyelesaikan berbagai perizinan yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan usaha angkutan laut, serta memperoleh sejumlah kontrak penyewaan kapal dengan pelanggan.


Dalam menjalankan bisnisnya, Perseroan menerapkan strategi bisnis berbasis Business-toBusiness (B2B) dengan mengedepankan captive market sebagai sumber penghasilan utama. Di saat yang sama, Perseroan tetap membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra strategis yang dapat mendukung pengembangan usaha serta sejalan dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.


"Saat ini industri angkutan laut sedang menghadapi tantangan utama berupa fluktuasi harga bahan bakar minyak yang dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global. Untuk menghadapi kondisi tersebut, kami terus melakukan optimalisasi pemanfaatan armada, memastikan seluruh kapal dalam kondisi laik laut, serta menerapkan pengendalian biaya operasional secara disiplin dan efisien. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan kegiatan usaha pelayaran dapat berjalan optimal sehingga dapat mendukung perbaikan posisi keuangan Perseroan secara berkelanjutan. Selain itu, kami juga akan terus membangun fondasi tata kelola yang kuat agar dapat menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan," tambah Tham Arvin Setyanto.

 

Rp 13,66 miliar

Transformasi yang dilakukan mulai menunjukkan hasil positif. Pada tahun buku 2025, TIRT membukukan pendapatan sebesar Rp13,66 miliar yang berasal dari pengoperasian 20 unit armada kapal. Pencapaian tersebut menjadi kontribusi awal segmen usaha angkutan laut terhadap kinerja Perseroan pasca transformasi. Momentum perbaikan kinerja tersebut berlanjut pada kuartal I2026. Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp26,6 miliar serta membukukan laba bersih sebesar Rp7,5 miliar.


Pada tanggal 24 Juni 2026, Perseroan juga telah menyelenggarakan RUPST dan RUPSLB. Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham telah menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku 2025, termasuk Laporan Direksi mengenai jalannya usaha Perseroan, Laporan Pengawasan Dewan Komisaris, Laporan Keuangan Tahunan yang telah diaudit, serta Laporan Keberlanjutan Perseroan.


Selain itu, para pemegang saham juga telah menyetujui seluruh mata acara RUPST dan RUPSLB yang telah disampaikan kepada publik dalam pemanggilan rapat. Ke depan, Perseroan akan melanjutkan upaya penguatan kegiatan usaha angkutan laut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, efisiensi operasional, dan tata kelola perusahaan yang baik. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung keberlangsungan usaha dan perbaikan fundamental Perseroan secara bertahap.


(Redaksi MBN.Com/Corcom TIRT).

PT Pelindo jasa Maritim (PJM) Melaksanakan Pelayanan Guna Dukung Pemindahan Rig di Balikpapan

 



BALIKPAPAN (Mediabisnisnasional.com)  - PT Pelindo jasa Maritim (PJM) melaksanakan kegiatam rig lepas pantai yang telah menyelesaikan operasinya di perairan Balikpapan berlangsung dengan aman dan lancar berkat dukungan layanan pemanduan dan penundaan dari PJM. Rig tersebut dipindahkan untuk selanjutnya diangkut kembali ke negara asal pemiliknya setelah menyelesaikan seluruh pekerjaan operasional di Indonesia.


Pelayanan pemindahan rig dilaksanakan pada Sabtu, 6 Juni 2026, mulai pukul 07.03 WITA hingga 12.40 WITA. Kegiatan pemanduan dipimpin oleh pandu Abdul Rahmat, yang memastikan proses pergerakan rig berjalan sesuai prosedur keselamatan dan ketentuan pelayaran yang berlaku.


Operasi penundaan melibatkan tiga armada kapal tunda, yakni TB Azzura Harbour dengan kekuatan mesin 4.000 horse power (HP), KT Venus Harbour dengan kekuatan 2.000 HP, serta TB HTS 18 dengan kekuatan 4.070 HP. Kolaborasi ketiga kapal tunda tersebut mendukung manuver pemindahan rig secara efektif dan terkendali.


“Pelaksanaan pelayanan kali ini merupakan bagian dari komitmen PJM untuk selalu meberikan service excellence kepada pengguna jasa. PJM tentunya memberikan pelayanan terbaik dengan juga memperhatikan aspek safety,” SVP Sekretaris Perusahaan PJM, Tubagus Patrick menerangkan.


Pemindahan rig ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pascaoperasi, mengingat unit rig telah menyelesaikan tugasnya di wilayah perairan Indonesia. Selanjutnya, rig akan dikembalikan ke negara asal pemiliknya. Kegiatan ini menunjukkan kesiapan layanan pemanduan dan penundaan dalam mendukung aktivitas industri migas lepas pantai serta menjamin kelancaran dan keselamatan pelayaran di wilayah kerja pelabuhan.


Pilot is number one, one of the best in Indonesia, the tugs are also capable enough,” ujar Captain Gilbert dari China Oilfield Services Limited (COSL), menerangkan bahwa Pandu PJM yang melayani pelayanan di Balikpapan merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.


Keberhasilan operasi ini diharapkan semakin memperkuat kepercayaan pengguna jasa terhadap pelayanan maritim yang profesional, andal, dan berorientasi pada keselamatan pelayaran.


(Redaksi  MBN.Com/Corcom PJM).