Pages

Jumat, Juni 19, 2026

IPCC atau PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk., Perkuat KAPABILITAS dan SPIRITUALITAS SDM Melalui REVITALISASI FASILITAS PENUNJANG

 



JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) mendorong penciptaan nilai melalui acara peresmian renovasi dan optimalisasi Dojo sebagai fasilitas pelatihan internal perusahaan, sekaligus peresmian Musholla Al Mawqif di kantor pusat IPCC Jakarta, Tanjung Priok. Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur Operasi dan Teknik, Bagus Dwipoyono serta Direktur Keuangan, SDM, & Manajemen Risiko, Wing Megantoro bersama seluruh jajaran manajemen dan pekerja perusahaan. 


Renovasi dan optimalisasi Dojo dilakukan dalam rangka meningkatkan dan menjaga kompetensi seluruh sumber daya manusia IPCC agar siap menghadapi tantangan industri kepelabuhanan yang semakin kompetitif dan sebagai wadah untuk menerapkan budaya continuous improvement tidak hanya pada bidang operasional namun juga seluruh mata rantai kepelabuhanan sementara Musholla Al Mawqif hadir sebagai ruang spiritual yang melengkapi kebutuhan rohani seluruh karyawan di lingkungan kerja. Kedua inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen IPCC dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga kuat secara karakter dan nilai.


Adapun fasilitas yang dilakukan peningkatan di Dojo meliputi, Ruang Simulator yang disesuaikan dengan pengembangan teknologi terkini, Ruang Safety Education, Ruang Trainer, Ruang Pembelajaran yang dapat menampung lebih dari 50 orang dalam sekali sesi serta Ruang Ibadah yang lebih nyaman. Optimalisasi juga dilakukan agar selaras dengan standar kompetensi internasional di bidang kepelabuhanan dan logistik otomotif sesuai dengan tagline baru IPCC Integrated Auto Solutions. Hasilnya adalah sebuah fasilitas pelatihan yang tidak hanya lebih baik secara fisik, tetapi juga jauh lebih fungsional dan inspiratif sebagai ruang pengembangan diri setiap talenta-talenta terbaik IPCC sehingga secara nyata menjalankan semangat melayani sepenuh hati kepada para pengguna jasa.


"Renovasi Dojo ini bukan sekadar pembaruan fisik, melainkan komitmen IPCC untuk menempatkan pengembangan kompetensi karyawan sebagai prioritas strategis. Kami percaya bahwa manpower yang terlatih dengan baik adalah fondasi dari layanan operasional yang andal, efisien, dan berstandar internasional. Dengan fasilitas Dojo yang telah dioptimalkan ini, kami optimis mampu mencetak tenaga-tenaga profesional yang siap menghadapi tantangan industri logistik otomotif yang terus berkembang." ujar Bagus Dwipoyono.


Bersamaan dengan renovasi Dojo, IPCC juga meresmikan Musholla Al Mawqif sebagai fasilitas ibadah resmi yang melengkapi kebutuhan spiritual seluruh karyawan pengguna jasa yang berada di lingkungan perusahaan dalam beraktivitas sehari-hari. Nama Al Mawqif yang bermakna “tempat perhentian” dipilih untuk merefleksikan fungsi musholla sebagai ruang jeda di tengah dinamika pekerjaan sebagai tempat setiap insan dapat berhenti sejenak, menenangkan hati, memperkuat spiritualitas, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Peresmian musholla ini turut diisi dengan kegiatan TJSL pemberian santunan kepada anak yatim disekitar area perusahaan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penguatan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Musholla ini dilengkapi dengan tempat wudhu, ruang shalat yang luas dan nyaman, serta fasilitas pendukung untuk kegiatan kajian keagamaan dan pembinaan spiritual karyawan. Dengan rampung dan diresmikannya Musholla Al Mawqif IPCC kegiatan IPCC Mengaji dapat dilakukan terpusat dan lebih nyaman pelaksanaannya. Kehadiran Musholla Al Mawqif menegaskan komitmen IPCC dalam menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya mendukung produktivitas, tetapi juga keseimbangan antara kebutuhan profesional dan spiritual setiap karyawan.


“Lebih dari sekadar fasilitas, musholla ini diharapkan menjadi tempat yang menenangkan, tempat setiap karyawan dapat sejenak melepaskan penat, memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta, serta menemukan ketenangan di tengah aktivitas sehari-hari. Peresmian Musholla ini juga diharapkan menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan rasa syukur perlu senantiasa hidup dalam lingkungan kerja. Manajemen berharap kehadiran Musholla ini tidak hanya membawa manfaat bagi mereka yang beribadah di dalamnya, tetapi juga menjadi sumber keberkahan, mempererat tali silaturahmi, dan menumbuhkan semangat untuk terus berbagi kebaikan kepada sesama.” tutup Wing Megantoro.


(Redaksi MBN.Com/Corcom IKT Tbk.).

Terminal Teluk Lamong atau TTL Perkuat KAPASITAS SDM Untuk HADIRKAN PELAYANAN PRIMA dan PENGALAMAN PELANGGAN Yang LEBIH BAIK

 


SURABAYA (mediabisnisnasional.com) - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bekerja sama dengan PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI) menyelenggarakan pelatihan “Komunikasi Efektif untuk Pelayanan Prima” pada 18–19 Juni 2026 di Hotel Aloft Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperkuat budaya pelayanan prima di seluruh lini organisasi.


Pelatihan diikuti oleh 40 pegawai TTL Group mulai dari staf hingga senior leader. Program ini bertujuan membangun kesamaan persepsi bahwa kualitas pelayanan merupakan tanggung jawab bersama dalam mendukung kepuasan pelanggan, peningkatan daya saing perusahaan, serta keberlanjutan kinerja bisnis.


Sebagai operator terminal peti kemas yang berorientasi pada kualitas layanan, TTL memandang kemampuan berkomunikasi secara efektif sebagai salah satu kompetensi utama dalam menciptakan pengalaman pelanggan (customer experience) yang unggul. Dalam industri kepelabuhanan dan logistik yang memiliki tingkat interaksi tinggi dengan pengguna jasa, kualitas komunikasi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan, menjaga hubungan jangka panjang, serta memberikan solusi yang cepat dan tepat bagi pelanggan.


Namun demikian, pelayanan prima tidak hanya menjadi tanggung jawab fungsi Customer Service atau Customer Care semata. Seluruh unit kerja memiliki peran yang sama pentingnya dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang positif, mulai dari operasional, perencanaan (planner), operation support, hingga fungsi Quality, Health, Safety, Security and Environment (QHSSE).


Dalam sambutan pembukaan, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan harus berjalan seiring dengan pertumbuhan kinerja operasional perusahaan.


“TTL saat ini mencatat pertumbuhan throughput yang sangat signifikan. Seiring dengan meningkatnya volume arus petikemas, tantangan pelayanan juga semakin kompleks. Ekspektasi pelanggan terus meningkat dan berbagai masukan yang kami terima harus menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk terus melakukan perbaikan,” ujar David.


Menurutnya, kondisi tersebut harus dijawab melalui kesiapan seluruh insan perusahaan dalam memberikan pelayanan yang cepat, responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.


“Service excellence bukan hanya tanggung jawab fungsi Customer Service, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh pegawai PT Terminal Teluk Lamong. Setiap insan TTL, baik yang berada di lini operasional maupun fungsi pendukung, memiliki kontribusi dalam membentuk pengalaman pelanggan. Dengan semangat kolaborasi dan budaya melayani dengan hati, saya yakin TTL mampu menghadirkan layanan yang konsisten, responsif, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pengguna jasa,” tambah David.


Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep service excellence, teknik membangun kesan pertama yang positif, komunikasi verbal dan nonverbal yang efektif, etika pelayanan melalui berbagai media komunikasi, hingga strategi penanganan keluhan pelanggan secara profesional, objektif, dan berorientasi pada solusi. Pelatihan juga dikemas secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, simulasi, dan praktik langsung agar peserta dapat mengaplikasikan materi dalam situasi kerja sehari-hari.


Melalui kolaborasi bersama PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia, TTL berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh dalam aktivitas operasional sehari-hari. Penguatan kapasitas SDM ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kepuasan dan loyalitas pelanggan, serta mendukung transformasi TTL sebagai terminal peti kemas modern yang andal, profesional, dan berdaya saing global.


“Karena pada akhirnya, keberhasilan operasional tidak hanya diukur dari produktivitas, tetapi juga dari bagaimana pelanggan merasakan kualitas layanan yang kita berikan.” tutup David.


(Redaksi MBN.Com/Corcom Terminal Teluk Lamong).

 

Kamis, Juni 18, 2026

Dukung Ekspansi Industri Baja Nasional ke Pasar Global, Pelindo Regional 2 Banten Fasilitasi Pengiriman Ekspor Melalui Pelabuhan Ciwandan







BANTEN (Mediabisnisnasional.com) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten menegaskan portofolionya sebagai simpul logistik strategis yang andal dalam mendukung ekspansi industri baja nasional ke pasar global. Melalui kelengkapan fasilitas dan keunggulan operasional di Pelabuhan Ciwandan, Pelindo Regional 2 Banten terus berusaha memfasilitasi kelancaran arus ekspor komoditas logam berat yang menjadi salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional.


Keandalan layanan kepelabuhanan tersebut dibuktikan melalui pencapaian kinerja operasional yang terus meningkat. Sepanjang tahun 2025, Pelabuhan Ciwandan sukses melayani pengiriman produk baja dengan total volume mencapai 99.675,63 Metric Ton (MT) tujuan luar negeri yang terdiri dari 56.057,79 MT (56,2%) steel coil dan 43.617,84 MT (43,8%) steel plate.


Sebagai bagian dari portofolio layanannya, Pelindo Regional 2 Banten juga berhasil memfasilitasi pengiriman ekspor produk baja menuju pasar Australia. Langkah strategis ini terwujud melalui kolaborasi dan kemitraan yang kuat bersama pengguna jasa DITH Australia Pty. Ltd., yang mempercayakan kelancaran rantai pasok logistiknya melalui fasilitas Pelabuhan Ciwandan.


General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, menyampaikan bahwa capaian operasional ini merupakan wujud nyata dari kesiapan infrastruktur dermaga dan kompetensi sumber daya manusia di Pelabuhan Ciwandan dalam menangani general cargo maupun heavy cargo berskala internasional.


"Keberhasilan menangani puluhan ribu ton komoditas baja tujuan internasional sepanjang tahun lalu membuktikan kapasitas dan keandalan operasional Pelabuhan Ciwandan. Hal ini adalah wujud komitmen kami dan para stakeholder untuk terus menghadirkan layanan yang efektif, efisien dan berfokus pada kebutuhan pengguna jasa," ujar Benny Ariadi.


Tidak hanya layanan ekspor, Pelindo Regional 2 Banten juga mendukung industri baja nasional melalui impor produk material baja setengah jadi seperti steel billet, steel bloom, dan steel slab yang berfungsi untuk bahan baku industri produk baja nasional. Sepanjang 2025, 719.631,84 Metric Ton (MT) material baja tersebut masuk ke Indonesia melalui gerbang Pelabuhan Ciwandan yang kemudian akan didistribusikan ke berbagai industri baja di Tanah Air.


Selain itu, distribusi produk baja di dalam negeri melalui Pelabuhan Ciwandan juga tak kalah signifikan. Sebanyak 132.679,95 Metric Ton (MT) kargo baja didistribusikan ke berbagai tujuan domestik sepanjang tahun 2025.


Benny menjelaskan bahwa penanganan kargo baja menuntut tingkat presisi yang tinggi, ketersediaan alat berat yang mumpuni, serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat. Kinerja positif ini tidak lepas dari sinergi yang terbangun erat dengan para mitra pengguna jasa, perusahaan pelayaran, serta seluruh pemangku kepentingan terkait di lingkungan pelabuhan.


"Ke depan, Pelindo Regional 2 Banten akan terus meningkatkan kualitas layanan dan kesiapan fasilitas guna mengakomodasi peningkatan volume ekspor industri baja dan general cargo lainnya. Tentunya, hal ini akan lebih mudah untuk diwujudkan dengan adanya dukungan dari seluruh stakeholder demi pertumbuhan dan keberlangsungan bisnis ke depannya," tutup Benny Ariadi.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2 Banten).

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara Buat Kesepakatan Bersama Penanganan Permasalahan Hukum Perdata



JAKARTA TANJUNG PRIOK (Mediabisnisnasional.com) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok dan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara resmi menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Bantuan Penanganan Permasalahan di Bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara. Penandatanganan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antarlembaga guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing pihak, sekaligus memperkokoh penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan kepastian hukum dalam penyelenggaraan kegiatan kepelabuhanan.


Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, dihadiri oleh Executive General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok serta Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara beserta jajaran. Kesepakatan bersama ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah terjalin selama ini dan diharapkan dapat semakin mempererat koordinasi serta kolaborasi strategis di bidang hukum.


Melalui kesepakatan ini, kedua belah pihak akan bersinergi dalam pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, pelayanan hukum, serta tindakan hukum lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dukungan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara diharapkan dapat memberikan pendampingan hukum yang komprehensif bagi perusahaan dalam menghadapi berbagai dinamika dan tantangan hukum yang berkembang.


Executive General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat aspek kepatuhan dan mitigasi risiko hukum di lingkungan perusahaan.


"Sinergi yang telah terjalin dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara selama ini memberikan kontribusi positif dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas perusahaan. Melalui penandatanganan kesepakatan bersama ini, kami berharap kolaborasi yang telah dibangun dapat semakin kuat, sehingga mampu menghadirkan kepastian hukum, meningkatkan efektivitas penyelesaian permasalahan di bidang perdata dan tata usaha negara, serta mendukung terwujudnya tata kelola perusahaan yang semakin akuntabel dan berintegritas," ujarnya.


Kesepakatan bersama ini berlaku selama satu tahun dan diharapkan dapat diimplementasikan secara optimal melalui koordinasi yang berkelanjutan, komunikasi yang intensif, serta berbagai bentuk pendampingan hukum yang konstruktif. Ke depan, sinergi antara Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara diharapkan tidak hanya memperkuat aspek hukum perusahaan, tetapi juga memberikan nilai tambah dalam mendukung kelancaran operasional dan pengembangan bisnis kepelabuhanan yang berkelanjutan.


Sebagai gerbang utama logistik nasional, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok terus berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk aparat penegak hukum, guna mewujudkan pengelolaan pelabuhan yang profesional, transparan, dan berintegritas. Melalui penguatan sinergi ini, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok optimistis dapat terus menghadirkan layanan kepelabuhanan yang andal dan berdaya saing, sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2 Tanjung Priok).

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara



JAKARTA INDONESIA (Mediabisnisnasional.com, 17 Juni 2026) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp7,81 triliun sepanjang tahun buku 2025, meningkat 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi tersebut berasal dari setoran pajak, dividen, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta pembayaran konsesi. Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan pada Rabu (17/6).


Sejalan dengan peningkatan kontribusi kepada negara, Pelindo juga membukukan kinerja usaha yang positif. Sepanjang tahun 2025, perusahaan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp35,48 triliun, tumbuh 9% dibandingkan tahun sebelumnya, yang ditopang oleh pertumbuhan aktivitas kepelabuhanan serta peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional di berbagai pelabuhan yang dikelola Pelindo.


Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari transformasi yang terus dijalankan perusahaan untuk memperkuat daya saing pelabuhan nasional.


"Capaian ini merupakan hasil dari upaya transformasi yang terus dijalankan Pelindo untuk meningkatkan kualitas layanan, produktivitas operasional, serta memberikan nilai tambah yang lebih luas bagi negara dan masyarakat," ujar Achmad.


Pertumbuhan kinerja tersebut juga tercermin pada indikator operasional sepanjang tahun 2025. Arus peti kemas tercatat mencapai 19,8 juta TEUs, tumbuh 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, arus kapal mencapai 1,42 miliar GT dan arus penumpang mencapai 20,4 juta orang, masing-masing meningkat 1% dan 5% dibandingkan tahun lalu.


Momentum positif tersebut berlanjut pada tahun 2026. Hingga Mei 2026, Pelindo kembali mencatatkan pertumbuhan pada sejumlah indikator operasional dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Arus peti kemas hingga Mei 2026 mencapai 8,21 juta TEUs atau tumbuh 7% secara year-on-year (YoY). Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan arus peti kemas internasional sebesar 10%, sementara arus domestik tumbuh 4%.


Pada periode yang sama, kunjungan kapal tercatat mencapai 563 juta GT, meningkat 1%, sedangkan arus penumpang mencapai 9,45 juta orang, tumbuh 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Menurut Achmad, capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas logistik, perdagangan, dan mobilitas masyarakat melalui pelabuhan tetap terjaga positif di tengah dinamika ekonomi global dan perdagangan internasional.


"Pertumbuhan kinerja pada awal tahun 2026 menunjukkan bahwa transformasi Pelindo berada pada jalur yang tepat. Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan, meningkatkan daya saing pelabuhan nasional, serta mendukung kelancaran rantai pasok dan pertumbuhan ekonomi Indonesia," tambahnya.


Melalui RUPST Tahun Buku 2025, Pelindo juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program strategis yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas layanan pelabuhan, digitalisasi proses bisnis, serta peningkatan konektivitas maritim.


Berbagai inisiatif tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat peran Pelindo sebagai penggerak konektivitas nasional, sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi negara, pengguna jasa, dan seluruh pemangku kepentingan.


(Redaksi MBN.Com/Humas Hubla).

Rabu, Juni 17, 2026

Momentum Hari Dermaga Nasional, Melihat Infrastruktur Andal Pelabuhan Ciwandan Sebagai Penopang Simpul Logistik Nasional

 

 

 



BANTEN (Mediabisnisnasional.com) – Dalam momentum Hari Dermaga Nasional, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten mengenalkan infrastruktur andal Pelabuhan Ciwandan sebagai penopang aktivitas kepelabuhanan dan logistik nasional. Infrastruktur tersebut mencakup fasilitas perairan, pelindung pelabuhan, fasilitas tambat, hingga area daratan yang saling terintegrasi untuk mendukung kelancaran arus kapal dan barang. Hal ini menjadi bagian dari komitmen Pelindo Banten dalam menghadirkan layanan pelabuhan yang aman, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan bisnis pengguna jasa.


Sebagai salah satu pelabuhan strategis di Provinsi Banten, Pelabuhan Ciwandan didukung berbagai fasilitas tambat seperti dermaga, jetty, bollard, dan breasting dolphin yang berfungsi menunjang proses sandar kapal secara aman dan lancar. Keandalan infrastruktur tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga kelancaran aktivitas bongkar muat serta mendukung pergerakan logistik yang menjadi urat nadi pertumbuhan ekonomi.


Tidak hanya melayani kapal niaga, dermaga yang dikelola Pelindo Regional 2 Banten juga memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah pada periode angkutan musiman seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) maupun Angkutan Lebaran. Kehadiran infrastruktur yang memadai mendukung pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal, khususnya saat terjadi peningkatan mobilitas penumpang dan distribusi barang.


“Dermaga bukan hanya tempat kapal bersandar, tetapi menjadi titik temu yang menghubungkan aktivitas ekonomi, distribusi logistik, dan mobilitas masyarakat. Karena itu, kami terus menjaga keandalan infrastruktur agar pelayanan dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat bagi banyak pihak,” kata General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi.


Kinerja operasional Pelabuhan Ciwandan turut menunjukkan kontribusi nyata infrastruktur tersebut terhadap aktivitas kepelabuhanan. Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, Pelabuhan Ciwandan telah melayani 489 kunjungan kapal dengan total arus kargo mencapai 1.857.275 ton. Dari jumlah tersebut, kargo curah kering mendominasi sekitar 58,4 persen dari total volume yang ditangani, menunjukkan peran penting pelabuhan dalam mendukung distribusi berbagai komoditas strategis.


“Capaian operasional ini menjadi bukti bahwa infrastruktur yang terawat dan dikelola dengan baik mampu mendukung kelancaran layanan pelabuhan. Ke depan, kami akan terus memperkuat kualitas pelayanan dan memastikan Pelabuhan Ciwandan dapat menjadi mitra yang andal bagi dunia usaha maupun masyarakat dengan melayani sepenuh hati,” tutup Benny Ariadi.


Selain itu, Pelindo Regional 2 Banten menjamin kelancaran layanan dan bisnis melalui penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat. Hal ini sangat penting mengingat operasional di wilayah pelabuhan harus menerapkan manajemen operasional zero mistake untuk menjaga kelangsungan bisnis perusahaan dan para mitra.


Melalui momentum Hari Dermaga Nasional, Pelindo Regional 2 Banten menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kepelabuhanan yang berkualitas melalui pengelolaan infrastruktur yang andal, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa. Dengan dukungan fasilitas yang terus dijaga keandalannya, Pelabuhan Ciwandan diharapkan dapat terus berkontribusi dalam memperkuat konektivitas logistik serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2).

 

IPC Terminal Petikemas Cabang Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

 



JAMBI (Mediabisnisnasional.com) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke Mesir melalui layanan terminal petikemas yang andal dan terintegrasi di Terminal Petikemas Talang Duku. Pengiriman sebanyak 19,2 ton green bean kopi robusta ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar internasional bagi komoditas unggulan Provinsi Jambi sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.


Pengiriman kopi robusta Kerinci ke Mesir berlangsung di tengah tren positif kinerja ekspor komoditas perkebunan Provinsi Jambi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, nilai ekspor kelompok komoditas kopi, teh, dan rempah-rempah meningkat dari US$1,12 juta pada Maret 2026 menjadi US$2 juta pada April 2026. Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin terbukanya peluang pasar internasional bagi komoditas unggulan daerah sekaligus menunjukkan daya saing produk asal Jambi yang terus meningkat di pasar global.


Kegiatan pelepasan ekspor turut dihadiri oleh perwakilan Bea Cukai Jambi, Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Provinsi Jambi, Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kota Sungai Penuh, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi wujud kolaborasi dalam mendorong komoditas unggulan Jambi agar semakin kompetitif dan mampu menjangkau pasar internasional yang lebih luas.


Terminal Head IPC TPK Area Jambi, Wedhar Tani Aji S, mengatakan bahwa pengiriman kopi robusta Kerinci ke Mesir menjadi salah satu bukti bahwa komoditas unggulan daerah memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar global apabila didukung oleh ekosistem logistik yang terintegrasi. "Pengiriman kopi robusta Kerinci ke Mesir menjadi bukti bahwa komoditas unggulan daerah memiliki daya saing di pasar global. Kami memastikan kesiapan layanan terminal dan logistik agar proses ekspor dapat berjalan lancar, efisien, dan tepat waktu sehingga mendukung pertumbuhan perdagangan internasional dari Jambi," ujar Wedhar.


Ia menambahkan bahwa Jambi memiliki beragam komoditas unggulan yang berpotensi untuk terus dikembangkan di pasar ekspor, mulai dari kopi, kayu manis, pinang, karet, hingga berbagai produk turunan perkebunan lainnya. Kehadiran layanan logistik yang efisien diharapkan dapat menjadi penghubung bagi produk-produk lokal untuk menjangkau pasar internasional secara lebih luas.


"Pada prinsipnya, pelabuhan siap mendukung pertumbuhan ekspor komoditas unggulan asal Jambi. Tidak hanya kopi, masih banyak potensi daerah yang dapat terus dikembangkan bersama. Tentunya hal ini membutuhkan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas bisnis, serta seluruh pemangku kepentingan agar potensi tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian daerah," tambahnya.


Sebagai salah satu gerbang logistik utama di Provinsi Jambi, Terminal Petikemas Talang Duku terus berperan dalam mendukung kelancaran arus barang ekspor dan impor. Melalui layanan kepelabuhanan dan logistik yang terintegrasi, IPC TPK Area Jambi senantiasa meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional guna memberikan kemudahan akses pasar bagi pelaku usaha serta memperkuat peran Pelabuhan Talang Duku sebagai gerbang ekspor komoditas unggulan Jambi ke berbagai negara tujuan.


(Redaksi MBN.Com/Corcom IPC TPK).

Selasa, Juni 16, 2026

Selamat Atas Anugerahnya, Direktur Utama PTP NonPetikemas, Indra Hidayat Sani, Terima Gelar Kehormatan Kanjeng Raden Tumenggung dari Keraton Surakarta

 



SURAKARTA INDONESIA (Mediabisnisnasional.com) -  Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) atau PTP Nonpetikemas Indra Hidayat Sani, menerima penganugerahan gelar kehormatan bangsawan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Selasa tanggal 15 Juni 2026 di Keraton Solo.


Melalui penganugerahan tersebut, Indra Hidayat Sani secara resmi memperoleh nama kehormatan Kanjeng Raden Tumenggung Indra Hidayat Sani Kartodipuro, yang merepresentasikan amanah kepemimpinan, pengabdian, serta nilai kebermanfaatan yang dijunjung dalam tradisi Keraton. Selain itu juga sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, kontribusi serta peran PTP Nonpetikemas dalam perekonomian negara dan mendukung kelancaran rantai pasok logistik nasional melalui pelayanan bongkar muat yang andal dan berkelanjutan.


Prosesi penganugerahan ini bertepatan dengan rangkaian peringatan Malam 1 Suro, yang dalam tradisi Jawa dimaknai sebagai momentum refleksi, perenungan, dan pembaruan niat dalam menjalankan amanah. Gelar diberikan  oleh Sri Susuhunan Pakubuwono XIV Purbaya sebagai bagian dari pelestarian nilai budaya dan penghormatan kepada tokoh yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.


Dalam tradisi budaya Keraton, gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) merupakan bentuk penghormatan yang diberikan kepada figur yang dipandang memiliki keteladanan, dedikasi, kontribusi, serta kemampuan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Gelar ini juga diberikan kepada sosok yang dinilai turut menghidupkan nilai dan semangat budaya Nusantara melalui karya, kepemimpinan, maupun pengabdiannya di bidang masing-masing.


Penganugerahan tersebut turut membawa pesan bahwa keberadaan Keraton tetap relevan sebagai penjaga nilai, identitas, dan warisan budaya bangsa. Melalui penghargaan kepada berbagai tokoh dari lintas sektor, Keraton ingin terus menghadirkan nilai-nilai luhur budaya dalam kehidupan modern sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat bahwa budaya bukan hanya untuk dilestarikan, tetapi juga untuk dihidupkan melalui kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.


Bagi PTP, penghormatan ini menjadi dorongan untuk terus memperkuat peran perusahaan dalam ekosistem logistik nasional melalui pelayanan bongkar muat yang optimal, efisien, dan berintegritas. Sebagai operator terminal nonpetikemas, PTP memiliki peran strategis dalam bongkar muat barang di pelabuhan yang memastikan kelancaran arus komoditas nasional, mulai dari kebutuhan industri, energi, konstruksi, pangan dan kebutuhan masyarakat lainnya. Peran pelabuhan dalam konteks tersebut menjadi simpul utama yang menghubungkan aktivitas produksi, distribusi, dan perdagangan. Efektivitas layanan kepelabuhanan menjadi faktor penting dalam menekan biaya logistik, meningkatkan daya saing, menjaga kesinambungan rantai pasok, serta mendorong pertumbuhan ekonomi negara.


Melalui pengelolaan terminal nonpetikemas yang andal dan berkelanjutan, PTP berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat konektivitas dan mendukung pembangunan ekonomi Indonesia.


(Redaksi MBN.Com/Corcom PTP Nonpetikemas).

Senin, Juni 15, 2026

BKI bersama BPKP menggelar Workshop Pendampingan Self Assessment GCG

 



JAKARTA INDONESIA (Mediabisnisnasional.com) – PT Biro Klasifikasi Indonesia atau PT BKI (Persero) baru baru ini  bersama BPKP menggelar Workshop Pendampingan Self Assessment GCG di Kantor Pusat BKI, Jakarta.


Kegiatan ini menjadi langkah awal persiapan Self Assessment Penilaian GCG BKI Tahun 2025.
Melalui workshop ini, BKI memperkuat pemahaman tentang tata kelola yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.


Dari BKI, hadir Tim Asesor Internal. Dari BPKP, hadir Koordinator Pengawasan Badan Usaha Manufaktur Hieronymus Saktyo Pranggono dan Pengendali Teknis Agus Setyono, didampingi jajaran tim BPKP.


Sinergi ini menjadi komitmen BKI untuk terus menghadirkan kinerja yang unggul dan berkelanjutan.
Mari dukung langkah BKI menuju tata kelola perusahaan yang semakin baik!


(Redaksi MBN.Com).

Pelindo Regional 4 Cetak Kinerja Positif, Trafik Penumpang Melesat 10,2%



MAKASSAR (Mediabisnisnasional.com)  – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 bersama Anak Usaha Pelindo mencatat kinerja operasional yang tetap positif hingga periode Januari–Mei 2026. Pertumbuhan terjadi pada arus peti kemas dan arus penumpang secara konsolidasi, sementara sejumlah pelabuhan berhasil mencatatkan kinerja terbaik di masing-masing indikator operasional, menunjukkan daya tahan aktivitas logistik dan transportasi laut di kawasan timur Indonesia.


Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, mengatakan bahwa capaian positif tersebut mencerminkan efektivitas strategi operasional yang dijalankan perusahaan dalam menjaga kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat di wilayah kerja Regional 4.


“Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan dinamika perdagangan, kami tetap mampu menjaga pertumbuhan pada sejumlah indikator utama. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem kepelabuhanan di Regional 4 terus bergerak positif dan memberikan kontribusi terhadap konektivitas nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia,” ujar Abdul Azis.


Berdasarkan data kinerja operasional konsolidasi Regional 4 bersama Anak Usaha Pelindo hingga Mei 2026, arus peti kemas tercatat mencapai pertumbuhan 2,1% secara year-on-year (YoY). Peningkatan tersebut didorong oleh sejumlah pelabuhan yang membukukan performa tinggi, yakni Kendari sebagai pelabuhan dengan pertumbuhan terbaik berkat tambahan throughput peti kemas dari layanan PT Meratus, disusul Merauke yang terdorong proyek strategis nasional di Papua Selatan, Manokwari yang memperoleh tambahan trafik dari pembangunan sejumlah fasilitas publik, Sorong dengan peningkatan aktivitas transshipment, serta Parepare yang mencatat tambahan arus peti kemas untuk kegiatan muat beras dan bongkar kebutuhan pokok.


Pada indikator arus penumpang, Regional 4 bersama Anak Usaha Pelindo mencatat pertumbuhan yang lebih kuat, yakni 10,2%, YoY. Kinerja tersebut ditopang oleh meningkatnya aktivitas penumpang di sejumlah pelabuhan utama. 


Kendari menjadi pelabuhan dengan capaian terbaik setelah dibukanya rute baru Kendari–Wawonii melalui Pangkalan Perahu. Selanjutnya Balikpapan mencatat lonjakan penumpang selama periode mudik dan libur panjang, diikuti Ambon yang mengalami peningkatan aktivitas penumpang kapal Pelni dan kapal perintis, Ternate yang terbantu penerapan sistem tiket elektronik, serta Parepare yang memperoleh kenaikan signifikan selama musim mudik Lebaran.


Sementara itu pada arus kapal secara konsolidasi, realisasi pertumbuhannya mencapai 6% YoY, mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pelayanan kapal di wilayah Regional 4. Sejumlah pelabuhan bahkan menunjukkan kinerja yang sangat baik, dipimpin Balikpapan yang memperoleh peningkatan aktivitas kapal tongkang batubara dan kapal penumpang. Posisi berikutnya ditempati Ternate yang mencatat tambahan arus kapal penumpang dan kegiatan Lawui, Samarinda yang mengalami peningkatan kunjungan tugboat dan tongkang di kawasan Muara Muntai dan Muara Pegah, Bontang yang bertumbuh pada segmen kapal curah dan tugboat-tongkang, serta Ambon yang memperoleh peningkatan aktivitas kapal ro-ro, kapal penumpang, dan kapal pengangkut BBM.


Lima pelabuhan dengan kinerja arus kapal terbaik adalah Balikpapan, Ternate, Samarinda, Bontang, dan Ambon. Pada arus peti kemas, lima pelabuhan terbaik yaitu Kendari, Merauke, Manokwari, Sorong, dan Parepare. Sedangkan untuk arus penumpang, lima pelabuhan dengan kinerja tertinggi terdiri atas Kendari, Balikpapan, Ambon, Ternate, dan Parepare.


Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menuturkan bahwa capaian tersebut menunjukkan keberhasilan sinergi antara Regional 4 dan Anak Usaha Pelindo dalam mengoptimalkan pelayanan operasional di seluruh pelabuhan.


“Kami terus melakukan penguatan layanan operasional, peningkatan kinerja dan produktivitas, serta pemanfaatan peluang pasar di setiap wilayah kerja. Hasilnya terlihat dari pertumbuhan arus peti kemas dan penumpang yang positif serta kemampuan sejumlah pelabuhan mencatatkan kinerja terbaik di masing-masing sektor layanan,” kata Yusida.


Menurutnya, Pelindo Regional 4 akan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kapal, barang, dan penumpang melalui penguatan infra dan suprastruktur, digitalisasi layanan, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan konektivitas logistik nasional berjalan semakin efisien dan kompetitif.


(Redaksi MBN.Com).

BKI dapat Anugerah Penghargaan Indonesia Logistic Innovation Award 2026

 



JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) - PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI meraih Anugerah Penghargaan Indonesia Logistic Innovation Award 2026 yang diselenggarakan oleh Tender Indonesia melalui Forum Sinergi dan Inovasi Industri (FSII) di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi BKI dalam pengembangan transformasi digital melalui Maritime Cloud Platform.


Penghargaan ini diterima langsung oleh Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya BKI, R. Agus Doddy Dwi Sagita. BKI memperoleh penghargaan pada kategori Digital Transformation Through Maritime Cloud Platform Innovation.


Maritime Cloud Platform (MCP) merupakan solusi ekosistem digital yang mengintegrasikan berbagai layanan maritim dalam satu platform. Inisiatif ini dirancang untuk mendukung efisiensi dan kemudahan akses layanan di sektor maritim melalui pendekatan digital yang lebih terhubung dan terintegrasi.

Forum Sinergi dan Inovasi Industri (FSII) merupakan wadah kolaborasi antara peneliti, akademisi, dan dunia usaha untuk mendorong lahirnya inovasi yang berkelanjutan. Dalam forum tersebut, inisiatif BKI dinilai menjadi salah satu contoh penerapan transformasi digital di bidang layanan logistik dan maritim.

Melalui penghargaan ini, BKI menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi digital serta pengembangan inovasi layanan di sektor maritim nasional.


(Redaksi MBN.Com).

BKI Refreshment Advance Bulk Carrier




JAKARTA (Mediabisnisnasional.com) - Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan memastikan keselarasan pemahaman terhadap perkembangan industri maritim, telah dilaksanakan kegiatan Refreshment Advance Bulk Carrier yang diikuti oleh para surveyor dan personel terkait.


Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperdalam pengetahuan teknis, berbagi pengalaman lapangan, serta memperkuat pemahaman terhadap standar dan persyaratan klasifikasi kapal bulk carrier. Melalui diskusi interaktif dan sesi pembelajaran yang komprehensif, peserta memperoleh pembaruan informasi yang relevan guna mendukung pelaksanaan tugas secara profesional dan berkualitas.

Terima kasih kepada seluruh peserta dan narasumber atas partisipasi serta kontribusinya dalam menyukseskan kegiatan ini. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat memberikan nilai tambah dalam mendukung layanan terbaik bagi pelanggan dan industri maritim nasional.

(Redaksi MBN.Com).

Sabtu, Juni 13, 2026

Pelindo Pusat Dukung Restorasi Terumbu Karang dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Labuan Bajo


 

LABUAN BAJO (Medisbisnisnasional.com) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat komitmen pelestarian ekosistem laut melalui program rehabilitasi terumbu karang di perairan sekitar Pulau Hanita, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Program yang dilaksanakan bersama CECT Sustainability Trisakti dan Yayasan Peduli Indonesia pada periode 2024–2026 ini menjadi bagian dari upaya Perusahaan mendukung keberlanjutan lingkungan pesisir sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem laut.

 
Direktur Hubungan Kelembagaan, Hendri Ginting mengatakan bahwa pelestarian ekosistem laut merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

 
“Pelindo memandang laut bukan hanya sebagai ruang konektivitas, tetapi juga sebagai ekosistem yang perlu dijaga keberlanjutannya. Melalui program rehabilitasi terumbu karang di Pulau Hanita, kami ingin berkontribusi dalam menjaga keseimbangan lingkungan laut sekaligus memperkuat peran masyarakat pesisir dalam upaya pelestarian yang berkelanjutan,” ujar Hendri.

 
Program rehabilitasi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada periode 2024–2025 menggunakan 25 unit substrat melalui transplantasi sebanyak 3.250 fragmen karang pada area rehabilitasi seluas 4.500 meter persegi. Selanjutnya, tahap kedua dilaksanakan pada periode 2025–2026 dengan 25 unit substrat tambahan, jumlah fragmen, dan luasan rehabilitasi yang sama.

 
Dengan demikian, total program rehabilitasi mencakup 50 unit substrat, 6.500 fragmen karang, dan area rehabilitasi seluas 9.000 meter persegi. Pelaksanaan program ini diharapkan dapat mendukung pemulihan habitat bawah laut serta memberikan manfaat ekologis jangka panjang bagi kawasan pesisir dan laut di sekitar Pulau Hanita.

 
Selain berfokus pada pemulihan ekosistem bawah laut, program ini juga melibatkan masyarakat pesisir dalam kegiatan transplantasi dan pemeliharaan terumbu karang secara berkala. Sebanyak 10 warga dari Desa Seraya Marannu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, turut terlibat dalam program tersebut, terdiri atas lima nelayan lokal dan lima perempuan setempat.

 
Hendri menambahkan, pelibatan masyarakat menjadi aspek penting agar program rehabilitasi tidak berhenti pada kegiatan penanaman karang, tetapi juga membangun kepedulian bersama terhadap keberlanjutan lingkungan laut.
 

“Keberhasilan program lingkungan sangat bergantung pada kolaborasi dan keterlibatan masyarakat. Karena itu, Pelindo mendorong pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan ekosistem, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan kapasitas masyarakat pesisir dalam menjaga laut sebagai sumber kehidupan,” tambah Hendri.

 
Seiring berjalannya program, kondisi ekosistem bawah laut di area rehabilitasi mulai menunjukkan perkembangan positif. Terumbu karang yang ditransplantasikan tumbuh dengan baik, sementara berbagai jenis ikan dan biota laut mulai kembali terlihat di sekitar area rehabilitasi.

 
Berdasarkan hasil monitoring, tingkat keberhasilan hidup atau survival rate terumbu karang dalam program ini mencapai 98,69 persen. Rehabilitasi ini juga diestimasi berkontribusi terhadap peningkatan serapan karbon hingga ±2.250 kg CO₂ per tahun.

 
Kepala Desa Seraya Marannu, Kabupaten Manggarai Barat, Sutirman, menyampaikan dukungannya terhadap program rehabilitasi terumbu karang di wilayah perairan desanya. Menurutnya, program tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya warga yang bekerja di sektor perikanan.

 
“Program pelestarian terumbu karang ini selain menjaga kelestarian laut dalam jangka panjang, juga sangat berdampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya warga kami yang bekerja di sektor perikanan,” ujar Sutirman.

 
Program rehabilitasi terumbu karang ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG perusahaan, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau TPB/SDGs, khususnya SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 tentang Ekosistem Lautan, dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.


(Redaksi MBN.Com/Corcom Pelindo Pusat).

Perhubungan Laut Lakukan Uji Petik Kelaiklautan Kapal - Kapal di Pelabuhan Merak, Perkuat Pengawasan Keselamatan Pelayaran Selama Libur Sekolah

 




MERAK (Mediabisnisnasional.com) - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan kembali melaksanakan kegiatan uji petik kelaiklautan kapal penumpang di Pelabuhan Merak, Banten, pada 10 hingga 12 Juni 2026.


Uji petik dilaksanakan untuk memastikan kapal-kapal penumpang yang akan melayani masyarakat selama masa libur sekolah berada dalam kondisi laiklaut serta memenuhi standar keselamatan dan keamanan pelayaran sesuai prinsip Zero Compromise for Safety.


Kegiatan tersebut dilakukan oleh Tim Direktorat Perkapalan dan Kepelautan bersama Marine Inspector dari KSOP Kelas I Banten. Dalam pelaksanaan pemeriksaan, tim melakukan inspeksi terhadap lima kapal Ro-Ro yang melayani lintas Merak–Bakauheni, yaitu KMP Shanaya, KMP Wira Berlian, KMP Caitlyn 7, KMP Royce I, dan KMP Legundi.


Adapun aspek yang diperiksa meliputi validitas dokumen kapal dan awak kapal, kesiapan peralatan keselamatan, kelengkapan perangkat radio komunikasi dan navigasi, kondisi konstruksi dan mesin kapal, hingga implementasi sistem manajemen keselamatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tim menemukan sejumlah temuan yang bersifat minor pada beberapa kapal. Terhadap temuan tersebut, operator kapal diwajibkan melakukan perbaikan dan pemenuhan sesuai ketentuan yang tercantum dalam Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor IR-DJPL 4 Tahun 2026 tentang Uji Kelaiklautan Kapal Penumpang Angkutan Libur Sekolah Tahun 2026.


Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Samsuddin, menyampaikan bahwa kegiatan uji petik merupakan langkah preventif yang secara rutin dilakukan guna memastikan seluruh armada penumpang yang beroperasi telah memenuhi standar keselamatan pelayaran khususnya pada periode Angkutan Libur Sekolah Tahun 2026.


“Pemeriksaan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan kapal-kapal yang melayani masyarakat selama masa libur sekolah berada dalam kondisi laik laut dan siap beroperasi secara aman,” ujar Samsuddin.


Menurutnya, periode libur sekolah identik dengan meningkatnya pergerakan masyarakat yang memanfaatkan transportasi laut. Oleh sebab itu, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menjaga standar keselamatan pelayaran dan memberikan layanan transportasi laut yang aman, selamat, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.


“Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku dan kesiapan seluruh unsur operasional, masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan lancar,” tutupnya.


(Redaksi MBN.Com/PF/ETJ/HJ).




Jumat, Juni 12, 2026

PERKUAT KOLABORASI DUKUNG EKOSISTEM LOGISTIK JAWA TIMUR, PT TERMINAL TELUK LAMONG GELAR FORUM DISKUSI BERSAMA DPW ALFI/ILFA

 


SURABAYA (Mediabisnisnasional.com)  – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan ekosistem logistik nasional melalui penyelenggaraan Forum Diskusi Strategis bersama Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Logistics and Forwarders Association (DPW ALFI/ILFA) Jawa Timur.


Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (10/6/2026) tersebut menjadi wadah dialog konstruktif antara operator terminal dan pelaku usaha logistik untuk membahas berbagai peluang peningkatan efisiensi layanan serta penguatan daya saing logistik Jawa Timur.


Forum yang dihadiri oleh jajaran manajemen PT Terminal Teluk Lamong dan pengurus DPW ALFI/ILFA Jawa Timur tersebut membahas berbagai isu strategis yang dihadapi industri logistik, sekaligus mengevaluasi berbagai program transformasi layanan yang telah dijalankan oleh TTL.


Sebagai salah satu terminal petikemas modern terbesar di Indonesia Timur, PT Terminal Teluk Lamong mencatat arus petikemas konsolidasi sebesar 2,19 juta TEUs sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan pengguna jasa terhadap kualitas layanan TTL sekaligus memperkuat peran perusahaan sebagai simpul penting dalam rantai pasok nasional dan internasional.


Dalam kesempatan tersebut, TTL memaparkan sejumlah transformasi layanan yang telah diimplementasikan guna meningkatkan efisiensi operasional terminal. Salah satunya melalui penerapan Truck Booking System (TBS) Stage 2 sejak Maret 2026 yang mengatur kedatangan truk berdasarkan slot waktu operasional empat jam. Sistem ini mampu mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata sehingga utilisasi peralatan terminal menjadi lebih optimal serta mengurangi potensi kepadatan di area gate maupun lapangan penumpukan.


Sebagai bagian dari transformasi digital dan peningkatan layanan kepada pengguna jasa, TTL juga menghadirkan Green Shelter Waiting Area yang mampu menampung hingga 66 truk. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan mushola, toilet, klinik, ruang induksi keselamatan, serta minuman gratis yang dapat dimanfaatkan oleh para pengemudi selama menunggu jadwal pelayanan. Kehadiran fasilitas ini turut mendukung kelancaran operasional terminal sekaligus meningkatkan kenyamanan para pengguna jasa.


Selain itu, untuk mengantisipasi pertumbuhan arus petikemas dan kebutuhan logistik yang terus meningkat, TTL secara berkelanjutan melakukan optimalisasi kapasitas lapangan penumpukan melalui penataan dan pengembangan layout yard yang lebih efektif. Langkah tersebut bertujuan memaksimalkan pemanfaatan area terminal tanpa mengurangi kelancaran proses bongkar muat, sekaligus mendukung percepatan arus barang dan penurunan dwelling time.


Dalam forum tersebut, DPW ALFI/ILFA Jawa Timur turut menyampaikan sejumlah masukan konstruktif, antara lain peningkatan pengaturan slot pada sistem TBS, optimalisasi kebijakan toleransi waktu kedatangan truk, penyampaian informasi kondisi Yard Occupancy Ratio (YOR), pengembangan fitur notifikasi bagi pengguna jasa ketika truk memasuki area terminal, hingga percepatan proses pemeriksaan fisik dan dokumen impor yang melibatkan para pemangku kepentingan terkait.

 

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, menegaskan bahwa seluruh usulan akan menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan pengembangan layanan ke depan.


“Terima kasih atas seluruh masukan yang diberikan. Bagi kami, customer adalah konsultan terbaik. Seluruh usulan akan kami tindak lanjuti melalui kajian dan evaluasi bersama stakeholder terkait agar implementasinya dapat berjalan efektif, memberikan manfaat bagi pengguna jasa, serta tetap selaras dengan kebutuhan operasional dan kebijakan yang berlaku,” ujar David.


Lebih lanjut, David menegaskan bahwa keberhasilan transformasi layanan logistik tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara operator terminal, regulator, pelaku usaha logistik, pelayaran, serta asosiasi pengguna jasa.


Transformasi layanan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, kolaborasi dan masukan dari ALFI/ILFA memiliki nilai strategis bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi layanan yang mampu meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat daya saing pelabuhan, dan memberikan nilai tambah bagi dunia usaha maupun perekonomian nasional,” tambahnya.

 

Sementara itu, Ketua Umum DPW ALFI/ILFA Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyampaikan apresiasinya atas berbagai langkah strategis yang telah dilakukan oleh PT Terminal Teluk Lamong dalam meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan dan logistik.


Menurutnya, keterbukaan manajemen TTL dalam menerima masukan serta membangun komunikasi yang konstruktif dengan para pelaku usaha logistik menjadi fondasi penting dalam menciptakan perbaikan layanan yang berkelanjutan.


“Kami melihat komitmen nyata dari PT Terminal Teluk Lamong dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, mulai dari implementasi Truck Booking System, penyediaan Green Shelter Waiting Area, hingga optimalisasi kapasitas lapangan penumpukan. Forum seperti ini sangat penting untuk terus dilaksanakan secara berkala sebagai sarana evaluasi dan koordinasi bersama. Dengan kolaborasi yang semakin erat, kami optimistis ekosistem logistik Jawa Timur akan semakin tangguh, kompetitif, dan mampu menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Sebastian Wibisono.


Forum diskusi ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan PT Terminal Teluk Lamong dalam membangun ekosistem logistik yang semakin terintegrasi, efisien, dan berdaya saing tinggi melalui kolaborasi aktif dengan seluruh pemangku kepentingan.


(Redaksi MBN.Com/Corcom TTL).