Pages

Selasa, Maret 31, 2026

Antisipasi Lonjakan Arus Balik, Dirjen Hubla Imbau Masyarakat Bijak Atur Waktu Perjalanan

 



JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com, 25/3) - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya, agar bijak dalam menentukan waktu perjalanan arus balik Lebaran melalui lintasan Ketapang-Gilimanuk.


Imbauan ini disampaikan seiring dengan adanya tradisi Lebaran Ketupat di beberapa daerah, yang umumnya dirayakan satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Hal ini berpotensi adanya peningkatan signifikan jumlah penumpang serta kendaraan dalam waktu bersamaan khususnya di wilayah Tapal Kuda (Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi) serta Kepulauan Madura.


“Kami mengimbau masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau memilih waktu alternatif di luar periode puncak arus balik, guna menghindari kepadatan yang berpotensi terjadi di Pelabuhan Ketapang,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud.


Lebih lanjut disampaikan, potensi lonjakan penumpang yang terpusat pada satu periode waktu tertentu dapat menyebabkan antrean panjang, waktu tunggu yang lebih lama, serta berkurangnya kenyamanan dalam perjalanan.


“Untuk itu, diperlukan perencanaan perjalanan yang matang dan kesadaran bersama agar arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa angkutan laut dan penyeberangan,” tegasnya.


Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, terus berupaya mengoptimalkan pelayanan angkutan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, termasuk penambahan armada dan pengaturan operasional guna mengantisipasi lonjakan arus penumpang.


“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Namun kelancaran arus balik juga sangat dipengaruhi oleh peran aktif masyarakat dalam mengatur waktu perjalanan secara bijak,” pungkas Dirjen Masyhud.


Selain melakukan perencanaan perjalanan dengan baik, Kemenhub mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan informasi resmi terkait kondisi pelabuhan dan penyeberangan, melakukan pembelian tiket secara online serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama.


Sebagai informasi, PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 di lintasan Jawa-Bali akan terjadi pada 26 hingga 29 Maret 2026. Penyeberangan utama melalui Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk diperkirakan mengalami lonjakan volume kendaraan dan penumpang pada periode tersebut.


(Redaksi MBN.Com/PF/ETJ/HJ).




Perkuat Kolaborasi Maritim Indonesia–Jepang, KSOP Patimban dan Yokohama City Teken MoU Bidang Kepelabuhanan

 



YOKOHAMA (Media Bisnis Nasional.com, 31 Maret 2026) — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Port and Harbor Bureau, Yokohama City sebagai langkah strategis dalam memperkuat kerja sama di bidang kepelabuhanan.


Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan pada 27 Maret 2026 di Yokohama Industrial Trade Center Building, Jepang, dan difasilitasi oleh Japan International Cooperation Agency (JICA). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat kolaborasi Indonesia–Jepang dalam pengembangan pelabuhan yang efisien, modern, dan berkelanjutan.


MoU ditandatangani oleh Kepala Kantor KSOP Kelas II Patimban, Muhammad Arief Agustian, dan Director General Port and Harbor Bureau Yokohama City, Yasuhiro Shinbo, serta disaksikan oleh Direktur Utama PT Pelabuhan Patimban Internasional, Fuad Rizal,

President Yokohama Kawasaki International Port Corporation (YKIP), Takuji Nakai, dan President Yokohama Port Corporation (YPC), Hisataka Uematsu.


Nota Kesepahaman ini menjadi landasan kerja sama jangka panjang yang mencakup berbagai aspek strategis, antara lain promosi perdagangan dan kerja sama maritim, optimalisasi pengelolaan serta operasional pelabuhan, pengembangan sumber daya manusia, hingga implementasi konsep pelabuhan ramah lingkungan (green port initiative).


Kepala Kantor KSOP Kelas II Patimban, Muhammad Arief Agustian, berharap kerja sama ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung pengembangan Pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan bertaraf internasional.


“Kami berharap Pelabuhan Patimban dapat terus berkembang sebagai pelabuhan bertaraf internasional dengan memanfaatkan pengalaman dan praktik terbaik dari Pelabuhan Yokohama, yang memiliki sejarah panjang serta peran strategis dalam jaringan logistik global,” ujar Arief.


Lebih lanjut, ia meyakini bahwa sinergi ini akan mendorong peningkatan kinerja pelabuhan melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik, sekaligus memperkuat konektivitas logistik antara Indonesia dan Jepang.


“Melalui kerja sama ini, Pelabuhan Patimban diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pelabuhan internasional yang kompetitif, serta turut mendukung efisiensi sistem logistik nasional dan pengembangan jaringan logistik global yang lebih terintegrasi,” pungkasnya.



(Redaksi MBN.Com/Humas Hubla).

Jumat, Maret 27, 2026

KINERJA SEMAKIN OPTIMAL, PT TTL CATATKAN PERTUMBUHAN ARUS PETIKEMAS LEBIH DARI 8% DI BULAN FEBRUARI 2026


 


SURABAYA (Media Bisnis Nasional.com, 18 Maret 2026) , PT Terminal Teluk Lamong (PT TTL) catatkan kinerja positif di Bulan Februari 2026 ini, dengan capaian realisasi produksi petikemas sebesar 467.133 TEUS, naik signifikan sebesar 8,27% dibanding periode yang sama tahun 2025, peningkatan kinerja ini seiring dengan keberhasilan strategi operasional Terminal guna mendukung peningkatan aktivitas perdagangan dan distribusi logistik di wilayah Jawa Timur.

 

Secara umum, peningkatan arus petikemas PT TTL didorong oleh tambahan service baru oleh beberapa pelayaran internasional di TPK Lamong serta peningkatan aktivitas kapal di Terminal Nilam seiring dengan penambahan tiga call kapal petikemas domestik. Capaian produksi ini semakin memantapkan langkah perusahaan di awal tahun untuk mencapai target tahun 2026.

 

Syaiful Anam, Senior Manager Sekretariat Perusahaan dan Hukum PT Terminal Teluk Lamong menyampaikan bahwa capaian kinerja pada awal tahun ini menunjukkan peningkatan terus menerus kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan operasional terminal. “Peningkatan volume petikemas dan aktivitas kapal menjadi indikator positif bahwa layanan operasional PT TTL semakin dipercaya oleh para pelaku industri pelayaran dan logistik. Perusahaan akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, produktivitas terminal guna memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa,” ujarnya.

 

Kinerja positif di awal tahun 2026 juga dipengaruhi oleh keberhasilan strategi digitalisasi terminal, melalui implementasi sistem Integrated Planning and Control, yang mendorong peningkatan produktivitas terminal sekaligus memperkuat aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di bidang operasional.

 

Sementara itu, guna mengantisipasi lonjakan arus petikemas menjelang Hari Raya Idul Fitri, PT TTL menyiapkan sejumlah strategi, diantaranya memastikan kesiapan peralatan dan kapasitas terminal, penyediaan area buffer zone untuk armada truk pengguna jasa, implementasi Terminal Booking system untuk mengatur jadwal kedatangan truk menuju terminal, serta  sinergi dengan pemangku kepentingan logistik dan pengguna jasa. PT TTL menjamin kegiatan operasional selama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri akan tetap berjalan lancar.

 

(Redaksi MBN.Com/Corcom TTL).

PT Terminal Petikemas Surabaya Sambut Kunjungan PT GEABH Joint Technology

 


SURABAYA (Media Bisnis Nasional.com) –
PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas, menerima kunjungan lapangan (site visit) dari PT GEABH Joint Technology, pada Kamis (26/3). PT GEABH Joint Technology merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri kimia, khususnya memproduksi bahan baku kimia dan pupuk berbasis gas alam, seperti melamin, amonium nitrat, sintetis amina dan urea. Perusahaan tersebut merupakan anak usaha dari Sichuan Golden Elephant Chemical (Tiongkok) yang berlokasi di Gresik. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan sinergi serta pengenalan operasional terminal petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.


Kunjungan tersebut diikuti oleh sekitar 10 peserta dari PT GEABH Joint Technology dan dilaksanakan setelah rangkaian kegiatan di Kantor Pelindo Regional 3. Agenda utama kunjungan meliputi peninjauan langsung fasilitas terminal serta pemaparan singkat terkait sistem pelayanan bongkar muat peti kemas, penerapan teknologi pendukung, serta standar keselamatan dan keamanan kerja yang diterapkan di TPS.


Sekretaris Perusahaan PT Terminal Petikemas Surabaya, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya TPS dalam memperkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan.

“Kami menyambut baik kunjungan PT GEABH Joint Technology. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat berbagi wawasan mengenai praktik operasional terminal petikemas sekaligus membuka peluang kerja sama di masa mendatang,” kata Erika.

Menurutnya, keterbukaan informasi dan pertukaran pengetahuan menjadi salah satu kunci dalam mendorong peningkatan kinerja sektor kepelabuhanan dan logistik nasional.

PT Terminal Petikemas Surabaya terus berkomitmen untuk mengedepankan pelayanan prima, efisiensi operasional, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik guna mendukung kelancaran distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi nasional. 



(Redaksi ISL News/Corcom TPS Surabaya)_

PTP Nonpetikemas di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Normal dan Lancar di Masa Angkutan Lebaran 1447 Hijriah



JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com, Maret 2026) – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memastikan operasional terminal di PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok tetap berjalan lancar selama masa rentang angkutan Lebaran. Saat ini (27/3), aktivitas di lapangan terpantau normal dengan 16 kapal sandar yang didominasi komoditas crude palm oil (CPO) dan general cargo untuk rute oceangoing.


Dari sisi kapasitas terminal, kondisi lapangan penumpukan masih berada dalam batas aman. Tingkat keterisian lapangan atau Yard Occupancy Ratio (YOR) tercatat sekitar 40 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata kondisi normal yang berada di kisaran 50 persen. Dengan batas maksimal YOR sebesar 65 persen, terminal masih memiliki ruang yang cukup untuk menampung arus kargo.


Untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan menuju pelabuhan, PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok juga menyiapkan buffer area sebagai kantong parkir sementara apabila terjadi lonjakan kendaraan. Fasilitas tersebut tersedia di lahan seluas sekitar 2 hektare di Inggom serta tambahan sekitar 3 hektare di wilayah regional.


Selain itu, kesiapan gate operasional dan sistem terminal terus dipantau sebagai bagian dari langkah mitigasi apabila terjadi peningkatan arus kendaraan yang masuk maupun keluar dari area pelabuhan. Pelindo Regional 2 bersama PTP Nonpetikemas dan entitas Pelindo Grup yang beroperasi di Tanjung Priok juga membentuk Command Centre Bersama sebagai pusat koordinasi operasional guna memastikan kelancaran aktivitas pelabuhan dan distribusi logistik tetap terjaga.


Sejumlah langkah antisipatif juga telah dilakukan sejak awal Ramadan. Pada minggu pertama Ramadan, PTP Nonpetikemas melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan pelabuhan, termasuk perusahaan pelayaran, pelanggan, dan perusahaan ekspedisi, untuk mengatur jadwal kegiatan bongkar muat agar tidak terjadi penumpukan di terminal selama masa pembatasan angkutan barang.


Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok, Budi Utoyo, menyampaikan bahwa secara umum kondisi operasional di terminal masih terkendali dan siap melayani arus logistik selama periode angkutan Lebaran. Menurutnya, saat ini kapal yang dilayani di terminal PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok didominasi oleh komoditas crude palm oil (CPO) serta general cargo untuk rute oceangoing maupun domestik.


“Dengan kondisi yard yang masih berada di level aman serta dukungan fasilitas operasional yang tersedia, kami optimistis aktivitas bongkar muat di Terminal Tanjung Priok tetap berjalan lancar. Koordinasi dengan seluruh stakeholder pelabuhan juga terus kami perkuat untuk memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap optimal,” ujar Budi.


PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok menangani beragam komoditas, mulai dari curah kering, curah cair, hingga general cargo. Untuk curah kering, komoditas yang dilayani antara lain pasir, semen, gula, sulfur, dan garam. Pada curah cair, layanan meliputi CPO, RBD Olein, RBD Stearin, hingga PFAD (Palm Fatty Acid Distillate). Adapun untuk general cargo, komoditas yang ditangani mencakup gypsum, scrap iron, plywood, coil, kendaraan, heavy equipment, produk baja, dan lainnya.


(Redaksi MBN.Com/Corcom PTP Nonpetiikemas)

Kamis, Maret 26, 2026

Arus Peti Kemas Terminal Petikemas Surabaya atau TPS Pada Bulan Februari 2026 Tetap Tumbuh 1,36%

 

 



SURABAYA (Media Bisnis Nasional.com) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatat pertumbuhan arus peti kemas sebesar 1,36% pada bulan Februari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya (month-on-month). Volume peti kemas meningkat dari 117 ribu Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) di bulan Januari menjadi 119 ribu TEUs pada bulan Februari. Kinerja positif di Februari 2026 didorong oleh kontribusi peti kemas internasional sebesar 113 ribu TEUs dan domestik sebesar 6 ribu TEUs. Sebagai perbandingan, pada Januari 2026 arus peti kemas internasional mencapai 110 ribu TEUs, sementara domestik sebesar 7 ribu TEUs.


Sedangkan berdasarkan perbandingan year-on-year, arus peti kemas internasional pada periode Januari-Februari 2026 sebanyak 223 ribu TEUs atau terkoreksi 0,06% dibandingkan periode yang sama tahun  lalu sebesar 232 ribu TEUs. Secara total, arus peti kemas—baik domestik maupun internasional—terkoreksi sebesar 3,65% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dari  246 ribu TEUs menjadi 237 ribu TEUS. Faktor penyebab adanya koreksi pada throughput year-on-year karena pada arus peti kemas internasional dan domestik terjadi unbalancing atau ketidakseimbangan antara volume dan ship’s call kapal. Hal ini terjadi karena jadwal layanan pelayaran dipertahankan dan volume kargo tidak tumbuh secepat kapasitas angkut yang tersedia.


Dari sisi perdagangan luar negeri, arus ekspor pada bulan Februari mengalami pertumbuhan month-on-month sebesar 3,77%, dari 53 ribu TEUs menjadi 55 ribu TEUs. Di sisi impor, juga terjadi kenaikan sebesar 1,79% dari 56 ribu TEUs menjadi 57 ribu TEUs.


Perbandingan arus peti kemas antara ekspor dan impor Januari-Februari 2026 adalah 49% (109 ribu TEUs) untuk petikemas ekspor dan 51% (113 ribu TEUs) untuk peti kemas impor. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025, arus peti kemas ekspor impor tahun 2026 untuk persentase perbandingan tidak mengalami perubahan. Persentase ekspor 49% di tahun 2025 merupakan kontribusi arus peti kemas sebanyak 115 ribu TEUs. Sedangkan 51% arus peti kemas impor pada Januari-Februari tercatat sebanyak 116 ribu TEUs.


Jumlah kunjungan kapal ke TPS selama dua bulan pertama tahun 2026 juga mencatatkan peningkatan 0,49%, dari 202 kunjungan pada tahun lalu menjadi 203 kunjungan di tahun ini.


“Pertumbuhan arus peti kemas ini mencerminkan kinerja operasional TPS yang tetap terjaga dan konsisten, meskipun dihadapkan pada dinamika logistik internasional yang terus berkembang,” ungkap Erika Asih Palupi, Sekretaris Perusahaan TPS.


Ia menambahkan bahwa capaian tersebut didukung oleh keandalan layanan bongkar muat, efektivitas operasional terminal, serta komitmen TPS dalam menjaga kelancaran proses pelayanan kepada seluruh pengguna jasa.


Sementara itu, dari sisi pengguna jasa, Medy Prakoso (importir dari CV. Surya Bhakti Mandiri), turut mengapresiasi kualitas layanan yang diberikan TPS. Menurutnya, berbagai perbaikan yang dilakukan TPS selama ini telah memberikan dampak positif bagi kelancaran aktivitas logistik para pelaku usaha terutama dari sisi importir.


“Kami selaku pengguna jasa TPS sangat mengapresiasi layanan yang diberikan oleh TPS, khususnya layanan delivery peti kemas impor. Truck Round Time (TRT) berkisar di bawah 45 menit, sehingga dapat meningkatkan efisiensi waktu dalam pengeluaran peti kemas impor ke gudang pemilik barang. Semoga ke depan layanan TPS dapat terus ditingkatkan bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Medy yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Surabaya ini.


Dari sisi produktivitas, TPS mencatatkan rata-rata kinerja bongkar muat sebesar 50 box/ship/hour selama dua bulan pertama tahun 2026, melebihi standar minimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak, yaitu 48 box/ship/hour. Selain itu, TPS berhasil mempertahankan posisi dominan di pasar peti kemas internasional dengan penguasaan pangsa pasar (market share) sebesar 83% di Pelabuhan Tanjung Perak.


(Redaksi MBN.Com/Corcom TPS).  

Rabu, Maret 25, 2026

IPCC Bukukan LABA RP 256 Miliar, Menandai Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah


 


JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com, 25 Maret 2026) -  PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC), bagian dari ekosistem Pelindo Group melalui PT Pelindo Multi Terminal sebagai subholding, mencatatkan kinerja keuangan yang impresif berdasarkan laporan audited tahun buku 2025. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp256,51 miliar, menandai rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high) dan melampaui capaian psikologis Rp250 miliar.


Kinerja tersebut tumbuh 20,87% secara tahunan (YoY) dibandingkan laba tahun sebelumnya sebesar Rp212,21 miliar, mencerminkan fundamental bisnis yang semakin kuat serta kemampuan perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika industri.


Pencapaian ini didorong oleh keberhasilan IPCC dalam mengakselerasi inovasi dan strategis bisnis, memperkuat transformasi dan digitalisasi operasional, serta melakukan standarisasi proses bisnis secara konsisten di seluruh lini, sehingga mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas layanan sebagai fondasi utama dalam menciptakan nilai tambah bagi pengguna jasa, pemegang saham dan pemangku kepentingan.


IPCC mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang solid sepanjang tahun 2025 dengan membukukan Rp929,96 miliar, meningkat 12,77% YoY dibandingkan Rp824,60 miliar pada tahun sebelumnya. Kinerja ini menegaskan kemampuan perseroan dalam menjaga momentum pertumbuhan yang berkelanjutan, didukung oleh kontribusi dominan dari Branch Tanjung Priok sebesar 91% atau Rp 842,55 miliar, serta penguatan peran terminal satelit di berbagai wilayah strategis Indonesia yang berkontribusi sebesar 9% atau Rp85,15 miliar.


Dari sisi komposisi bisnis, segmen Completely Built Up (CBU) tetap menjadi kontributor utama dengan pendapatan mencapai Rp697,66 miliar, diikuti oleh segmen alat berat sebesar Rp82,67 miliar serta truck/bus sebesar Rp77,31 miliar. Struktur pendapatan ini mencerminkan positioning IPCC yang kuat sebagai pemain kunci dalam rantai logistik otomotif nasional sekaligus menunjukkan diversifikasi portofolio bisnis yang semakin solid.


Menariknya, pertumbuhan kinerja IPCC juga didorong oleh akselerasi tren kendaraan listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV), yang menjadi salah satu katalis utama pertumbuhan perseroan di tahun 2025. IPCC berhasil melayani lebih dari 101.731 unit kendaraan listrik, dengan dominasi merek asal Tiongkok yang menyumbang lebih dari 80.000 unit. Hal ini tidak hanya memperkuat peran IPCC dalam ekosistem logistik otomotif masa depan, tetapi juga menegaskan kesiapan perseroan dalam menangkap peluang dari transisi menuju industri yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.


IPCC berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik dari sisi keamanan, keselamatan dan penanganan seluruh kargo yang dilayani oleh Perusahaan. Pada tahun 2025, perseroan menerapkan secara full single billing dan juga pada triwulan 4(empat) tahun 2025 IPCC resmi meluncurkan inovasi bisnis In-Land Transportation sebagai perwujudan tagline baru yaitu Integrated Auto Solutions yang memperkuat arah perseroan sebagai pemimpin layanan logistik terminal kendaraan yang terintegrasi dan terbesar di Indonesia.


IPCC juga mencatatkan kenaikan total aset sebesar 11,21% dari Rp 1,85 Triliun pada 2024 menjadi Rp 2,05 Triliun pada akhir 2025 dimana kenaikan tersebut disebabkan oleh kenaikan Kas dan Setara Kas IPCC mencapai Rp 1,08 Triliun yang naik sebesar 33,55%. Wing Megantoro selaku Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko menuturkan, “Berbagai upaya yang dilakukan Perseroan untuk menciptakan nilai tambah dari setiap layanan yang diberikan utamanya dari sisi keuangan seperti efisiensi biaya yang tidak berhubungan langsung dengan pendapatan serta penggunaan sistem pembayaran yang terintegrasi melalui digitalisasi seperti PRAYA dan PTOS-C yang memungkinkan pengguna jasa dapat mengetahui tagihan atas layanan IPCC secara realtime, mengurangi proses tatap muka serta berhasil mengurangi ACP (average collection Period) Perseroan dari 31,74 pada tahun 2024 menjadi 29,05 pada tahun 2025 ”.


“Sebagai salah satu entitas bisnis di Pelindo grup yang memiliki fundamental solid, kami tidak memiliki kewajiban perseroan dalam bentuk hutang kepada perbankan maupun pihak lain (debt free company) sehingga memberikan ruang gerak yang lebih prudent serta independensi pengelolaan keuangan untuk pengembangan perseroan”, ucap Wing.


Dalam rangka menjadi terminal kendaraan yang memiliki keunggulan dari sisi pelayanan sehingga menjadi top of mind pengguna jasa, IPCC memperkuat tata kelola dan pelaporan kepada para pemegang saham sebagai bagian dari akuntabilitas perseroan dimana sepanjang IPCC berdiri, di tahun 2025 berhasil meraih penghargaan bergensi Annual Report Award 2024 Juara 2 kategori BUMN Publik Non-Keuangan dengan Pendapatan di bawah 1 Triliun yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).


 

Apresiasi

Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi mengatakan “Kami bersyukur dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pengguna Jasa, Vendor, Tim IPCC, Pemegang Saham/Investor dan Stakeholders atas pencapaian yang luar biasa ini serta tak lupa dukungan dan kepercayaannya kepada IPCC”.


IPCC mengapresiasi penilaian pengguna jasa dan vendor atas layanan yang kami berikan dimana hal ini terukur dalam hasil survey kepuasan pelanggan tahun 2025 di lingkungan Pelindo Grup, IPCC memperoleh skor tertinggi 4,82 dari skala 5. Kinerja yang baik ini tentunya turut didukung oleh Pelayanan Prima yang diberikan oleh IPCC.


“Sepanjang tahun 2025, IPCC berhasil memperluas layanan melalui penambahan kapasitas melalui PDC, integrasi layanan logistik, in-land transportation dan optimalisasi lahan-lahan idle di sekitar perseroan untuk menampung lonjakan kargo yang melalui terminal kami,” pungkas Sugeng.


Di tahun 2025, strategi bisnis IPCC berlanjut dengan menyesuaikan strategi dan rencana induk perusahaan yang bergerak pada ekosistem logistik terminal kendaraan yang terintegrasi (vehicle logistic ecosystem), dengan terus melaksanakan ekspansi bisnis baik organik maupun anorganik.


IPCC terus melakukan penguatan pada sisi operasional dan digitalisasi yang salah satunya Go-Live aplikasi PTOS-C secara penuh pada terminal internasional yang bertujuan untuk integrasi layanan dan memadukan pola operasi dengan teknologi terkini ungkap Bagus Dwipoyono, Direktur Teknik dan Operasi.


“Guna meningkatkan pelayanan operasional yang berfokus kepada kepuasan pengguna jasa, memastikan kesiapan tim operasional, keselamatan kerja, transformasi yang berkelanjutan dengan mengimplementasikan prinsip kerja 3 No yaitu no cause defect, no accept defect, no continues defect”, tutur Bagus.


Atas pelayanan prima IPCC kepada salah satu pengguna jasa, IPCC berhasil memperoleh sertifikat apresiasi untuk pelayanan selama 460 hari tanpa kecelakaan/insiden pada kargo PT Astra Daihatsu Motor. Pengakuan inin sekaligus menjadi motivasi bagi IPCC untuk terus meningkatkan kualitas dalam menangani kargo para automaker, memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional serta menjawab tantangan bisnis di masa depan.

 

Program TJSL

Endah Dwi Liesly, Sekretaris Perusahaan menambahkan, “selain peningkatan dari kinerja keuangan, jejak langkah bidang bisnis IPCC yang dinamis juga memperhatikan unsur lingkungan, sosial dan tata kelola perseroan yang berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDG’s). Pengelolaan ESG IPCC terus mengalami peningkatan yang diindikasikan dengan perolehan penghargaan bergensi ditahun 2025 dengan memperoleh 3 penghargaan pada BUMN Track TJSL & CSR Award”.


IPCC mengedepankan prinsip ramah lingkungan melalui komitmen penggunaan alternatif bahan bakar dengan RON 92 dari setiap alat penunjang operasi yang ramah lingkungan untuk mengurangi emisi karbon sebagai bentuk pengurangan dampak negatif akibat residu bahan bakar. Selain itu penggunaan Golf Car berbasis Baterai dan Penggunaan Taxi Car EV memperkuat komitmen menuju pelabuhan hijau berbasis teknologi (Green & Smart Port).


Dari sisi tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), di tahun 2025 IPCC terus mendukung program prioritas bidang lingkungan melalui konservasi biota dan ekosistem laut seperti penanaman 2.750 bibit mangrove di Kawasan Konservasi Danau Siombak, Medan Sumatera Utara dan perawatan konservasi 8.100 tanaman mangrove di kecamatan Sungai Undang, Provinsi Kalimantan Tengah.


Selain itu, IPCC juga mendorong Usaha Mikro Kecil (UMK) melalui program UMKM Kuat di wilayah Kelurahan Kalibaru yang juga mendukung program TJSL pengentasan Stunting melalui program IPCC Gembira dimana ekonomi sirkuler dan saling mengisi menjadi fondasi penting keberhasilan dan keberlanjutan program tersebut.


“Kinerja IPCC selalu sejalan dengan terukur dan berbasis kinerja berkelanjutan, dengan komitmen kami kepada publik tidak hanya mempertahankan aspek keuangan namun juga menciptakan bisnis yang berkesinambungan dengan penguatan UMKM yang memiliki peran penting sebagai penopang perekonomian bangsa serta kesehatan sebagai modal berharga mencetak para pemimpin muda di masa yang akan datang” tutup Endah.


(Redaksi MBN.Com /Corcom IPCC).  

Selasa, Maret 24, 2026

PT Pelindo Sinergi Lokaseva Lestarikan Budaya Inovasi untuk Perkuat Kinerja Berkelanjutan Lewat Program SPRINT



JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com)  – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan perusahaan melalui penyelenggaraan ajang adu inovasi, SPSL Program of Innovation and Technology (SPRINT) 2025, yang mengusung tema “Ideas Built into Action”. Program inovasi tahunan tersebut mencapai puncaknya melalui tahapan final pitching dan awarding yang diselenggarakan pada 4 Maret 2026.


Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis SPSL, Retno Soelistianti, menegaskan bahwa SPRINT merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menumbuhkan budaya inovasi yang berorientasi pada kepuasan pelanggan, efisiensi proses bisnis serta pengembangan layanan/produk sehingga diharapkan dapat menjadi penguatan daya saing serta engine of growth Perusahaan kedepan.


“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa budaya inovasi semakin melekat di lingkungan kerja dengan tetap mengedepankan customer centricity, efisiensi proses bisnis serta pengembangan layanan/produk. Kami berharap lahir ide-ide yang semakin kreatif dan aplikatif, baik dalam pengembangan model bisnis, peningkatan efisiensi operasional maupun penguatan layanan. Setiap inovasi tersebut akan menjadi bagian penting dalam mendorong kinerja perusahaan serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan,” ungkap Retno, Rabu (25/03/2026).


Inovasi Pekerja Jadi Katalisator Pertumbuhan SPRINT 2025 mencatat antusiasme yang sangat tinggi dari pekerja. Sepanjang pelaksanaan program, sebanyak 126 ide inovasi terkumpul dari SPSL dan Anak serta cucu Perusahaan. Dari ratusan ide tersebut, sebanyak 16 ide terbaik terpilih melaju ke tahap final pitching untuk dinilai jajaran Direksi.


Pada SPRINT 2025, kompetisi inovasi dibagi ke dalam tiga kategori utama, yaitu Innovation Ideation Open Category, Innovation Ideation Operational Category, dan Innovation Implementation Category. Ketiga kategori tersebut dirancang untuk menjaring gagasan inovatif yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki potensi implementasi serta mampu memberikan nilai tambah bagi peningkatan kinerja operasional maupun pengembangan bisnis Perusahaan secara berkelanjutan.


Dari tiga kategori tersebut, dua di antaranya merupakan kategori baru yang diperkenalkan pada penyelenggaraan SPRINT tahun ini, yaitu Innovation Ideation Operational Category dan Innovation Implementation Category. Innovation Ideation Operational Category difokuskan untuk mendorong ide-ide inovasi yang dapat meningkatkan layanan operasional sekaligus mendukung transformasi bisnis. Sementara untuk Innovation Implementation Category bertujuan mendorong implementasi inovasi secara mandiri dalam bentuk improvement maupun quick win di masing-masing unit kerja.


Retno menambahkan bahwa program SPRINT merupakan agenda tahunan perusahaan untuk mendorong lahirnya ide-ide inovatif yang dapat diimplementasikan serta memberikan dampak nyata bagi perusahaan.


“Memasuki penyelenggaraan yang keempat, SPRINT menjadi ruang bagi para pekerja untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya berhenti pada tahap gagasan, tetapi dapat dikembangkan hingga tahap implementasi. Melalui program ini, kami mendorong terwujudnya continuous improvement yang mampu mendukung peningkatan efisiensi operasional, kualitas layanan, serta pengembangan bisnis perusahaan. Ke depan, kami berharap SPRINT dapat memperkuat budaya inovasi yang semakin matang dan berkelanjutan di lingkungan SPSL,” tambahnya.


Komitmen manajemen terhadap program SPRINT diwujudkan melalui pendampingan dan pemantauan langsung terhadap sejumlah ide terpilih agar dapat dikembangkan dan diimplementasikan, baik di lingkungan SPSL maupun di seluruh anak dan cucu perusahaan. Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Bidang SDM, yaitu pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Perusahaan meyakini bahwa SDM merupakan kunci keberhasilan transformasi sekaligus penggerak pertumbuhan yang berkelanjutan.


Pada rangkaian puncak kegiatan SPRINT 2025, SPSL juga menghadirkan Sprint Talk dengan narasumber yang berpengalaman di bidang Digital Business agar para peserta mendapatkan wawasan mengenai pentingnya inovasi, adaptasi teknologi, serta pengembangan ekosistem digital dalam menghadapi dinamika bisnis yang semakin kompetitif.


Ke depan, program SPRINT diharapkan dapat semakin memperkuat budaya inovasi sekaligus mendukung transformasi bisnis perusahaan menuju Perusahaan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing dalam pengelolaan layanan pendukung kepelabuhanan dan pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan Pelabuhan.


(Redaksi MBN.Com/Corcom SPSL).




Bakauheni Selat Sunda Dijaga Ketat! Tiga Kapal Patroli KPLP Kawal Arus Balik Lebaran 2026 Menuju Jawa






LAMPUNG (Media Bisnis Nasional.com, Selasa, 24 Maret 2026) – Dalam rangka menjamin kelancaran, keselamatan, dan keamanan arus balik Angkutan Lebaran Tahun 2026, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, mengerahkan tiga kapal patroli negara yang difokuskan khusus di perairan Bakauheni, sebagai titik krusial perlintasan pemudik dari Sumatera menuju Pulau Jawa.


Tiga kapal patroli KPLP yang ditugaskan meliputi: KN. Damaru – P.214, KN. Jembio – P.215 dan KN. Golok – P.206


Ketiga unsur patroli tersebut ditempatkan secara strategis di wilayah perairan Bakauheni dan sekitarnya, guna mengawal jalur pelayaran padat penyeberangan menuju Merak. Pengawasan dilakukan secara intensif untuk memastikan seluruh aktivitas pelayaran berlangsung aman, tertib, lancar, dan terkendali, khususnya pada puncak arus balik Lebaran.


Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, S.H., M.M., M.H., menegaskan bahwa kehadiran unsur patroli di Bakauheni merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam melindungi masyarakat.


“Bakauheni merupakan titik krusial arus balik Lebaran. Oleh karena itu, KPLP menempatkan unsur patroli secara maksimal di wilayah ini guna memastikan keselamatan pelayaran dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang kembali ke Pulau Jawa,” ujar Fourmansyah.


Dalam pelaksanaan tugas WASPAM di wilayah Bakauheni, unsur KPLP melaksanakan:

* Pengawasan lalu lintas kapal di jalur padat penyeberangan Bakauheni–Mer

* Pemeriksaan aspek keselamatan dan kelaiklautan kapal

* Pengendalian potensi gangguan keamanan dan keselamatan pelayaran

* Kesiapsiagaan bantuan SAR dan penanggulangan keadaan darurat di laut


Guna memperkuat pengawasan, KPLP juga melaksanakan koordinasi intensif dan terintegrasi dengan:


VTS Merak (Vessel Traffic Services), Maritime Command Center (MCC) Ditjen Perhubungan Laut, Pusat Informasi Transportasi Laut (Pusintrans Laut), Tim Drone KPLP untuk pemantauan udara secara real-time, KSOP Bakauheni, KSOP Merak, BASARNAS, TNI/Polri, operator penyeberangan, serta instansi terkait lainnya


Sinergi lintas instansi ini memastikan pengawasan dilakukan secara terpadu dan responsif, sehingga setiap potensi gangguan keselamatan dapat ditangani secara cepat dan tepat.


Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi arus balik di lintasan Bakauheni–Merak terpantau padat namun tetap terkendali, dengan dukungan cuaca yang relatif kondusif serta koordinasi yang berjalan optimal antar seluruh stakeholder.


KPLP menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran nasional. Dengan penguatan pengawasan khusus di Bakauheni sebagai simpul utama arus balik Lebaran, KPLP memastikan setiap perjalanan masyarakat berlangsung selamat, aman, dan nyaman, sebagai wujud nyata pelayanan publik di sektor transportasi laut.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok).


Mudik Lebaran Iedul Fitri 1447 Hijriah, Secara Nasional ASDP Catat Layani Penyeberangan 2.596.597 orang atau naik 5,4%







JAKARTA INDONESIA (Media Bisnis Nasional.com, 22 Maret 2026)– Di tengah tingginya mobilitas masyarakat pada Angkutan Lebaran 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan prima di 15 lintasan pantauan nasional. Dinamika arus mudik yang terus bergerak mampu dikelola secara terkendali melalui kesiapan operasional dan koordinasi lintas stakeholder yang solid.


Secara kumulatif sejak H-10 hingga hari H, total penumpang mencapai 2.596.597 orang atau naik 5,4% dibandingkan tahun lalu sebanyak 2.463.910 orang. Total kendaraan tercatat 667.526 unit atau meningkat 7,2% dibandingkan 622.604 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.


Pada periode harian (H) tanggal 21 Maret 2026, total penumpang tercatat 156.838 orang atau naik 1,7% dari 154.237 orang tahun lalu. Sementara kendaraan mencapai 40.066 unit atau meningkat 0,6% dibandingkan 39.811 unit.


Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan layanan penyeberangan selama arus mudik berjalan lancar dan tetap terkendali, meskipun terjadi peningkatan signifikan mobilitas masyarakat.


“Di tengah tingginya volume pergerakan pemudik, kami memastikan layanan tetap prima melalui peningkatan kapasitas operasional, penguatan layanan, serta koordinasi intensif lintas stakeholder, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa,” ujarnya.


Lintasan Jawa–Sumatera–Bali tetap menjadi koridor tersibuk dan vital nasional. Untuk menjaga kelancaran, ASDP menerapkan penyesuaian pola operasi kapal, kesiapan personel, hingga rekayasa lalu lintas berupa pengalihan kendaraan dan delaying system di sejumlah buffer zone.


*Pengalihan Layanan*

Dalam rangka distribusi arus balik, ASDP juga mengoptimalkan pengalihan layanan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara untuk kendaraan golongan VIB, VII, VIII, dan IX mulai 23–29 Maret 2026. Sementara kendaraan lain, termasuk sepeda motor, tetap dilayani melalui Pelabuhan Merak.


Pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) diterapkan secara dinamis untuk mempercepat bongkar muat dan menjaga rotasi kapal. Selain itu, optimalisasi Port Operational Control Center di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk memperkuat kendali operasional berbasis real time.


Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyampaikan kesiapan arus balik terus diperkuat. Hingga H sampai H+10, ketersediaan tiket di lintasan Jawa–Sumatera dan Jawa–Bali masih mencapai 98,66%.


“Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui Ferizy sejak H-60, serta memastikan data penumpang sesuai dan datang ke pelabuhan tepat waktu,” jelasnya.


ASDP juga mengimbau masyarakat memanfaatkan program stimulus diskon tarif yang masih tersedia luas. Sejak 12 Maret 2026, program ini telah dimanfaatkan lebih dari 1,06 juta pengguna jasa, dengan potongan hingga 100% tarif jasa pelabuhan atau sekitar 21,9% dari total tarif.


Hingga 21 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp14,5 miliar atau 40,84% dari target, dengan jumlah pengguna jasa mencapai 62,36%. Perbedaan persentase dipengaruhi variasi jenis kendaraan dan lintasan.


Program ini berlaku di 7 lintasan dan 14 pelabuhan, yakni Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Lembar–Padangbai, Kupang–Rote, Kupang–Kalabahi, Kupang–Hansisi, serta Galala–Namlea.

Selain itu, kebijakan single tarif di Pelabuhan Bakauheni diberlakukan mulai 23 hingga 31 Maret 2026 guna menjaga kelancaran arus balik.


Dengan tingginya antusiasme masyarakat, ASDP menegaskan komitmennya menjaga layanan penyeberangan tetap lancar, aman, dan nyaman, khususnya pada periode arus balik Lebaran.



(Redaksi MBN.Com/Corcom PT ASDP Indonesia Ferry).


H+1 Lebaran (Arus Balik), ASDP Indonesia Ferry Catat 91.657 penumpang dan 25.332 unit tinggalkan Sumatera menuju Jawa






BAKAUHENI (Media Bisnis Nasional.com, 24 Maret 2026) — Arus balik Lebaran 2026 dari Sumatera menuju Jawa terus menunjukkan peningkatan signifikan. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat layanan penyeberangan guna memastikan perjalanan pemudik tetap berjalan lancar, aman, dan nyaman.


Berdasarkan data Posko per 23 Maret 2026 pukul 00.00 -  23.59 WIB (H+1), total penumpang tercatat mencapai 91.657 orang atau meningkat 58,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 57.801 orang. Sementara itu, total kendaraan mencapai 25.332 unit atau naik 70,4 persen dari 14.866 unit pada periode sebelumnya.


Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa tren peningkatan arus balik diproyeksikan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Puncak arus balik diperkirakan terjadi secara bertahap, yakni pada Selasa (24/3), serta kembali meningkat pada Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3). Hingga periode 24 Maret (H+2) pukul 14.00 WIB, jumlah penumpang tercatat 50.631 orang atau naik 53,5 persen, dengan total kendaraan sebanyak 12.654 unit atau meningkat 48,1 persen.


“Jumlah pergerakan arus balik mudik hingga H+2 saat ini sudah mencapai 142.288 orang dan 37.634 unit kendaraan atau 15 persen dari total trafik arus mudik. Melihat proyeksi tersebut, kami mengimbau masyarakat untuk dapat mengatur waktu perjalanan dan menghindari periode puncak tersebut guna meminimalisasi antrean dan kepadatan di pelabuhan,” ujar Heru.


GM ASDP Cabang Bakauheni Partogi Tamba mengatakan, menghadapi dinamika arus balik Lebaran khususnya dari Sumatera menuju Jawa, ASDP mengimplementasikan berbagai langkah antisipatif yang fleksibel. Operasional kapal disiapkan antara 28 hingga 33 unit per hari, menyesuaikan tingkat kepadatan. Selain itu, pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) diterapkan untuk mempercepat rotasi kapal dan menjaga kelancaran arus kendaraan.


Optimalisasi juga dilakukan melalui pemanfaatan buffer zone di sejumlah titik strategis, seperti KM49B, KM20B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati di Bakauheni, serta KM63, KM48, dan Buffer Zone JLS di Merak. Area ini tidak hanya berfungsi sebagai titik pengendalian arus, tetapi juga sebagai lokasi verifikasi tiket bagi pengguna jasa.


“Fungsi buffer zone tidak hanya sebagai sistem penundaan, tetapi juga sebagai titik verifikasi bagi pengguna jasa. Pada area ini dilakukan pengecekan kepemilikan tiket serta kesesuaian jadwal kedatangan. Pengguna jasa yang belum memiliki tiket atau datang di luar jadwal akan diberikan stiker merah, sementara yang telah memiliki tiket dan datang sesuai jadwal akan diberikan stiker hijau,” tutur Partogi.


Dari sisi layanan, ASDP juga menerapkan skema single tarif serta pengaturan distribusi pengguna jasa di dermaga secara dinamis. Penumpang pejalan kaki dan kendaraan roda dua diarahkan sesuai kondisi trafik, dengan dukungan pengoperasian dermaga tambahan sebagai langkah kontingensi saat terjadi peningkatan volume.


*Perjalanan Balik Lebih Awal*

ASDP juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui platform Ferizy yang telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan dengan berbagai metode pembayaran digital.

“Pastikan telah membeli tiket melalui Ferizy sebelum tiba di pelabuhan. Saat ini tidak ada penjualan tiket di pelabuhan, sehingga seluruh pengguna jasa wajib melakukan pembelian secara mandiri melalui kanal resmi,” ujar Heru menambahkan.


Secara kumulatif, data H-10 hingga H+1 mencatat total penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 572.270 orang atau naik 11,8 persen dibandingkan tahun lalu. Total kendaraan tercatat 127.363 unit atau meningkat 19,7 persen. Sementara itu, dari Jawa ke Sumatera, total penumpang mencapai 995.119 orang atau naik 1,5 persen, dengan total kendaraan 262.986 unit atau meningkat 5,9 persen.


Dengan kesiapan operasional dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, ASDP berkomitmen menjaga layanan tetap andal sehingga perjalanan arus balik berlangsung lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.



(Redaksi MBN.Com/Corcom ASDP).


Jumat, Maret 20, 2026

Pelindo Turut Melepas Mudik Nyaman Bersama BUMN 2026 dari GBK


 

Jakarta, 17 Maret 2026 – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo kembali turut melepas pemberangkatan peserta program Mudik Gratis BUMN 2026 dari area Ring Road Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (17/3/2026) pagi. Program ini merupakan bentuk sinergi antarBUMN dalam mendukung kelancaran arus mudik sekaligus menciptakan Mudik Nyaman Bersama bagi masyarakat.

 
Sebagai program tahunan, Mudik Gratis Bersama BUMN kembali dilaksanakan oleh Badan Pengaturan BUMN bersama BPI Danantara dengan melibatkan 96 BUMN beserta anak perusahaannya. Secara keseluruhan, program ini memberangkatkan 116.688 pemudik menuju berbagai kabupaten dan kota tujuan di seluruh Indonesia. Dalam pelaksanaannya, tersedia berbagai moda transportasi dengan standar keselamatan yang terjamin, meliputi transportasi darat, kereta api, dan kapal laut.

 
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
 

“Ini merupakan sebuah ikhtiar bersama, kita semua mendengar harapan Bapak Presiden Prabowo Subianto bahwa jika kita bisa memberikan yang terbaik, pelayanan terbaik untuk masyarakat, tentu ini menunjukkan negara dan pemerintah selalu hadir untuk mereka,” ujarnya.

 
Sebanyak lebih dari 83.436 pemudik diberangkatkan menggunakan sekitar 1.541 unit bus, hampir 28.720 pemudik menggunakan 99 rangkaian kereta api, serta lebih dari 4.532 pemudik menggunakan 46 unit kapal laut. Dalam program tersebut, Pelindo turut memberikan dukungan melalui penyediaan armada transportasi bus sebanyak 161 unit menuju 13 kota tujuan di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari peran aktif perusahaan dalam menyukseskan Program Mudik Gratis Bersama BUMN 2026.

 
Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyampaikan bahwa partisipasi Pelindo dalam program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk terus mendukung inisiatif sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

 
“Jadi harapannya dengan bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan kita, ini menjadi suatu harapan bagi masyarakat untuk bisa bertemu keluarganya, membuat kebahagiaan, refreshing, dan nanti kembali ke Jakarta mencari nafkah dengan semangat yang baru,” ujar Achmad.

 
Salah satu peserta mudik tujuan Solo, Joni, menyampaikan rasa syukurnya karena dapat mengikuti program mudik gratis tahun ini.

 
“Ini baru pertama kali saya ikut mudik gratis. Terima kasih kepada Pelindo sudah memberikan armada untuk kami pulang kampung. Harapan saya sih, ada terus tiap tahun,” ujar Joni.

 
Melalui partisipasi dalam Mudik Bersama BUMN yang digelar setiap tahunnya, Pelindo berharap dapat terus melayani sepenuh hati dalam membantu masyarakat untuk mudik ke kampung halaman dengan aman dan nyaman.

 
“Semoga program ini berjalan dengan baik, semua yang mudik lancar sampai tujuan dan kembali ke Jakarta dengan selamat,” tutup Achmad.

 
(Redaksi MBN.Com). 

Arus Mudik Pelindo Regional 4 Tumbuh 8,25%, Balikpapan dan Makassar Dominasi Pergerakan Penumpang





MAKASSAR (Media Bisnis Nasional.com, 20 Maret 2026) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat kinerja positif dalam pelayanan Angkutan Lebaran 1447 Hijrah/2026 Masehi, dengan pertumbuhan arus penumpang sebesar 8,25% secara year on year (YoY) hingga H-2 Lebaran.


Berdasarkan data operasional periode H-15 hingga H-2 (6 - 19 Maret 2026), total penumpang yang dilayani mencapai 413.953 orang, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 382.401 orang.


Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menyampaikan bahwa peningkatan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi laut yang semakin baik, aman, dan terintegrasi.


“Pertumbuhan arus penumpang ini menunjukkan bahwa transportasi laut masih menjadi pilihan utama masyarakat di kawasan Indonesia Timur, khususnya selama momen mudik Lebaran. Pelindo terus memastikan kesiapan layanan, baik dari sisi fasilitas, sistem digital, maupun aspek keselamatan,” ujar Abdul Azis.


Dia menambahkan, Pelindo Regional 4 mengoperasikan puluhan terminal penumpang dengan dukungan sistem digital seperti autogate di 11 cabang dan X-ray di 15 cabang, guna meningkatkan efisiensi layanan serta keamanan penumpang.


Berdasarkan data kumulatif hingga H-2, terdapat lima pelabuhan dengan kontribusi penumpang terbesar di wilayah Regional 4, yaitu Pelabuhan Balikpapan sebanyak 71.024 orang, Makassar 53.415 orang, Ambon 43.425 orang, Parepare 41.634 orang, dan Pelabuhan Ternate sebanyak 40.733 orang.


Kelima pelabuhan ini menjadi simpul utama mobilitas masyarakat, terutama untuk konektivitas antarpulau di kawasan Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku.


Di sisi lain, pergerakan kapal selama periode yang sama tercatat sebanyak 611 unit. Adapun lima pelabuhan dengan arus kapal tertinggi adalah Pelabuhan Ternate sebanyak 92 unit, Manado 65 unit, Ambon 62 unit, Kendari 48 unit, dan Pelabuhan Balikpapan sebanyak 47 unit.


General Manager Pelindo Regional 4 Makassar, Iwan Sjarifuddin, menjelaskan bahwa dengan 611 unit arus kapal hingga H-2 Lebaran tahun ini, kapasitas angkut dan optimalisasi jadwal pelayaran mampu menjaga kelancaran arus mudik.


“Kami mengoptimalkan load factor dan jadwal kedatangan kapal, sehingga pelayanan tetap berjalan lancar tanpa penumpukan penumpang,” jelas Iwan.


Sementara itu, data yang ada juga menunjukkan tren peningkatan signifikan menjelang puncak mudik dengan lonjakan penumpang tertinggi terjadi pada periode H-3.


Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pelindo Regional 4 telah menyiapkan berbagai langkah strategis, antara lain penguatan posko terpadu dan command center, penambahan personel operasional, pengaturan arus penumpang (crowd management) secara real time, serta penyediaan fasilitas tambahan seperti ruang tunggu sementara (RTS) dan sistem informasi publik.


Selain itu, Pelindo juga menyiapkan contingency plan untuk menghadapi berbagai risiko operasional seperti gangguan sistem, lonjakan trafik, hingga kondisi cuaca ekstrem.


Dalam aspek keselamatan, Pelindo Regional 4 memastikan seluruh operasional berjalan dengan standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) yang ketat. Sehingga diharapkan tidak terjadi insident, accident maupun fatality.


“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami memastikan seluruh proses operasional berjalan aman, tertib, dan memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi seluruh pengguna jasa,” tutup Abdul Azis.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 4).

Rabu, Maret 18, 2026

Tinjau Arus Puncak Mudik Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Ciwandan, Menteri Perhubungan: Berjalan Kondusif dan Lancar





BANTEN CIWANDAN (Media Bisnis Nasional.com) – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi bersama Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, dan sejumlah pemangku kepentingan lain meninjau langsung puncak arus mudik Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Ciwandan, Banten, Rabu (18/3) dini hari. 


Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung dinamika pelayanan penyeberangan bagi pemudik yang melintas melalui Pelabuhan Ciwandan. 


Dalam peninjauan tersebut, rombongan yang didampingi oleh Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar, Plh Executive Director 2 Pelindo Regional 2 Budi Prasetio, serta General Manager Pelindo Regional 2 Banten Benny Ariadi menyapa para pemudik sekaligus menyaksikan langsung proses layanan mulai dari kedatangan hingga keberangkatan ke kapal. 


Arus pergerakan kendaraan roda dua terlihat mengalir dengan baik, didukung pengaturan lalu lintas terpadu serta sistem layanan pelabuhan yang berjalan selaras antarinstansi.


Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menyampaikan, proses pelayanan di Pelabuhan Ciwandan berlangsung dengan kondusif dan lancar sehingga memberikan kemudahan bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor.


“Tadi saudara-saudara kita yang berkendara roda dua bisa dengan cepat kita naikkan ke kapal dan tidak terjadi penumpukan ataupun kemacetan yang ada di Pelabuhan Ciwandan,” ujar Menhub.


Ia juga mengapresiasi koordinasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini, sehingga pelayanan penyeberangan dapat berjalan dengan tertib dan lancar.


“Terima kasih kepada Polri dalam hal ini Korlantas, Polda Banten, dan juga stakeholder lain, ada Pelindo sebagai pemilik Pelabuhan Ciwandan, kemudian juga ASDP yang menyediakan kapal-kapalnya,” ujarnya.


Sementara itu, General Manager Pelindo Regional 2 Banten Benny Ariadi menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Perhubungan yang turut memberikan perhatian langsung terhadap pelayanan Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Ciwandan. 


“Terima kasih atas kunjungan Bapak Menteri Perhubungan yang telah meninjau langsung pelayanan di Pelabuhan Ciwandan. Alhamdulillah, proses keberangkatan pemudik dapat berjalan dengan lancar berkat dukungan kesiapan infrastruktur, fasilitas pelabuhan, serta kehadiran petugas di seluruh titik layanan di Pelabuhan Ciwandan, bersama dukungan dan kolaborasi dari para stakeholder terkait yang turut membantu kelancaran pelayanan selama Angkutan Lebaran 2026,” ujar Benny.


Hingga hari ke delapan pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026, tepatnya per 18 Maret 2026 pukul 13:37 WIB, Pelabuhan Ciwandan tercatat telah melayani 188 voyage (trip kapal) dengan jumlah penumpang mencapai 74.811 orang. 


Sementara itu, total kendaraan yang telah dilayani terdiri dari 41.376 unit sepeda motor dan 12.460 unit truk, sehingga total kendaraan mencapai 53.836 unit.


Selanjutnya, Pelindo Regional 2 Banten akan terus menjaga ritme pelayanan yang konsisten agar pengalaman mudik yang lancar dan kondusif ini dapat dirasakan hingga akhir periode Angkutan Lebaran 2026.


“Kami akan terus menjaga kualitas pelayanan agar tetap berjalan baik hingga akhir periode Angkutan Lebaran 2026. Harapannya, setiap pemudik dapat merasakan perjalanan yang aman, nyaman, melayani sepenuh hati serta membawa kesan baik saat kembali ke kampung halaman,” tutup Benny.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2 Banten).

Selasa, Maret 17, 2026

Mudik Aman Berbagi Harapan: IPC TPK Fasilitasi 500 Pemudik Tujuan Semarang di Idul Fitri 1447 H



JAKARTA (MBN.Com, 16 Maret 2026) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali memfasilitasi masyarakat untuk pulang ke kampung halaman melalui program Tanggung Jawab Sosial d pplan Lingkungan (TJSL) Mudik Gratis Bersama Pelindo menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung tradisi mudik yang aman, nyaman, dan lebih terorganisir, sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang ingin merayakan hari raya bersama keluarga di kampung halaman.

 

Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan dalam mendukung mobilitas masyarakat selama periode Lebaran sekaligus memberikan alternatif perjalanan yang lebih aman dan nyaman.

 

“Melalui program ini, kami ingin memastikan para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tanpa terbebani biaya transportasi. Kami juga berharap program ini dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, di jalan raya selama periode mudik dan arus balik Lebaran,” ujar Pramestie.

 

Pada pelaksanaan tahun ini, IPC TPK memfasilitasi 500 peserta mudik dengan rute Jakarta–Semarang. Sebanyak 250 pemudik diberangkatkan dari Jakarta menuju Semarang, sementara 250 peserta lainnya difasilitasi untuk perjalanan arus balik dari Semarang menuju Jakarta setelah masa libur Lebaran.

 

Program yang menjadi agenda rutin tahunan ini merupakan bagian dari sinergi TJSL di lingkungan Pelindo Group. IPC TPK terus berupaya menjaga kualitas pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, khususnya yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.

 

Selain aspek sosial, kegiatan ini juga menjadi wujud dukungan terhadap upaya menciptakan ekosistem transportasi yang lebih tertib dan aman selama musim libur Lebaran. Para peserta mudik juga dibekali dengan makanan, snack, dan minuman untuk menemani perjalanan sehingga diharapkan dapat menambah kenyamanan selama menuju kampung halaman.

 

Lebih dari sekadar memfasilitasi perjalanan pulang kampung, program ini juga menjadi wujud kepedulian IPC TPK untuk berbagi kebahagiaan di momen Idul Fitri serta mempererat hubungan perusahaan dengan masyarakat.

 

“Harapan kami, perjalanan ini bukan hanya mengantarkan para pemudik sampai ke kampung halaman, tetapi juga membawa kebahagiaan karena dapat berkumpul kembali dengan keluarga tercinta. Semoga seluruh peserta dapat tiba dengan selamat, merayakan Idul Fitri dengan penuh kehangatan, dan kembali ke Jakarta dalam kondisi sehat dan aman,” tutup Pramestie


(Redaksi MBN.com/Corcom IPC TPK).