Pages

Selasa, Desember 30, 2025

PELINDO Regional 2 PALEMBANG Salurkan BANTUAN PEMBANGUNAN TPS3R dan MESIN PENCACAH PLASTIK Kepada Kecamatan ILIR TIMUR II Kota PALEMBANG

 



PALEMBANG (MBN.Com) — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan melalui penyaluran bantuan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R)/Bank Sampah Terpadu, Bak Pemilahan Sampah dan 1 Unit Mesin Pencacah Plastik kepada Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pengelolaan Sampah Tahun 2025.


Bantuan pembangunan TPS3R/Bank Sampah Terpadu ini bertujuan untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat secara terpadu, sekaligus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir serta memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.


General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Palembang yang diwakili oleh Manager Keuangan & SDM, Imron Syamsi dalam sambutannya menyampaikan bahwa program TJSL di bidang lingkungan merupakan salah satu fokus Pelindo dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.


“Melalui pembangunan TPS3R/Bank Sampah Terpadu ini, Pelindo Regional 2 Palembang berharap dapat berkontribusi nyata dalam upaya pengelolaan sampah yang lebih efektif sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan,”


Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengrusakan Lingkungan (PPKL), Heni Kurniawati,ST.MT Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang menyampaikan “Bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi kami dalam membantu mengurangi timbunan sampah yang ada di Kota Palembang yang akan dikirim ke TPA, mungkin bapak ibu tahu bagaimana kondisi tumpukan sampah di TPA yang kita miliki di Sukawinatan sudah cukup tinggi, dari pemerintah pusat program pengurangan sampah juga merupakan salah satu program nasional jadi bantuan dari Pelindo ini akan memberikan manfaat besar sekali disamping itu juga merupakan peran serta dalam pengelolaan lingkungan dan juga tanggung jawab sosial dari pelindo terhadap masyarakat disini.”


Plt. Camat Ilir Timur II Kota Palembang, Susanto Umar ,S.K.M., M.Si menyambut baik bantuan tersebut dan mengapresiasi dukungan Pelindo Regional 2 Palembang yang dinilai sejalan dengan program pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di tingkat kecamatan dan kelurahan.


“Saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada Pelindo Regional 2 Palembang yang berada di Lingkungan Kecamatan Ilir Timur II ini yang sudah memberikan bantuan dari program TJSL yaitu berupa Pembangunan TPS3R / Bank Sampah dan mesin pencacah plastik yang nantinya akan dimanfaatkan untuk pengelolaan sampah oleh Masyarakat yang ada di kecamatan Ilir Timur II maupun sekitarnya, ini adalah salah satu bantuan yang kesekian kalinya dari Pelindo Regional 2 Palembang.”


Pelindo Regional 2 Palembang terus berkomitmen menjalankan Program TJSL secara berkelanjutan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, sekaligus mendukung pembangunan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah pelabuhan.


(Redaksi MBN.Com /Humas Pelindo  Regional 2 Palembang).  

 

 

Pelindo Multi Terminal Pastikan Layanan Pelabuhan Tetap Berjalan Optimal di Periode Libur Nataru



MEDAN (MBN.Com) - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, memastikan kesiapan dan layanan optimal di seluruh pelabuhan yang dikelola selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Komitmen ini mencakup kelancaran pelayanan penumpang maupun arus barang, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas logistik periode Nataru.


Di tengah kebijakan pemerintah terkait imbauan memberikan kesempatan untuk melaksanakan kerja dari lokasi lain atau Work from Anywhere (WFA) selama periode libur Nataru, Pelindo Multi Terminal memastikan bahwa sektor layanan operasional pelabuhan tetap siaga 24 jam, mengingat perannya yang vital dalam menjaga kelancaran mobilitas barang dan penumpang. Pelindo Multi Terminal tetap menjalankan seluruh kegiatan operasionalnya di 20 branch/cabang yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia meliputi: Sumatra (Belawan, Malahayati, Lhokseumawe, Dumai, Sibolga, Tanjungpinang, Tanjung Balai Karimun), Jawa (Tanjung Emas, Tanjung Intan, Jamrud Nilam Mirah, Gresik, Tanjung Wangi), Kalimantan (Balikpapan, Trisakti, Bumiharjo Bagendang), Sulawesi (Makassar, Parepare) serta Bali & Nusa Tenggara (Bima Badas, Lembar, Benoa). 


Direktur Operasi Pelindo Multi Terminal, Arif Rusman Yulianto menyampaikan bahwa perusahaan tetap memberikan layanan bongkar muat nonpetikemas dan layanan kepelabuhanan lainnya selama periode libur Nataru.


“Kami memastikan layanan operasional pelabuhan berjalan normal selama periode libur Nataru. Sejumlah langkah antisipasi disiapkan untuk menghadapi potensi lonjakan arus barang dan penumpang, serta perubahan cuaca di akhir tahun untuk menjaga kelancaran arus logistik nasional dan kualitas pelayanan kepada para pengguna jasa,” jelas Arif.


Dalam menjaga keberlangsungan operasional, Pelindo Multi Terminal melakukan pengecekan kesiapan fasilitas pelabuhan dan peralatan bongkar muat, pelaksanaan layanan operasional sesuai dengan prosedur yang berlaku, penguatan kesiapan sumber daya manusia (SDM) operasional melalui pengaturan pola kerja dan penugasan personel, pengaturan jalur lalu lintas di dalam dan di luar terminal untuk mencegah potensi kepadatan, peningkatan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) , pemantauan cuaca secara berkala, serta koordinasi intensif dengan sejumlah stakeholders di lingkungan pelabuhan. Pelindo Multi Terminal juga mendukung kebijakan pemerintah terkait skema pembatasan angkutan barang selama periode Nataru, sehingga aktivitas bongkar muat tetap dapat berlangsung optimal. 


Arif menambahkan bahwa para pengguna jasa dapat menghubungi customer relations jika menemui kendala pelayanan operasional pelabuhan nonpetikemas atau membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai layanan perusahaan.


“Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik dan berkesinambungan di seluruh pelabuhan, baik untuk penumpang maupun barang. Kami memastikan operasional berjalan aman, lancar, dan efisien dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, serta kualitas layanan kepada pengguna jasa. Dengan kesiapan tersebut, kami optimistis dapat menjaga kepercayaan pengguna jasa sekaligus membuka tahun 2026 dengan semangat positif dan kinerja operasional yang semakin baik,” tutup Arif.


(Red.MBN.Com/Corcom SPMT). 

TPS Surabaya Tangani Pengiriman Tiga Platform Lokomotif milik PT INKA (Persero) ke Australia

 




SURABAYA  (Media Bisnis Nasional) - PT INKA (Persero) kembali mengirimkan tiga unit platform lokomotif ke Australia untuk United Group Limited (UGL). Pengiriman ini merupakan bagian dari pemenuhan kontrak pengadaan sebanyak 50 unit yang telah disepakati sebelumnya. 


Dengan pengiriman tersebut, hingga akhir 2025 PT INKA (Persero) telah merealisasikan pengiriman sebanyak 13 unit platform lokomotif. Capaian ini menunjukkan progres pengiriman yang berjalan sesuai rencana sekaligus mencerminkan konsistensi PT INKA (Persero) dalam melayani pasar internasional. 


Senior Manager Hubungan Masyarakat dan Kantor Perwakilan PT INKA (Persero), Hartono, menyampaikan bahwa pengiriman di penghujung tahun ini menjadi catatan positif bagi perusahaan. 


“Di akhir tahun 2025 ini kami berhasil mengirimkan tiga unit platform lokomotif ke Australia. Lalu di awal 2026 nanti kami akan kembali mengirim ke Australia untuk jenis kereta berbeda. Kami melihat capaian ini sebagai momentum yang baik untuk menjaga keberlanjutan pengiriman sekaligus mengawali kinerja ekspor INKA pada 2026,” ujarnya. 


Pengiriman dilakukan melalui Terminal Petikemas Surabaya dengan melibatkan koordinasi antar perusahaan untuk memastikan seluruh proses logistik berjalan lancar dan memenuhi ketentuan ekspor. 


Senior Vice President Komersial dan Pengembangan Bisnis PT TPS, Bayu Setyadi, mengatakan bahwa pihaknya terus mendukung aktivitas ekspor produk manufaktur nasional. 


“TPS berkomitmen mendukung kelancaran ekspor produk perkeretaapian Indonesia agar dapat diterima dan bersaing di pasar global,” kata Bayu.


Lebih lanjut, Hartono menjelaskan bahwa kerja sama dengan UGL telah terjalin secara berkelanjutan. “Selain platform lokomotif, hingga saat ini INKA juga telah mengirimkan sekitar 1.000 unit flat wagon ke UGL. Hal ini menjadi bagian dari langkah ekspansi global perusahaan sekaligus menunjukkan kepercayaan mitra internasional terhadap produk INKA,” jelasnya.


(Redaksi MBN.Com/Corcom TPS Surabaya).

 

Tebarkan Energi Kebaikan, Pertamina Gas Gelar Khitanan Massal dan Santunan Anak Yatim di Wilayah Rokan

 






Media Bisnis Nasional, 31Desember 2025 – PT Pertamina Gas (Pertagas), sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Melalui Operation Rokan Area (ORA), Pertagas secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif sosial yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan, kepedulian sosial, serta penguatan hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi.


Mengisi momentum masa libur sekolah, Pertagas menghadirkan program sosial yang tidak hanya bernilai kemanusiaan, tetapi juga memberi pengalaman positif bagi anak-anak. Di tengah jeda dari aktivitas belajar, kegiatan ini menjadi ruang yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak untuk menjalani proses penting dalam tumbuh kembang mereka, sekaligus mempererat kebersamaan keluarga dan lingkungan sekitar.


Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah khitanan massal gratis yang digelar di Aula Kecamatan Mandau, Duri, Provinsi Riau. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada 21–22 Desember 2025, ini diikuti oleh 50 anak dari Kecamatan Mandau dan sekitarnya. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Pertamina Dumai dan turut dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Mandau beserta jajaran.


Untuk menciptakan suasana yang lebih ramah anak, rangkaian kegiatan khitanan juga dilengkapi dengan sesi dongeng edukatif yang difasilitasi oleh Darul Tauhid. Pendekatan ini dihadirkan agar anak-anak dapat mengikuti proses dengan lebih nyaman, rileks, dan ceria.


Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Gas, Imam Rismanto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari program CSR Pertagas yang berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang.


“Melalui program CSR yang berkelanjutan, Pertagas berkomitmen untuk terus menebarkan energi kebaikan dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujar Imam.


Selain khitanan massal, Pertagas ORA juga menyalurkan santunan serta menggelar doa bersama bagi anak yatim piatu di Masjid Al Hidayah, Kelurahan Air Jamban, Kampar, serta Masjid Nur Iman, Kelurahan Talang Mandi, Kota Garo. Total penerima manfaat dalam kegiatan santunan ini mencapai 85 anak yatim piatu.


Perwakilan manajemen Pertagas Wilayah Rokan, Iqbal Pangindoman, menegaskan bahwa keberlanjutan operasional perusahaan tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan masyarakat sekitar.


“Pertagas secara konsisten menjalankan program CSR yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting untuk mendukung kelancaran operasional dan menjaga ketahanan energi, khususnya di wilayah Rokan Area,” ungkap Iqbal.


Sekretaris Kecamatan Mandau, Rudi Hartono, mengapresiasi kontribusi Pertagas yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak di masa libur sekolah.


“Mewakili masyarakat Kecamatan Mandau, kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi Pertagas dalam melaksanakan khitanan bagi anak-anak kami di masa libur sekolah. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan membantu masyarakat,” ujar Rudi.


Melalui pelaksanaan program CSR yang berkelanjutan, Pertagas tidak hanya menjalankan operasional bisnis, tetapi juga hadir memberikan manfaat sosial bagi masyarakat. Pertagas senantiasa berkomitmen mendukung kehidupan masyarakat yang mandiri, maju, dan sejahtera.


Sebagai bagian dari kontribusi strategis bagi ketahanan energi nasional, Pertagas ORA mengoperasikan transportasi minyak mentah yang memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan minyak mentah nasional melalui jaringan pipa yang membentang di lima kabupaten di Provinsi Riau.




Sonny H. Sayangbati

Kiki M Hikmat, Direktur : PT New Priok Container Terminal One atau NPCT 1 Catat Throughput Tembus 10 Juta TEUs




JAKARTA TANJUNG PRIOK (Media Bisnis Nasional.com)  — New Priok Container Terminal One (NPCT1) mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan operasionalnya dengan menembus total penanganan 10 juta TEUs sejak mulai beroperasi pada 2016. 


Capaian tersebut diraih pada Agustus 2025 dan menjadi penanda konsistensi kinerja terminal peti kemas yang berada di bawah naungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui kerja sama dengan mitra global SEA Terminal Management & Service (STMS).


Sepanjang 2025 hingga November, NPCT1 berhasil menangani 1,39 juta TEUs, menempatkannya pada jalur yang solid untuk menutup tahun dengan performa positif. Direktur NPCT1, Kiki Mohammad Hikmat, menyebut pencapaian tersebut mencerminkan kepercayaan pengguna jasa serta kuatnya kolaborasi antara operator terminal, mitra pelayaran, dan pemangku kepentingan lainnya.


“Pencapaian lebih dari 10 juta TEUs sejak 2016 menjadi bukti konsistensi kami dalam menjaga kinerja operasional, keselamatan, dan kualitas layanan,” ujar Kiki di Jakarta, Selasa (30/12/2025).



Mitra Pelayaran

NPCT1 saat ini melayani 16 layanan pelayaran mingguan dan bermitra dengan sejumlah perusahaan pelayaran global seperti Maersk, Evergreen, MSC, HMM, SITC, Hapag-Lloyd, TS Lines, Namsung, Wan Hai Lines, dan Yang Ming. Terminal ini menjadi simpul penting bagi arus logistik nasional, melayani berbagai sektor mulai dari manufaktur, otomotif, hingga barang konsumsi dan pertanian.


Sepanjang 2025, kinerja operasional NPCT1 diperkuat melalui sejumlah peningkatan strategis. Di antaranya pengadaan satu unit quay crane, lima rubber-tired gantry (RTG), serta tujuh prime mover baru yang mendukung kelancaran bongkar muat. 


Penerapan Terminal Booking System (TBS) sejak Agustus 2025 turut meningkatkan efisiensi arus truk, menekan kepadatan, dan memperlancar proses penerimaan serta pengiriman peti kemas. Optimalisasi yard melalui pengaturan klaster, prioritas bay day, dan pemantauan berkelanjutan juga menjaga tingkat yard occupancy tetap stabil di kisaran 60 persen, sekaligus mendorong pertumbuhan volume hingga 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.



SDM dan Elektrifikasi

Di sisi lain, NPCT1 terus memperkuat fondasi keberlanjutan melalui pengembangan sumber daya manusia, penerapan standar keselamatan tinggi, serta akselerasi transformasi digital. Sistem penagihan elektronik melalui platform ECON, pembaruan Global Terminal Operating System (GTOS), integrasi dengan platform trucking, hingga penguatan keamanan siber menjadi bagian dari strategi peningkatan efisiensi dan transparansi layanan.


Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan juga menjadi fokus utama. NPCT1 menargetkan pengurangan emisi karbon hingga 50 persen pada 2030, antara lain melalui pemanfaatan energi surya yang saat ini mampu menyuplai sekitar 50 persen kebutuhan listrik gedung utama. 


Seluruh armada RTG telah beralih ke sistem listrik dan hybrid, sementara prime mover menggunakan bahan bakar B40. Fasilitas cold ironing juga telah dioperasikan untuk memungkinkan kapal mematikan mesin saat sandar, sehingga menekan emisi gas buang.


“Elektrifikasi menjadi pilar penting dalam strategi keberlanjutan kami,” ujar Kiki. Ia menambahkan, seluruh upaya tersebut diperkuat dengan penerapan standar ISO 14001:2015 sebagai jaminan pengelolaan lingkungan yang terintegrasi dan berkelanjutan.


Dengan luas terminal mencapai 32 hektare, didukung sembilan quay crane, 29 RTG, 51 prime mover, tiga dermaga sepanjang total 850 meter, kapasitas harian hingga 6.000 TEUs, serta 990 reefer plug, NPCT1 menegaskan posisinya sebagai salah satu terminal peti kemas paling modern dan andal di Indonesia. Ke depan, NPCT1 berkomitmen terus memperkuat inovasi, efisiensi, dan kemitraan guna mendukung daya saing logistik nasional dan regional.


(Redaksi MBN.Com/Corcom NPCT 1).

Hingga November 2025, Terminal Kijing Tunjukkan Lonjakan Kinerja dan Peran Strategis bagi Kalimantan Barat




JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com) — Kehadiran Terminal Kijing di Mempawah yang dikelola PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Pontianak menjadi urat nadi ekonomi Kalimantan Barat. Sejak dikelola PTP Nonpetikemas sejak 1 Agustus 2022, Terminal Kijing kini menjadi tulang punggung pelayanan kargo nonpetikemas di Kalimantan Barat, dengan kontribusi signifikan terhadap efisiensi logistik dan kelancaran arus barang nasional.


Terminal Kijing menjadi salah satu simpul logistik internasional yang strategis karena berbatasan langsung dengan jalur perdagangan utama Selat Malaka, sehingga memainkan peran penting dalam memperkuat konektivitas dan mendorong ekspor-impor, khususnya Kalimantan Barat, Terminal Kijing mampu melayani hingga 15 kapal sekaligus, termasuk kapal-kapal besar hingga 100.000 DWT karena draft hingga -15 meter dan panjang dermaga yang mencapai lebih dari 1.900 meter. 


Kalimantan Barat dikenal sebagai salah satu produsen utama minyak kelapa sawit nasional, berada di peringkat tiga besar provinsi penghasil CPO. Tak kurang dari 84 perkebunan kelapa sawit, 132 perusahaan industri CPO, dan 42 terminal khusus mendukung ekosistem komoditas ini di wilayah tersebut, sehingga Terminal Kijing menjadi urat nadi ekonomi Kalimantan Barat.


Terminal Kijing menjadi pintu gerbang ekspor utama untuk produk turunan kelapa sawit, didukung oleh sarana bongkar muat modern seperti harbour mobile crane, excavator, wheelloader, mobile conveyor, flexible hose, dan portable filling station. Sejumlah komoditas lain seperti batubara, pupuk, palm kernel, bauksit, dan kargo berat juga menjadi bagian dari layanan terminal ini. Dengan infrastruktur modern dan fasilitas bongkar muat yang mumpuni, Terminal Kijing kini memainkan peran penting dalam mendukung arus barang, khususnya untuk proyek-proyek infrastruktur di wilayah barat Indonesia. Tak hanya mendorong ekspor, Kijing juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan rantai pasok nasional. 


“Sebagai pelabuhan internasional baru di Kalimantan Barat, Terminal Kijing diposisikan menjadi motor penggerak ekspor-impor kawasan sekaligus katalisator pertumbuhan ekonomi nasional. Ke depan, pelabuhan ini disiapkan untuk mendukung program hilirisasi yang tengah digencarkan pemerintah serta melayani berbagai macam kargo, baik nonpetikemas maupun petikemas guna memperkuat rantai pasok, khususnya di wilayah barat Indonesia,” kata Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PTP Nonpetikemas, Dwi Rahmad Toto S. 


*Kinerja Terminal Kijing*


Kinerja Terminal Kijing terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Throughput melonjak dari 1,95 juta ton pada 2023 menjadi 2,75 juta ton pada 2024, dengan proyeksi menembus 4 juta ton pada 2025. 


“Hingga November 2025, total throughput mencapai 3,59 juta ton, didominasi curah kering sebesar 2,03 juta ton. Beberapa komoditas yang ditangani merupakan barang milik Mining Industry Indonesia (MIND ID) Group, khususnya PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), dalam mendukung pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Kami melihat pertumbuhan volume kargo di Terminal Kijing sebagai sinyal positif dari meningkatnya kepercayaan pengguna jasa”. ujar Toto.


Adapun komoditas tersebut meliputi bauksit, batu bara, dan aluminium hidroksida sebagai muatan curah kering; caustic soda liquid sebagai muatan curah cair; serta aluminium hidroksida yang ditangani sebagai general cargo. 


PTP hingga November 2025, kinerja pengoperasian PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak Terminal Kijing untuk komoditas curah kering mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 342% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Rata-rata throughput mencapai 3.620 ton per ship per day (T/S/D), melonjak tajam dari 879 T/S/D pada periode sampai dengan November 2024. 


“Dari sisi operasional, kami terus berupaya menjaga kelancaran layanan dengan mengoptimalkan proses bongkar muat, penataan alur logistik, dan pengelolaan waktu sandar kapal secara efisien," tambah Branch Manager PTP cabang Pontianak Suwanda, yang mengelola Terminal Kijing. 


PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak beroperasi di Kalimantan Barat dengan mengelola empat area terminal nonpetikemas, yaitu Kawasan Dwikora, Pelabuhan Perintis Sintete, Ketapang, dan Kawasan Kijing. Pelabuhan ini menangani berbagai komoditas general cargo seperti karet, bungkil, dan Plywood. 


Terminal Kijing sendiri melayani aneka kargo nonpetikemas, antara lain CPO dan turunannya, batubara, pupuk, palm kernel, karung beras, serta produk perkayuan. Didukung oleh Kalimantan Barat sebagai salah satu sentra produksi CPO nasional, wilayah ini memiliki hinterland yang kuat bagi pertumbuhan volume kargo. 


Realokasi aset dari pelabuhan lain dalam jaringan SPMT bukan hanya menjadi langkah strategis pemanfaatan aset idle, tetapi juga mencerminkan sinergi antar unit dalam menciptakan keunggulan operasional yang berdampak nyata pada kinerja dan pelayanan pengguna jasa. 


*Implementasi TJSL Kijing*


Sebagai wujud komitmen memperkuat nilai keberlanjutan, PTP Nonpetikemas menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pemberdayaan UMKM, pengembangan pendidikan, dan dukungan sosial di sekitar Terminal Kijing. Seluruh inisiatif ini dirancang bukan hanya sebagai bentuk kepedulian, tetapi juga untuk menciptakan nilai bersama (creating shared value/CSV) bagi masyarakat dan perusahaan. 


Dua program utama yang dijalankan meliputi PTP EduPort: Magang Berkarya & Inovasi Bersama, yang melibatkan mahasiswa dari Universitas Tanjungpura dan Universitas Muhammadiyah Pontianak dalam pembelajaran operasional dan pengembangan gagasan inovasi; serta Program Pelatihan dan Sertifikasi Pekerja Harian, yang meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal melalui sertifikasi BNSP di bidang curah cair, curah kering, dan general cargo.


“Penguatan kapasitas SDM melalui inovasi dan sertifikasi menjadi fondasi penting bagi keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan operasional perusahaan serta kepedulian bagi masyarakat”, tambah Sekretaris Perusahaan Fiona Sari Utami. 


Melalui inisiatif ini, PTP Nonpetikemas berharap model kolaborasi berbasis CSV tersebut dapat diperluas ke berbagai cabang, sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat kinerja perusahaan.


(Redaksi MBN.Com/Corcom PTP Nonpetiikemas).