Pages

Jumat, Desember 19, 2025

Untuk EKOSISTEM PELABUHAN BERKELANJUTAN, IPCM DAN PT EPI TANAM 2.000 POHON MANGROVELABUHAN BERKELANJUTAN, IPCM DAN PT EPI TANAM 2.000 POHON MANGROVE





BEKASI (Media Bisnis Nasional.com) - Sebagai bagian dari Pelindo Group, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IDX: IPCM) bersama PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI) terus berkomitmen dalam mewujudkan ekosistem pelabuhan yang berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis pada kegiatanTanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Penanaman 2.000 Pohon Mangrove pada wilayah pesisir, Pantai Bahagia, Kabupaten Bekasi.


Penanaman 2.000 Pohon Mangrove berjenis rhizophora mucronata ini merupakan salah satu upaya IPCM dan EPI dalam pengendalian abrasi laut, dimana jenis tanaman ini sangat efektif mengendalikan abrasi karena sistem perakarannya yang rapat dan kokoh berfungsi sebagai pemecah gelombang alami. Kegiatan ini juga merupakan wujud nyata perusahaan dalam menjaga kelestarian kenanekaragaman hayati ekosistem pesisir sehingga dapat memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.


Kegiatan penanaman mangrove diawali dengan penyerahan bibit mangrove secara simbolis oleh IPCM yang diwakili oleh Ridwan Budiman selaku DVP Komunikasi Perusahaan, GCG dan CSR, dan dilanjutkan oleh Sekretaris Perusahaan EPI, Indrianisari yang kemudian diteruskan dengan kegiatan penanaman mangrove yang melibatkan peran serta karyawan IPCM dan PT EPI selaku Employee Social Responsibility (ESR).


DVP Komunikasi Perusahaan, GCG dan CSR IPCM, Ridwan Budiman menyampaikan ”Menjaga keseimbangan dan kelestarian ekosistem laut menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas bisnis perusahaan, kolaborasi penanaman mangrove ini menjadi sebuah cerminan sinergi positif antar anak usaha Pelindo Group untuk menciptakan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat pesisir yang sekaligus mendukung target Net Zero Emission dan keberlanjutan bisnis pelabuhan.  


Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Energi Pelabuhan Indonesia, Indrianisari, menyampaikan bahwa pelaksanaan program TJSL ini merupakan bagian dari komitmen PT Energi Pelabuhan Indonesia dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, khususnya pada pilar lingkungan. ”Sebagai perusahaan yang berperan dalam penyediaan dan pengelolaan energi di kawasan pelabuhan, EPI memandang keberlanjutan lingkungan pesisir sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan ekosistem maritim dan operasional pelabuhan nasional,” ungkapnya.


Program kolaborasi TJSL penanaman 2.000 pohon mangrove ini sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang diusung Pelindo Group, yaitu menjaga keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Dari sisi lingkungan, penanaman mangrove berperan penting dalam mengurangi dampak perubahan iklim melalui penyerapan karbon dan menjaga ekosistem pesisir. Dari sisi sosial, kegiatan ini melibatkan masyarakat pesisir melalui edukasi dan pemberdayaan agar mereka turut serta dalam pelestarian lingkungan serta menciptakan nilai ekonomi. Dari sisi tata kelola, kolaborasi antar anak usaha Pelindo Group mencerminkan komitmen untuk menciptakan dampak positif yang terukur dan berkelanjutan. 


Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 tetang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 tentang Ekosistem Lautan, SDG 15 tentang Ekosistem Daratan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.


(Redaksi MBN.Com). 


Pelindo Regional 2 Tanjung Priok bersama Pemkot Jakarta Utara Lakukan Penghijauan Kawasan Kolong Tol Jalan Yos Sudarso



JAKARTA UTARA (Media Bisnis Nasional.com ) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok menghadiri dan mengikuti kegiatan Ground Breaking Penataan Kawasan Kolong Tol di  Jalan Yos Sudarso Tanjung Priok , Jakarta Utara. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara sebagai upaya penataan ruang kota di sekitar wilayah operasional pelabuhan.


Hadir dalam kegiatan tersebut Plh. Executive Director 2 Regional 2 PT.Pelindo, Budi Prasetyo, Executive General Manager PT.Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra beserta staff, dan dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara hadir Wakil Walikota Jakarta Utara, Fredy Setiawan. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman, dan Kepala Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup (Kabag PLH), Ardan Solihin, beserta jajaran


Program penataan kawasan kolong tol ini bertujuan menciptakan estetika wilayah/jalan di sekitar wilayah operasional pelabuhan,mengoptimalkan fungsi ruang terbuka hijau untuk mengurangi polusi udara, menjaga keseimbangan ekosistem, serta mendukung keanekaragaman hayati di wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menurunkan tingkat polusi udara, khususnya di kawasan dengan aktivitas lalu lintas yang padat.


Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, menyampaikan,melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo Regional 2 Tanjung Priok,  penataan kawasan kolong tol ini merupakan bentuk komitmen Pelindo dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui optimalisasi ruang terbuka hijau guna meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan masyarakat di Jakarta Utara.


Penataan kawasan kolong tol Jl. Yos Sudarso diharapkan mengubah area padat penduduk menjadi ruang hijau fungsional yang mereduksi polusi udara dan polusi suara, meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan masyarakat, serta mencerminkan komitmen Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2 Tanjung Priok).

PTP Cabang TANJUNG PRIOK Jadi PENOPANG UTAMA PTP NONPETIKEMAS Bukukan Throughput Meningkat 109 %



JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com) – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) melalui Cabang Tanjung Priok kembali mempertegas posisinya sebagai penggerak utama terminal multipurpose nasional. Hingga November 2025, cabang ini membukukan throughput 14,4 juta Ton, melampaui target RKAP periode yang sama sebesar 13,23 juta Ton dengan tingkat pencapaian 109%.


Hal ini juga terlihat dari perbandingan secara year-on-year (YoY), dengan capaian kenaikan sebesar 12% dibandingkan realisasi November tahun sebelumnya yang mencapai 12,08 juta ton. Lonjakan ini terutama ditopang oleh dominasi layanan General Cargo (8,49 juta ton), didukung oleh peningkatan komoditas Curah Kering (4,45 juta ton), Curah Cair (1,4 juta ton), dan Bag Cargo (62,3 ribu ton) yang menjadikan Tanjung Priok sebagai kontributor terbesar terhadap performa nasional.


“Realisasi throughput Cabang Tanjung Priok hingga November 2025 menjadi bukti konsistensi kami dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional. Dengan hasil di atas target RKAP, Tanjung Priok semakin menegaskan perannya sebagai motor penggerak kinerja PTP Nonpetikemas,” ujar Budi Utoyo, Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok.


Secara keseluruhan, PTP Nonpetikemas mengumpulkan throughput 43,12 juta Ton hingga November 2025, atau 88,18% dari target RKAP tahun berjalan. Dari capaian tersebut, lebih dari 34% disumbangkan oleh Cabang Tanjung Priok—menjadikannya cabang dengan realisasi tertinggi di seluruh unit PTP Nonpetikemas.


Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menambahkan, “Cabang Tanjung Priok merupakan fondasi utama pencapaian throughput nasional. Kami terus meningkatkan layanan multipurpose melalui optimalisasi produktivitas, penerapan sistem digital PTOS-M dan pemutakhiran fasilitas. Didukung SDM yang tersertifikasi, kami yakin Tanjung Priok akan terus menjadi rujukan operasional di industri kepelabuhanan,” tegas Indra.


Selain kinerja throughput, Cabang Tanjung Priok juga mencatat perbaikan signifikan dalam produktivitas bongkar muat, yang berkontribusi pada capaian kinerja konsolidasi PTP Nonpetikemas. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menyediakan layanan yang efisien, aman, dan kompetitif serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui Pelabuhan Tanjung Priok sebagai simpul utama distribusi logistik.


PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok menangani beragam komoditas, mulai dari curah kering, curah cair, hingga general cargo. Untuk curah kering, komoditas yang dilayani antara lain pasir, semen, gula, sulfur, dan garam. Pada curah cair, layanan meliputi CPO, RBD Olein, RBD Stearin, hingga PFAD (Palm Fatty Acid Distillate). Adapun untuk general cargo, komoditas yang ditangani mencakup gypsum, scrap iron, plywood, coil, kendaraan, heavy equipment, produk baja, dan lainnya.


(Redaksi IMBN.Com/Corcom PTP Non Petikemas).

 

Subholding Pelindo Jasa Maritim atau SPJM Peringati HAKORDIA 2025, Gelar Webinar Ilmiah Anti Korupsi

 

 



MAKASSAR (IMedia Bisnis Nasional.com) - PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment (peralatan), Port Services (Layanan Pelabuhan), Docking dan Shipyard mengadakan Webinar Ilmiah untuk memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA).

 

Webinar ilmiah ini dilaksanakan dengan menggunakan platform Zoom dengan menghadirkan beberapa narasumber yang ahli dibidangnya yaitu : Prof. Dr. Abdul Hamid Habbe, SE. M.Si., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnsi Unhas, dan Jeji Azizi dari Direktorat Anti Korupsi Badan Usaha KPK RI. Hadir pula Group Head Manajemen Risiko, Tata Kelola dan Kepatuhan Pelindo, Usman Saroni.

 

SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, menyampaikan bahwa peringatan HAKORDIA melalui webinar ilmiah ini menjadi pengingat penting bagi seluruh insan perusahaan untuk terus memahami korupsi dari berbagai perspektif. Selain itu juga sebagai upaya menyatukan langkah dalam membangun budaya antikorupsi.

 

“Korupsi adalah musuh bersama yang hanya dapat diberantas melalui komitmen kolektif dan konsistensi penerapan nilai integritas. Melalui webinar ilmiah ini, kami berharap seluruh insan SPJM tidak hanya memahami aspek regulatif, tetapi juga menginternalisasi nilai kejujuran, tanggung jawab, dan transparansi sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari,” ujar Tubagus Patrick.

 

Lebih lanjut, Tubagus Patrick menegaskan bahwa SPJM berkomitmen untuk terus mendukung agenda nasional pemberantasan korupsi melalui penguatan sistem tata kelola, peningkatan literasi antikorupsi, serta keteladanan pimpinan di seluruh lini organisasi.

Kegiatan ini merupakan wujud dari komitmen berkelanjutan Perusahaan dalam memperkuat budaya integritas serta mendukung upaya pemberantasan korupsi secara sistemik di lingkungan BUMN.

 

Webinar ini dibuka oleh Komisaris Utama SPJM, Otto Ardianto dan diikuti oleh jajaran Komisaris dan Direksi SPJM, seluruh karyawan SPJM Group termasuk komisaris dan direksi anak dan cucu perusahaan SPJM. Selain itu, hadir pula perwakilan pengurus Persatuan Istri Pegawai Pelindo (PIP) SPJM Group. Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan SPJM terhadap peringatan HAKORDIA yang diperingati setiap 9 Desember sebagai momentum refleksi dalam memerangi korupsi di Indonesia.

 

Melalui pendekatan ilmiah dan multidisipliner, webinar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai akar, karakter, serta dampak sistemik praktik korupsi. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran dan komitmen moral seluruh insan perusahaan terhadap pentingnya integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab profesional sehari-hari.

 

Narasumber pertama, Usman Saroni, General Head Manajemen Risiko dan Tata Kelola PT Pelabuhan Indonesia (Persero), menyampaikan materi terkait transparansi, akuntabilitas, dan penerapan Good Corporate Governance (GCG) sebagai antitesis korupsi. Ia menekankan bahwa tata kelola yang kuat, didukung manajemen risiko yang efektif, merupakan fondasi utama dalam menciptakan perusahaan yang bersih, berintegritas, dan berdaya saing berkelanjutan

 

Narasumber kedua, Prof. Dr. Hamid Habbe, SE., M.Si, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin sekaligus Komite Audit SPJM, memaparkan perspektif ilmiah mengenai paradigma dalam memahami akar dan dampak korupsi di Indonesia. Dalam paparannya, Hamid menekankan bahwa korupsi tidak hanya persoalan individual, tetapi juga dipengaruhi oleh konteks sistemik yang membutuhkan pembenahan tata kelola dan penguatan nilai etika secara berkelanjutan.

 

Sementara itu, Jeji Azizi, Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Direktorat Antikorupsi Badan Usaha Komisi Pemberantasan Korupsi RI (KPK), mengulas secara komprehensif mengenai pencegahan fraud dan gratifikasi di lingkungan korporasi. Materi yang disampaikan menegaskan pentingnya peran aktif seluruh pegawai dalam mengenali, mencegah, dan melaporkan potensi benturan kepentingan serta praktik gratifikasi sebagai bagian dari sistem pengendalian internal perusahaan.

Dengan terselenggaranya Webinar Ilmiah dalam Rangka Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2025 ini, SPJM berharap dapat mendorong transformasi budaya kerja yang bersih dan berintegritas, sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam mewujudkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan serta turut mendukung peningkatan nilai persepsi anti korupsi secara nasional.

 

(Redaksi MBN.Com/Corcom SPJM).

FORWAPINDO Resmi Dideklarasikan, Siap Berkolaborasi Lintas Sektor Maritim Pelabuhan dan Pemerintahan

 


JAKARTA  (Media Bisnis Nasional.com) - Sejarah baru tercatat di Jakarta Utara, sejumlah jurnalis dari berbagai media  online dan cetak resmi membentuk Forum Wartawan Pelabuhan Indonesia (FORWAPINDO). Deklarasi forum digelar di Jakarta Utara, Jumat (19/12/2025). 


Hadir dalam deklarasi tersebut, Kepala Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik 

(Kominfotik) Kota Administrasi Jakarta Utara R. Fauzy didampingi Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Ruki. 


Andi Roesman Rola Ketua FORWAPINDO terpilih mengatakan, Forwapindo lahir dari kesadaran kolektif para jurnalis atas pentingnya perhatian terhadap potensi maritim sekaligus membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara.


"FORWAPINDO hadir untuk jadi ruang sinergi yang sehat antara pers, pelaku industri, dan pemerintah. Kami juga siap mendukung Pemkot Jakarta Utara dalam menyampaikan informasi yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat," ujarnya. 


Dalam deklarasinya, FORWAPINDO  mengusung tiga semangat utama yang antaralain :


- Profesionalisme dalam peliputan maritim.

- Edukasi bagi jurnalis dan masyarakat pesisir.

- Kolaborasi lintas sektor untuk kemajuan maritim dan membangun sinergi dengan Pemerintah.


Dikesempatan itu, Kepala Seksi Pemberitaan Sudin Kominfotik Pemkot Jakarta Utara Ruki menegaskan, pertemuan bersama Forwapindo merupakan hal yang baik. Menurutnya peran Pers sangatlah penting untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. 


"Kami memberikan apresiasi atas peran aktif jurnalis dalam menyampaikan informasi kepada publik," tegasnya. 



Jurnalis 'Kecewa'

Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Pelabuhan Indonesia (FORWAPINDO) sedikit agak kecewa lantaran pihak Mitra Pelindo Regional 2 Tanjung Priok yang diharapkan bisa hadir pada acara deklarasi, namun tidak ada perwakilan yang datang.


"Kami sangat menyayangkan pihak Pelindo Regional 2 Tanjung Priok tidak ada yang hadir, padahal dari pihak Pemerintah Kota Jakarta Utara sangat antusias, mendukung penuh Kehadiran Forwapindo," ujarnya Bang Andi R.R.di sela-sela acara.



(Sonvy H. Sayagbati/Redaksi MBN.Com).

KONSISTEN Beri NILAI TAMBAH: IPCM Bagikan DIVIDEN INTERIM Rp 23,25 Miliar

 



JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com) - Menutup akhir tahun 2025 ini, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IDX: IPCM) mengumumkan rencana pembagian dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp4,40 per lembar saham atau sebanyak Rp23,25 miliar.


Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita mengatakan, “Pembagian dividen ini merupakan bentuk komitmen IPCM dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham. Pada tahun-tahun sebelumnya, Perseroan juga membagikan dividen pada akhir tahun. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari manajemen, karyawan, dan para pemangku kepentingan. Hal ini sangat memungkinkan bagi kami untuk terus konsisten meningkatkan pencapaian."

 

Berikut jadwal pembayaran dividen interim IPCM:

Cum Dividen Interim di Pasar Reguler dan Negosiasi           2 Januari 2026

Ex Dividen Interim di Pasar Reguler dan Negosiasi   5 Januari 2026

Cum Dividen Interim di Pasar Tunai  6 Januari 2026

Ex Dividen Interim di Pasar Tunai      7 Januari 2026

Recording Date yang berhak atas Dividen Interim (DPS)    6 Januari 2026

Pelaksanaan pembayaran Dividen Interim    15 Januari 2026

 

Sebelumnya pada setiap periode publikasi laporan keuangannya, IPCM telah berhasil secara kontinyu mencatatkan kinerja yang positif meskipun di tengah kondisi geopolitik global yang belum stabil. "Upaya kami dalam meningkatkan kinerja perusahaan melalui kerja sama dengan mitra strategis telah menunjukkan hasil yang sesuai dengan harapan. Ekspansi yang kami lakukan di wilayah Indonesia Timur juga telah memperlihatkan potensi pendapatan yang semakin baik dan meningkat." tegas Shanti.

 

Dalam laporan keuangan IPCM triwulan III 2025 menunjukkan kinerja yang lebih baik dengan kenaikan pendapatan mencapai sebesar 15,50% YoY menjadi Rp1,09 triliun dari Rp946,62 miliar. Dari sisi laba mampu mencatatkan kenaikan sebesar 16,16% YoY dari sebelumnya Rp121,10 miliar menjadi sebesar Rp140,67 miliar.


Kontribusi utama pendapatan IPCM diperoleh dari jasa pelayanan kapal sebesar Rp1,06 triliun atau 96,62% dari total pendapatan, naik 15,22% YoY. Hal ini didukung peningkatan kinerja pada beberapa wilayah operasi eksisting maupun wilayah operasi baru di Indonesia bagian timur.


Sepanjang tahun 2025, IPCM menerapkan langkah strategi bisnis dalam berbagai aspek meliputi peningkatan kerja sama dengan para mitra strategis dan asosiasi, optimalisasi pelayanan, kesiapan armada, kru kapal, perawatan kapal, pembaruan alat produksi dalam bentuk pembangunan kapal serta efektivitas pola kerja. Hingga saat ini, IPCM mengelola 103 unit kapal yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan dalam rangka efisiensi penggunaan BBM dan mengurangi emisi karbon melalui penggunaan shore connection dan solar panel kapal.


Selain berkomitmen tinggi untuk memenuhi harapan pengguna jasa melalui kualitas pelayanan, IPCM juga konsisten memberikan dampak positif yang berkelanjutan terhadap ekosistem dan para karyawan. Belum lama ini memperoleh penghargaan dalam ajang ESG Initiative Awards 2025 kategori "Best Energy Transition Program" dan “Best Employee Wellbeing & Development Strategy”. IPCM juga menerima anugerah sebagai perusahaan dengan kategori "Excellence in Port Services and Sustainability" dalam ajang CSA Awards 2025. Penghargaan diberikan kepada perusahaan yang berkontribusi dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan, meningkatkan efisiensi energi, serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan inklusif bagi seluruh karyawan. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen IPCM untuk terus berinovasi dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.


Yang terbaru, IPCM juga terus memperkuat kontribusinya dalam penerapan prinsip-prinsp governansi. Untuk kedua kalinya berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Annual Report Award (ARA) 2024 dengan meraih tiga penghargaan sekaligus, yaitu Juara 1 BUMN Klaster 1T–5T, Juara Umum Klaster 1T–5T dan Juara Umum Perusahaan Go Public Non-keuangan. Penghargaan ini mencerminkan komitmen kuat IPCM dalam menyusun Laporan Tahunan yang memenuhi standar tinggi integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Laporan tersebut juga dinilai berdasarkan praktik tata kelola dan keberlanjutan yang solid. Melalui penghargaan ini juga semakin mengukuhkan posisi IPCM sebagai perusahaan jasa maritim nasional yang modern dan kredibel. Di tengah dinamika industri kemaritiman, keberhasilan dalam kompetisi ARA 2024 menunjukkan bahwa IPCM mampu menjalankan operasional yang efisien sekaligus mempertahankan kepatuhan pada standar pelaporan dan tata kelola yang berkelanjutan.

(Redaksi MBN.Com/Corcom IPCM).  

Pererat Jalinan Komunikasi, Pelindo Group Regional 2 Palembang Gelar Media Gathering Tahun 2025


  

 

PALEMBANG (Media Bisnis Nasiional.Com) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menegaskan pentingnya kolaborasi dengan media massa sebagai mitra strategis dalam menyampaikan kebijakan dan program perusahaan kepada masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Selatan.


Hal tersebut disampaikan oleh General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Palembang yang diwakili oleh Manager Komersial, Darmawi, yang menilai peran media sangat krusial dalam menjembatani informasi antara perusahaan dan publik.


“Pelindo mengemban amanah besar sebagai pengelola pelabuhan. Berbagai program dan kebijakan yang dijalankan perlu dipahami masyarakat, dan di sinilah peran media menjadi sangat penting,” ujar Darmawi.

 

Ia menjelaskan, tahun 2025 menjadi tahun kelima operasional Pelindo pascamerger empat BUMN pelabuhan pada 2021. Saat ini, Pelindo dikelola oleh satu direksi dengan pembagian wilayah kerja ke dalam empat regional, salah satunya Regional 2 Palembang.


Di wilayah tersebut, Pelindo mengelola Pelabuhan Boom Baru dengan luas area mencapai 24 hektare, serta memiliki rencana pengembangan lahan di Pelabuhan Sungai Lais. Namun demikian, kedalaman alur pelayaran yang berada pada minus 3 hingga 4 meter masih menjadi tantangan tersendiri dalam upaya peningkatan kapasitas layanan.


Meski berskala relatif kecil, Terminal Peti Kemas Boom Baru tetap melayani pengiriman internasional, termasuk rute ke Singapura. Dari sisi fasilitas, terminal ini telah dilengkapi peralatan bongkar muat yang sebagian besar telah terelektrifikasi, sejalan dengan agenda efisiensi operasional dan keberlanjutan lingkungan.


Sementara dari sisi armada, Pelindo Regional 2 Palembang mengoperasikan tiga unit motor pandu di Boom Baru, dua unit motor pandu di Tanjung Buyut, serta tujuh unit tugboat baik milik sendiri maupun sewa. Selain itu, terdapat tiga titik stasiun pandu aktif di wilayah Palembang.


Adapun untuk layanan penumpang, Darmawi mengungkapkan bahwa aktivitas penyeberangan tidak beroperasi sejak September 2025. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kapal yang tengah menjalani perbaikan (docking) serta faktor cuaca.


Tak hanya fokus pada kinerja operasional, Pelindo Regional 2 Palembang juga memaparkan pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tahun 2025. Program tersebut difokuskan pada empat pilar utama, yakni pendidikan, penanganan kesehatan, lingkungan, serta penunjang sosial kemasyarakatan.


Beberapa program berkelanjutan yang terus dijalankan di antaranya Rumah Belajar dan Pelindo Mengajar, sebagai bentuk kontribusi Pelindo dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Sumatera Selatan.


(Redaksi MBN.Com).