Pages

Rabu, Desember 31, 2025

INOVASI INLAND TRANSPORTATION DORONG KINERJA OPERASIONAL IPCC MELONJAK 25,64% DI NOVEMBER




JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com) - Sebagai entitas bisnis Pelindo grup dibawah pengelolaan Sub Holding Multi Terminal yang berfokus pada core bisnis Pelabuhan di bidang cargo non-konteiner/multi purporse, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) berhasil melayani total kargo konsolidasi sejumlah  1.104.883 Unit hingga November 2025, yang terdiri dari CBU, truck/bus, dan alat berat yang tumbuh cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 15,58% atau meningkat 148.948 unit. 


Di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian baik internasional dan domestik, Perseroan menunjukkan komitmennya kepada pemegang saham dan juga pengguna jasa bahwa IPCC dapat tumbuh berkelanjutan dan senantiasa meningkatkan kinerjanya dimana tercatat pertumbuhan kinerja operasional paling besar pada jenis kargo Truck/Bus 44,42% YoY atau naik 69.122 unit sedangkan untuk kinerja kunjungan kapal secara konsolidasi juga mencatatkan kinerja yang membanggakan dengan berhasil melayani 3.225 kunjungan, meningkat 581 kunjungan secara YoY.


Pencapaian dari sisi operasional yang lebih baik dari kinerja tahun lalu dimana salah satu faktornya dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah ekspor kendaraan utamanya pada jenis kargo CBU yang hingga periode Oktober 2025 berhasil menangani 351.883 unit meningkat 29.234 unit atau tumbuh 9% secara YoY. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sebagai salah satu basis industri otomotif mampu memproduksi kendaraan yang diinginkan oleh berbagai negara tujuan ekspor dimana Vietnam menjadi negara dengan tujuan produk otomotif terbanyak yang dikirim dari Indonesia yaitu 72.776 unit hingga November 2025. 


Tren kendaraan berbasis BEV (Battery Electric Vehicle), HEV (Hybrid Electric Vehicle) dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) yang masuk melalui terminal IPCC, dengan jumlah total 83.720 unit atau 7,57% dari total CBU yang dilayani menjadi bukti demand dalam negeri terhadap EV masih cukup tinggi. Adapun brand yang paling mendominasi CBU EV berasal dari brand asal Benua Asia (BYD, Vinfast, AION dan berbagai brand lainnya). 


Meningkatnya trafik operasional pada jenis kargo truk/bus didominasi oleh aktivitas pertambangan didalam negeri yang meningkat seiring dengan program hilirisasi indrustri sumber daya mineral sehingga membutuhkan alat angkut dalam jumlah yang besar. Hal ini tercermin dari aktivitas kinerja bongkar muat IPCC yang berhasil melayani kargo untuk jenis truk/bus hingga 224.717 unit naik 44,42% YoY yang tercermin dari semakin luasnya area kerja IPCC dengan mengoperasikan 5 terminal satelit. 


Kinerja positif berhasil dicatatkan Perseroan terhadap penanganan cargo CBU hingga bulan November 2025 total sebesar 850.712 unit meningkat 74.332 unit atau 9,57% secara YoY. Untuk performansi layanan kargo Alat Berat menjadi menorehkan catatan membanggakan nomor 2(dua) dengan meningkat sebesar 22,93% YoY atau 5.494 unit lebih banyak dibandingkan tahun lalu dimana hingga November 2025 IPCC berhasil menangani 29.454 unit. 


“Menjelang penutupan kuartal IV 2025, manajemen optimis dengan implementasi sistem digital (PTOS-C), inovasi bisnis (inland transportation untuk kargo BYD) yang berhasil dijalankan, kolaborasi yang unggul serta transformasi pola operasi diseluruh terminal yang dikelola Perseroan diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal serta kinerja keuangan IPCC akan menorehkan capaian lebih baik dari tahun lalu  dengan pertumbuhan diatas 10% yang ditopang dengan berbagai inisiatif strategis serta inovasi bisnis untuk mendukung Perseroan guna berkontribusi lebih baik dan memberikan nilai tambah untuk pengguna jasa, stakeholder, investor dan shareholder”, tutup Endah Dwi Liesly, Sekretaris Perusahaan IPCC.



(Redaksi MBN.Com/Corcom IPCC). 

Selasa, Desember 30, 2025

PELINDO Regional 2 PALEMBANG Salurkan BANTUAN PEMBANGUNAN TPS3R dan MESIN PENCACAH PLASTIK Kepada Kecamatan ILIR TIMUR II Kota PALEMBANG

 



PALEMBANG (MBN.Com) — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan melalui penyaluran bantuan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R)/Bank Sampah Terpadu, Bak Pemilahan Sampah dan 1 Unit Mesin Pencacah Plastik kepada Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pengelolaan Sampah Tahun 2025.


Bantuan pembangunan TPS3R/Bank Sampah Terpadu ini bertujuan untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat secara terpadu, sekaligus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir serta memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.


General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Palembang yang diwakili oleh Manager Keuangan & SDM, Imron Syamsi dalam sambutannya menyampaikan bahwa program TJSL di bidang lingkungan merupakan salah satu fokus Pelindo dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.


“Melalui pembangunan TPS3R/Bank Sampah Terpadu ini, Pelindo Regional 2 Palembang berharap dapat berkontribusi nyata dalam upaya pengelolaan sampah yang lebih efektif sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan,”


Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengrusakan Lingkungan (PPKL), Heni Kurniawati,ST.MT Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang menyampaikan “Bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi kami dalam membantu mengurangi timbunan sampah yang ada di Kota Palembang yang akan dikirim ke TPA, mungkin bapak ibu tahu bagaimana kondisi tumpukan sampah di TPA yang kita miliki di Sukawinatan sudah cukup tinggi, dari pemerintah pusat program pengurangan sampah juga merupakan salah satu program nasional jadi bantuan dari Pelindo ini akan memberikan manfaat besar sekali disamping itu juga merupakan peran serta dalam pengelolaan lingkungan dan juga tanggung jawab sosial dari pelindo terhadap masyarakat disini.”


Plt. Camat Ilir Timur II Kota Palembang, Susanto Umar ,S.K.M., M.Si menyambut baik bantuan tersebut dan mengapresiasi dukungan Pelindo Regional 2 Palembang yang dinilai sejalan dengan program pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di tingkat kecamatan dan kelurahan.


“Saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada Pelindo Regional 2 Palembang yang berada di Lingkungan Kecamatan Ilir Timur II ini yang sudah memberikan bantuan dari program TJSL yaitu berupa Pembangunan TPS3R / Bank Sampah dan mesin pencacah plastik yang nantinya akan dimanfaatkan untuk pengelolaan sampah oleh Masyarakat yang ada di kecamatan Ilir Timur II maupun sekitarnya, ini adalah salah satu bantuan yang kesekian kalinya dari Pelindo Regional 2 Palembang.”


Pelindo Regional 2 Palembang terus berkomitmen menjalankan Program TJSL secara berkelanjutan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, sekaligus mendukung pembangunan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah pelabuhan.


(Redaksi MBN.Com /Humas Pelindo  Regional 2 Palembang).  

 

 

Pelindo Multi Terminal Pastikan Layanan Pelabuhan Tetap Berjalan Optimal di Periode Libur Nataru



MEDAN (MBN.Com) - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, memastikan kesiapan dan layanan optimal di seluruh pelabuhan yang dikelola selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Komitmen ini mencakup kelancaran pelayanan penumpang maupun arus barang, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas logistik periode Nataru.


Di tengah kebijakan pemerintah terkait imbauan memberikan kesempatan untuk melaksanakan kerja dari lokasi lain atau Work from Anywhere (WFA) selama periode libur Nataru, Pelindo Multi Terminal memastikan bahwa sektor layanan operasional pelabuhan tetap siaga 24 jam, mengingat perannya yang vital dalam menjaga kelancaran mobilitas barang dan penumpang. Pelindo Multi Terminal tetap menjalankan seluruh kegiatan operasionalnya di 20 branch/cabang yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia meliputi: Sumatra (Belawan, Malahayati, Lhokseumawe, Dumai, Sibolga, Tanjungpinang, Tanjung Balai Karimun), Jawa (Tanjung Emas, Tanjung Intan, Jamrud Nilam Mirah, Gresik, Tanjung Wangi), Kalimantan (Balikpapan, Trisakti, Bumiharjo Bagendang), Sulawesi (Makassar, Parepare) serta Bali & Nusa Tenggara (Bima Badas, Lembar, Benoa). 


Direktur Operasi Pelindo Multi Terminal, Arif Rusman Yulianto menyampaikan bahwa perusahaan tetap memberikan layanan bongkar muat nonpetikemas dan layanan kepelabuhanan lainnya selama periode libur Nataru.


“Kami memastikan layanan operasional pelabuhan berjalan normal selama periode libur Nataru. Sejumlah langkah antisipasi disiapkan untuk menghadapi potensi lonjakan arus barang dan penumpang, serta perubahan cuaca di akhir tahun untuk menjaga kelancaran arus logistik nasional dan kualitas pelayanan kepada para pengguna jasa,” jelas Arif.


Dalam menjaga keberlangsungan operasional, Pelindo Multi Terminal melakukan pengecekan kesiapan fasilitas pelabuhan dan peralatan bongkar muat, pelaksanaan layanan operasional sesuai dengan prosedur yang berlaku, penguatan kesiapan sumber daya manusia (SDM) operasional melalui pengaturan pola kerja dan penugasan personel, pengaturan jalur lalu lintas di dalam dan di luar terminal untuk mencegah potensi kepadatan, peningkatan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) , pemantauan cuaca secara berkala, serta koordinasi intensif dengan sejumlah stakeholders di lingkungan pelabuhan. Pelindo Multi Terminal juga mendukung kebijakan pemerintah terkait skema pembatasan angkutan barang selama periode Nataru, sehingga aktivitas bongkar muat tetap dapat berlangsung optimal. 


Arif menambahkan bahwa para pengguna jasa dapat menghubungi customer relations jika menemui kendala pelayanan operasional pelabuhan nonpetikemas atau membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai layanan perusahaan.


“Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik dan berkesinambungan di seluruh pelabuhan, baik untuk penumpang maupun barang. Kami memastikan operasional berjalan aman, lancar, dan efisien dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, serta kualitas layanan kepada pengguna jasa. Dengan kesiapan tersebut, kami optimistis dapat menjaga kepercayaan pengguna jasa sekaligus membuka tahun 2026 dengan semangat positif dan kinerja operasional yang semakin baik,” tutup Arif.


(Red.MBN.Com/Corcom SPMT). 

TPS Surabaya Tangani Pengiriman Tiga Platform Lokomotif milik PT INKA (Persero) ke Australia

 




SURABAYA  (Media Bisnis Nasional) - PT INKA (Persero) kembali mengirimkan tiga unit platform lokomotif ke Australia untuk United Group Limited (UGL). Pengiriman ini merupakan bagian dari pemenuhan kontrak pengadaan sebanyak 50 unit yang telah disepakati sebelumnya. 


Dengan pengiriman tersebut, hingga akhir 2025 PT INKA (Persero) telah merealisasikan pengiriman sebanyak 13 unit platform lokomotif. Capaian ini menunjukkan progres pengiriman yang berjalan sesuai rencana sekaligus mencerminkan konsistensi PT INKA (Persero) dalam melayani pasar internasional. 


Senior Manager Hubungan Masyarakat dan Kantor Perwakilan PT INKA (Persero), Hartono, menyampaikan bahwa pengiriman di penghujung tahun ini menjadi catatan positif bagi perusahaan. 


“Di akhir tahun 2025 ini kami berhasil mengirimkan tiga unit platform lokomotif ke Australia. Lalu di awal 2026 nanti kami akan kembali mengirim ke Australia untuk jenis kereta berbeda. Kami melihat capaian ini sebagai momentum yang baik untuk menjaga keberlanjutan pengiriman sekaligus mengawali kinerja ekspor INKA pada 2026,” ujarnya. 


Pengiriman dilakukan melalui Terminal Petikemas Surabaya dengan melibatkan koordinasi antar perusahaan untuk memastikan seluruh proses logistik berjalan lancar dan memenuhi ketentuan ekspor. 


Senior Vice President Komersial dan Pengembangan Bisnis PT TPS, Bayu Setyadi, mengatakan bahwa pihaknya terus mendukung aktivitas ekspor produk manufaktur nasional. 


“TPS berkomitmen mendukung kelancaran ekspor produk perkeretaapian Indonesia agar dapat diterima dan bersaing di pasar global,” kata Bayu.


Lebih lanjut, Hartono menjelaskan bahwa kerja sama dengan UGL telah terjalin secara berkelanjutan. “Selain platform lokomotif, hingga saat ini INKA juga telah mengirimkan sekitar 1.000 unit flat wagon ke UGL. Hal ini menjadi bagian dari langkah ekspansi global perusahaan sekaligus menunjukkan kepercayaan mitra internasional terhadap produk INKA,” jelasnya.


(Redaksi MBN.Com/Corcom TPS Surabaya).

 

Tebarkan Energi Kebaikan, Pertamina Gas Gelar Khitanan Massal dan Santunan Anak Yatim di Wilayah Rokan

 






Media Bisnis Nasional, 31Desember 2025 – PT Pertamina Gas (Pertagas), sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Melalui Operation Rokan Area (ORA), Pertagas secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif sosial yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan, kepedulian sosial, serta penguatan hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi.


Mengisi momentum masa libur sekolah, Pertagas menghadirkan program sosial yang tidak hanya bernilai kemanusiaan, tetapi juga memberi pengalaman positif bagi anak-anak. Di tengah jeda dari aktivitas belajar, kegiatan ini menjadi ruang yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak untuk menjalani proses penting dalam tumbuh kembang mereka, sekaligus mempererat kebersamaan keluarga dan lingkungan sekitar.


Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah khitanan massal gratis yang digelar di Aula Kecamatan Mandau, Duri, Provinsi Riau. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada 21–22 Desember 2025, ini diikuti oleh 50 anak dari Kecamatan Mandau dan sekitarnya. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Pertamina Dumai dan turut dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Mandau beserta jajaran.


Untuk menciptakan suasana yang lebih ramah anak, rangkaian kegiatan khitanan juga dilengkapi dengan sesi dongeng edukatif yang difasilitasi oleh Darul Tauhid. Pendekatan ini dihadirkan agar anak-anak dapat mengikuti proses dengan lebih nyaman, rileks, dan ceria.


Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Gas, Imam Rismanto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari program CSR Pertagas yang berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang.


“Melalui program CSR yang berkelanjutan, Pertagas berkomitmen untuk terus menebarkan energi kebaikan dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujar Imam.


Selain khitanan massal, Pertagas ORA juga menyalurkan santunan serta menggelar doa bersama bagi anak yatim piatu di Masjid Al Hidayah, Kelurahan Air Jamban, Kampar, serta Masjid Nur Iman, Kelurahan Talang Mandi, Kota Garo. Total penerima manfaat dalam kegiatan santunan ini mencapai 85 anak yatim piatu.


Perwakilan manajemen Pertagas Wilayah Rokan, Iqbal Pangindoman, menegaskan bahwa keberlanjutan operasional perusahaan tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan masyarakat sekitar.


“Pertagas secara konsisten menjalankan program CSR yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting untuk mendukung kelancaran operasional dan menjaga ketahanan energi, khususnya di wilayah Rokan Area,” ungkap Iqbal.


Sekretaris Kecamatan Mandau, Rudi Hartono, mengapresiasi kontribusi Pertagas yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak di masa libur sekolah.


“Mewakili masyarakat Kecamatan Mandau, kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi Pertagas dalam melaksanakan khitanan bagi anak-anak kami di masa libur sekolah. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan membantu masyarakat,” ujar Rudi.


Melalui pelaksanaan program CSR yang berkelanjutan, Pertagas tidak hanya menjalankan operasional bisnis, tetapi juga hadir memberikan manfaat sosial bagi masyarakat. Pertagas senantiasa berkomitmen mendukung kehidupan masyarakat yang mandiri, maju, dan sejahtera.


Sebagai bagian dari kontribusi strategis bagi ketahanan energi nasional, Pertagas ORA mengoperasikan transportasi minyak mentah yang memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan minyak mentah nasional melalui jaringan pipa yang membentang di lima kabupaten di Provinsi Riau.




Sonny H. Sayangbati

Kiki M Hikmat, Direktur : PT New Priok Container Terminal One atau NPCT 1 Catat Throughput Tembus 10 Juta TEUs




JAKARTA TANJUNG PRIOK (Media Bisnis Nasional.com)  — New Priok Container Terminal One (NPCT1) mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan operasionalnya dengan menembus total penanganan 10 juta TEUs sejak mulai beroperasi pada 2016. 


Capaian tersebut diraih pada Agustus 2025 dan menjadi penanda konsistensi kinerja terminal peti kemas yang berada di bawah naungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui kerja sama dengan mitra global SEA Terminal Management & Service (STMS).


Sepanjang 2025 hingga November, NPCT1 berhasil menangani 1,39 juta TEUs, menempatkannya pada jalur yang solid untuk menutup tahun dengan performa positif. Direktur NPCT1, Kiki Mohammad Hikmat, menyebut pencapaian tersebut mencerminkan kepercayaan pengguna jasa serta kuatnya kolaborasi antara operator terminal, mitra pelayaran, dan pemangku kepentingan lainnya.


“Pencapaian lebih dari 10 juta TEUs sejak 2016 menjadi bukti konsistensi kami dalam menjaga kinerja operasional, keselamatan, dan kualitas layanan,” ujar Kiki di Jakarta, Selasa (30/12/2025).



Mitra Pelayaran

NPCT1 saat ini melayani 16 layanan pelayaran mingguan dan bermitra dengan sejumlah perusahaan pelayaran global seperti Maersk, Evergreen, MSC, HMM, SITC, Hapag-Lloyd, TS Lines, Namsung, Wan Hai Lines, dan Yang Ming. Terminal ini menjadi simpul penting bagi arus logistik nasional, melayani berbagai sektor mulai dari manufaktur, otomotif, hingga barang konsumsi dan pertanian.


Sepanjang 2025, kinerja operasional NPCT1 diperkuat melalui sejumlah peningkatan strategis. Di antaranya pengadaan satu unit quay crane, lima rubber-tired gantry (RTG), serta tujuh prime mover baru yang mendukung kelancaran bongkar muat. 


Penerapan Terminal Booking System (TBS) sejak Agustus 2025 turut meningkatkan efisiensi arus truk, menekan kepadatan, dan memperlancar proses penerimaan serta pengiriman peti kemas. Optimalisasi yard melalui pengaturan klaster, prioritas bay day, dan pemantauan berkelanjutan juga menjaga tingkat yard occupancy tetap stabil di kisaran 60 persen, sekaligus mendorong pertumbuhan volume hingga 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.



SDM dan Elektrifikasi

Di sisi lain, NPCT1 terus memperkuat fondasi keberlanjutan melalui pengembangan sumber daya manusia, penerapan standar keselamatan tinggi, serta akselerasi transformasi digital. Sistem penagihan elektronik melalui platform ECON, pembaruan Global Terminal Operating System (GTOS), integrasi dengan platform trucking, hingga penguatan keamanan siber menjadi bagian dari strategi peningkatan efisiensi dan transparansi layanan.


Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan juga menjadi fokus utama. NPCT1 menargetkan pengurangan emisi karbon hingga 50 persen pada 2030, antara lain melalui pemanfaatan energi surya yang saat ini mampu menyuplai sekitar 50 persen kebutuhan listrik gedung utama. 


Seluruh armada RTG telah beralih ke sistem listrik dan hybrid, sementara prime mover menggunakan bahan bakar B40. Fasilitas cold ironing juga telah dioperasikan untuk memungkinkan kapal mematikan mesin saat sandar, sehingga menekan emisi gas buang.


“Elektrifikasi menjadi pilar penting dalam strategi keberlanjutan kami,” ujar Kiki. Ia menambahkan, seluruh upaya tersebut diperkuat dengan penerapan standar ISO 14001:2015 sebagai jaminan pengelolaan lingkungan yang terintegrasi dan berkelanjutan.


Dengan luas terminal mencapai 32 hektare, didukung sembilan quay crane, 29 RTG, 51 prime mover, tiga dermaga sepanjang total 850 meter, kapasitas harian hingga 6.000 TEUs, serta 990 reefer plug, NPCT1 menegaskan posisinya sebagai salah satu terminal peti kemas paling modern dan andal di Indonesia. Ke depan, NPCT1 berkomitmen terus memperkuat inovasi, efisiensi, dan kemitraan guna mendukung daya saing logistik nasional dan regional.


(Redaksi MBN.Com/Corcom NPCT 1).

Hingga November 2025, Terminal Kijing Tunjukkan Lonjakan Kinerja dan Peran Strategis bagi Kalimantan Barat




JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com) — Kehadiran Terminal Kijing di Mempawah yang dikelola PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Pontianak menjadi urat nadi ekonomi Kalimantan Barat. Sejak dikelola PTP Nonpetikemas sejak 1 Agustus 2022, Terminal Kijing kini menjadi tulang punggung pelayanan kargo nonpetikemas di Kalimantan Barat, dengan kontribusi signifikan terhadap efisiensi logistik dan kelancaran arus barang nasional.


Terminal Kijing menjadi salah satu simpul logistik internasional yang strategis karena berbatasan langsung dengan jalur perdagangan utama Selat Malaka, sehingga memainkan peran penting dalam memperkuat konektivitas dan mendorong ekspor-impor, khususnya Kalimantan Barat, Terminal Kijing mampu melayani hingga 15 kapal sekaligus, termasuk kapal-kapal besar hingga 100.000 DWT karena draft hingga -15 meter dan panjang dermaga yang mencapai lebih dari 1.900 meter. 


Kalimantan Barat dikenal sebagai salah satu produsen utama minyak kelapa sawit nasional, berada di peringkat tiga besar provinsi penghasil CPO. Tak kurang dari 84 perkebunan kelapa sawit, 132 perusahaan industri CPO, dan 42 terminal khusus mendukung ekosistem komoditas ini di wilayah tersebut, sehingga Terminal Kijing menjadi urat nadi ekonomi Kalimantan Barat.


Terminal Kijing menjadi pintu gerbang ekspor utama untuk produk turunan kelapa sawit, didukung oleh sarana bongkar muat modern seperti harbour mobile crane, excavator, wheelloader, mobile conveyor, flexible hose, dan portable filling station. Sejumlah komoditas lain seperti batubara, pupuk, palm kernel, bauksit, dan kargo berat juga menjadi bagian dari layanan terminal ini. Dengan infrastruktur modern dan fasilitas bongkar muat yang mumpuni, Terminal Kijing kini memainkan peran penting dalam mendukung arus barang, khususnya untuk proyek-proyek infrastruktur di wilayah barat Indonesia. Tak hanya mendorong ekspor, Kijing juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan rantai pasok nasional. 


“Sebagai pelabuhan internasional baru di Kalimantan Barat, Terminal Kijing diposisikan menjadi motor penggerak ekspor-impor kawasan sekaligus katalisator pertumbuhan ekonomi nasional. Ke depan, pelabuhan ini disiapkan untuk mendukung program hilirisasi yang tengah digencarkan pemerintah serta melayani berbagai macam kargo, baik nonpetikemas maupun petikemas guna memperkuat rantai pasok, khususnya di wilayah barat Indonesia,” kata Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PTP Nonpetikemas, Dwi Rahmad Toto S. 


*Kinerja Terminal Kijing*


Kinerja Terminal Kijing terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Throughput melonjak dari 1,95 juta ton pada 2023 menjadi 2,75 juta ton pada 2024, dengan proyeksi menembus 4 juta ton pada 2025. 


“Hingga November 2025, total throughput mencapai 3,59 juta ton, didominasi curah kering sebesar 2,03 juta ton. Beberapa komoditas yang ditangani merupakan barang milik Mining Industry Indonesia (MIND ID) Group, khususnya PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), dalam mendukung pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Kami melihat pertumbuhan volume kargo di Terminal Kijing sebagai sinyal positif dari meningkatnya kepercayaan pengguna jasa”. ujar Toto.


Adapun komoditas tersebut meliputi bauksit, batu bara, dan aluminium hidroksida sebagai muatan curah kering; caustic soda liquid sebagai muatan curah cair; serta aluminium hidroksida yang ditangani sebagai general cargo. 


PTP hingga November 2025, kinerja pengoperasian PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak Terminal Kijing untuk komoditas curah kering mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 342% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Rata-rata throughput mencapai 3.620 ton per ship per day (T/S/D), melonjak tajam dari 879 T/S/D pada periode sampai dengan November 2024. 


“Dari sisi operasional, kami terus berupaya menjaga kelancaran layanan dengan mengoptimalkan proses bongkar muat, penataan alur logistik, dan pengelolaan waktu sandar kapal secara efisien," tambah Branch Manager PTP cabang Pontianak Suwanda, yang mengelola Terminal Kijing. 


PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak beroperasi di Kalimantan Barat dengan mengelola empat area terminal nonpetikemas, yaitu Kawasan Dwikora, Pelabuhan Perintis Sintete, Ketapang, dan Kawasan Kijing. Pelabuhan ini menangani berbagai komoditas general cargo seperti karet, bungkil, dan Plywood. 


Terminal Kijing sendiri melayani aneka kargo nonpetikemas, antara lain CPO dan turunannya, batubara, pupuk, palm kernel, karung beras, serta produk perkayuan. Didukung oleh Kalimantan Barat sebagai salah satu sentra produksi CPO nasional, wilayah ini memiliki hinterland yang kuat bagi pertumbuhan volume kargo. 


Realokasi aset dari pelabuhan lain dalam jaringan SPMT bukan hanya menjadi langkah strategis pemanfaatan aset idle, tetapi juga mencerminkan sinergi antar unit dalam menciptakan keunggulan operasional yang berdampak nyata pada kinerja dan pelayanan pengguna jasa. 


*Implementasi TJSL Kijing*


Sebagai wujud komitmen memperkuat nilai keberlanjutan, PTP Nonpetikemas menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pemberdayaan UMKM, pengembangan pendidikan, dan dukungan sosial di sekitar Terminal Kijing. Seluruh inisiatif ini dirancang bukan hanya sebagai bentuk kepedulian, tetapi juga untuk menciptakan nilai bersama (creating shared value/CSV) bagi masyarakat dan perusahaan. 


Dua program utama yang dijalankan meliputi PTP EduPort: Magang Berkarya & Inovasi Bersama, yang melibatkan mahasiswa dari Universitas Tanjungpura dan Universitas Muhammadiyah Pontianak dalam pembelajaran operasional dan pengembangan gagasan inovasi; serta Program Pelatihan dan Sertifikasi Pekerja Harian, yang meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal melalui sertifikasi BNSP di bidang curah cair, curah kering, dan general cargo.


“Penguatan kapasitas SDM melalui inovasi dan sertifikasi menjadi fondasi penting bagi keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan operasional perusahaan serta kepedulian bagi masyarakat”, tambah Sekretaris Perusahaan Fiona Sari Utami. 


Melalui inisiatif ini, PTP Nonpetikemas berharap model kolaborasi berbasis CSV tersebut dapat diperluas ke berbagai cabang, sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat kinerja perusahaan.


(Redaksi MBN.Com/Corcom PTP Nonpetiikemas).

Senin, Desember 29, 2025

Pelindo Group Hadirkan Layanan Pijat Tunanetra di Terminal Penumpang Nusantara Tanjung Priok




JAKARTA (Media Bisnis Nasional) 29 Desember 2025 — Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) hasil kolaborasi Pelindo Group kembali diwujudkan melalui kegiatan PIJAR (Pijat Tunanetra) yang dilaksanakan di Terminal Penumpang Nusantara, Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (29/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif antara Regional 2 Cabang Tanjung Priok , SPSL, dan IKT dalam menghadirkan manfaat nyata bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra.


Pelaksanaan PIJAR bertepatan dengan momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), saat arus penumpang di Terminal Penumpang Nusantara cenderung meningkat. Pada momen tersebut, layanan pijat tunanetra dihadirkan sebagai salah satu fasilitas tambahan yang ditawarkan kepada pengguna jasa terminal, tidak hanya untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, tetapi juga sebagai wujud pelayanan publik yang inklusif serta berorientasi pada nilai kepedulian sosial.


Kegiatan ini dihadiri jajaran internal Pelindo Group, antara lain Plt. Executive General Manager *PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra, Senior Manager Hukum dan Humas PT Pelindo Regional 2 Wahyu Jatmiko, Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Solusi Logistik Dewi Fitriyani, Senior Manager Sekretaris Perusahaan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Roro Endah Dwi Liesly, serta Plt. Senior Manager Keuangan dan SDM PT Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Wijinowo.


Dalam kegiatan tersebut, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok memberikan dukungan berupa pemanfaatan ruangan di Terminal Penumpang Nusantara sebagai lokasi layanan pijat. Fasilitas pendukung yang disediakan meliputi dua kursi pijat, satu kasur, kipas angin, air cooler, serta perlengkapan penunjang lainnya. Program ini diikuti oleh lima peserta aktif pijat tunanetra, dengan total penerima manfaat mencapai 30 orang.


Plt. Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, menegaskan bahwa kolaborasi TJSL ini merupakan bagian dari upaya membangun sinergi berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi kelompok disabilitas.


“Melalui program PIJAR ini, kami ingin memastikan bahwa fasilitas pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas logistik, tetapi juga ruang yang inklusif dan produktif. Kami berharap pemanfaatan Terminal Penumpang Nusantara dapat mendatangkan manfaat nyata bagi teman-teman pijat tunanetra, menumbuhkan semangat, serta membuka kesempatan kerja yang berkelanjutan dengan berdiri di kaki sendiri,” ujar Yandri.



Lebih lanjut, Yandri menambahkan bahwa program ini sejalan dengan komitmen Pelindo Group dalam menumbuhkan UMKM skala mikro dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah operasional perusahaan. “Keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya. Dengan dukungan dan kolaborasi, produktivitas dapat terus tumbuh dan memberi nilai tambah bagi semua,” katanya.


Melalui pelaksanaan PIJAR, Pelindo Group berharap dapat memperkuat peran TJSL sebagai penggerak inklusi sosial dan ekonomi, sekaligus menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat disabilitas, khususnya tuna netra, di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok dan wilayah operasional Pelindo Group secara luas.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Regional 2 Tanjung Priok/YP).

Misi BRIN Dan Kapal Penelitian Laut Dalam OceanX Explorer Menggali Potensi Laut Sulawesi

 





MPN News, Jakarta, 29 Desember 2025. OceanX bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi memulai ekspedisi laut dalam untuk menyelidiki rangkaian gunung laut di utara Sulawesi, salah satu wilayah paling terpencil dan paling sedikit diteliti di kawasan Indo-Pasifik. Misi yang berlangsung dari akhir November 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan mengungkap dinamika geologi, keanekaragaman hayati, dan proses ekosistem yang bekerja di bawah Cincin Api Pasifik.


Ekspedisi 2025 ini merupakan kelanjutan langsung dari temuan misi OceanX–BRIN tahun 2024 yang berhasil memetakan lima gunung laut yang sebelumnya tidak pernah terdokumentasi. Tahun ini, tim ilmiah hadir dengan formasi lebih besar, tujuan riset lebih luas, dan perangkat eksplorasi lebih canggih untuk menghasilkan dataset laut dalam terlengkap di Indonesia hingga saat ini.


Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan pentingnya ekspedisi ini bagi kedaulatan ilmu pengetahuan kelautan Indonesia. “Sebagai negara kepulauan dan pusat keanekaragaman hayati dunia, Indonesia harus memimpin sains kelautan di kawasan. Ekspedisi bersama OceanX bukan hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga memperkuat kemampuan bangsa dalam memetakan, memahami, dan mengelola laut dalam secara mandiri. Inilah fondasi penting menuju transformasi blue economy Indonesia,” ujarnya.


Co-CEO and Chief Scientist OceanX, Vincent Pieribone, menyatakan bahwa ekspedisi ini membuka kesempatan besar dalam memahami wilayah laut dalam Indonesia. “Gunung laut dapat membentuk arus, menjadi rumah bagi spesies langka, dan menjadi batu loncatan kehidupan di laut dalam. Dari ratusan gunung di perairan Indonesia, hanya sedikit yang telah dieksplorasi. Bekerja sama dengan BRIN akan memberi kita perspektif baru tentang bagaimana laut dalam Indonesia mendukung ekosistem lautnya yang lebih luas,” katanya.


Ekspedisi dimulai di Bitung dengan kegiatan edukasi publik dan pelibatan media yang direncanakan mulai 2–22 Desember 2025. Kapal riset R/V OceanXplorer kini bergerak menuju lokasi penelitian untuk dua tahap riset. Tahap pertama fokus pada fitur geologi dan hidrotermal, termasuk pemetaan resolusi tinggi, survei visual, dan profil dasar laut untuk memahami struktur vulkanik serta formasi tektonik.


Tahap kedua meneliti keanekaragaman hayati dan dinamika ekologi gunung laut menggunakan ROV, kapal selam, analisis DNA lingkungan, serta instrumen oseanografi. Teknologi AI SeaSwipe mendukung anotasi citra secara cepat untuk memetakan spesies dan habitat secara real time.


Selain eksplorasi ilmiah, misi ini juga memperkuat pembangunan kapasitas riset nasional. Para peneliti muda BRIN serta mahasiswa dari berbagai universitas Indonesia akan mendapatkan pelatihan langsung mengenai pemetaan laut dalam, pengambilan sampel, genomik, hingga pemrosesan big data kelautan. Hal ini selaras dengan platform Riset Kolaborasi Ekspedisi dan Eksplorasi Biodiversitas dan Geologi Maritim 2025–2027 yang diluncurkan BRIN untuk mempercepat ekosistem riset kelautan Indonesia.


Dataset ilmiah yang dihasilkan, mulai dari batimetri, sampel biodiversitas, sekuens eDNA, hingga citra beranotasi AI akan menjadi dasar bagi perencanaan tata ruang laut, penilaian risiko geologi, serta penetapan garis dasar keanekaragaman hayati di Sulawesi Utara. Data ini juga akan mendukung pelaksanaan proyek nasional seperti KRISNA untuk penguatan armada kapal riset, serta LAUTRA untuk perluasan kawasan konservasi laut dan peningkatan konektivitas ekosistem.


Dengan misi yang menggabungkan eksplorasi ilmiah, pengembangan kapasitas, dan integrasi data berskala besar, OceanX dan BRIN optimis bahwa ekspedisi laut ini akan menjadi tonggak penting bagi ilmu pengetahuan kelautan Indonesia, mendorong pemahaman lebih dalam tentang laut dalam sekaligus memperkuat tata kelola kelautan nasional di masa depan.




Sonny H. Sayangbati

Satu Bulan Pascabencana Sumatra, Bantuan Kemanusiaan Pertamina Terus Mengalir

 





Mediabisnisnasional.com, Jakarta, 29 Desember 2025 – Satu bulan setelah bencana melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, upaya pemulihan masih terus berjalan. Di tengah tantangan akses dan infrastruktur, Pertamina terus hadir memberikan bantuan kemanusiaan hingga menjangkau masyarakat wilayah terisolasi. 


Sejak 25 November 2025, Pertamina bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana. Bantuan tersebut mencakup bahan pokok dan makanan siap saji, perlengkapan logistik, kebutuhan kesehatan, hingga dukungan energi untuk menopang layanan vital dan aktivitas masyarakat.


Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menjelaskan bantuan kemanusiaan yang terus mengalir ke wilayah terdampak bencana Aceh, Sumut dan Sumbar merupakan wujud kehadiran dan komitmen Pertamina untuk senantiasa mendampingi masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana.


“Selama lebih dari tiga puluh hari pascabencana Sumatra, Pertamina hadir di tengah masyarakat di sejumlah wilayah terdampak. Berbagai bentuk bantuan kemanusiaan telah dirasakan masyarakat yang menjangkau 86.289 jiwa. Kami masih akan terus membersamai dan berjuang memulihkan aktivitas sehari-hari,”ujar Baron.


Bantuan kemanusiaan dari Pertamina, ungkap Baron, telah disalurkan ke 111 Dapur Umum dan 164 Posko Pengungsian yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Selain itu, terdapat posko gabungan Pertamina Peduli, yakni 4 posko di Aceh, 1 posko di Sumut dan 1 posko di Sumbar. Pertamina juga mengelola 4 Dapur Umum yang berlokasi di Bukit Suling – Rantau, Disdukcapil – Aceh Tamiang, dan Paloh Raya– Aceh Utara dan Sibolga – Sumut.


“Kami bergerak secara maksimal dan bekerja sepenuh hati agar bantuan secepat mungkin sampai ke tangan masyarakat. Di tengah berbagai keterbatasan akses, penyaluran bantuan ke wilayah terdampak dilakukan melalui jalur udara, laut, dan darat, dengan mengerahkan beragam moda transportasi, mulai dari pesawat Hercules TNI, Helikopter, Kapal PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) dan Pertamina International Shipping, hingga mobil dan truk logistik,”imbuhnya.


Pada posko pengungsian dan dapur umum tersebut, Pertamina memberikan dukungan energi secara menyeluruh. Dukungan tersebut mencakup penyaluran Avtur sebesar 253 KL, Pertamax dan Dexlite sebanyak 103,2 KL, serta Bright Gas sebanyak 1.471 tabung, guna memastikan operasional logistik, dapur umum, dan layanan vital tetap berjalan.


Tidak hanya memastikan ketersediaan energi, Pertamina juga turut mendukung pemulihan layanan dasar masyarakat dengan menyediakan sumber kelistrikan dan komunikasi, Pertamina membangun 15 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 3 lokasi terdampak, 

serta menyalurkan 24 perangkat komunikasi Starlink di 3 lokasi guna menjaga konektivitas dan koordinasi di tengah keterbatasan infrastruktur.


Di tengah kerusakan parah dan keterbatasan akses air bersih, Pertamina juga hadir menyediakan kebutuhan air layak konsumsi bagi masyarakat. Bantuan diberikan melalui penyediaan air bersih di 100 titik di wilayah Lhokseumawe, di Aceh Tamiang telah disalurkan 1.452.500 liter air bersih yang disalurkan menggunakan 191 mobil tangki air. Pertamina juga melakukan perbaikan 5 fasilitas sanitasi air bersih, reaktivasi 12 sumur, dan pembuatan 3 sumur bor di Kabupaten Aceh Tamiang.


Upaya penyaluran bantuan tersebut melibatkan 382 relawan Pertamina Peduli yang diterjunkan secara bertahap dalam empat batch, dan telah bertugas di lapangan sejak hari-hari awal terjadinya bencana. Para relawan ini berperan aktif dalam  distribusi logistik, pengelolaan posko, dapur umum, serta pendampingan masyarakat terdampak.


Untuk mendukung penanganan kesehatan, Pertamina juga menurunkan 72 tenaga medis, yang terdiri dari 24 dokter dan 48 perawat. Tim medis ini memberikan layanan kesehatan langsung kepada 1.312 jiwa masyarakat terdampak, sebagai bagian dari upaya memastikan kebutuhan kesehatan dasar tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat.


“Pertamina tidak bergerak sendiri. Seluruh upaya tanggap darurat dan penyaluran bantuan ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian ESDM, BP BUMN, Danantara, TNI, Kepolisian, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, anak usaha dan afiliasi Pertamina, serta lembaga non-pemerintah,” tegas Baron.


Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.





Sonny H. Sayangbati

Jumat, Desember 26, 2025

Update Posko Nataru 2025/2026: Pasca Puncak Natal, Arus Penyeberangan di Pelabuhan Ciwandan Berangsur Melandai dan Terkendali





BANTEN (Media Bisnis Nasional.com, 26/12/2025) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten melaporkan perkembangan terkini Posko Angkutan Laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Memasuki hari kedelapan (H+8) pelaksanaan Posko Nataru, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Ciwandan terpantau berangsur melandai pasca puncak arus Hari Raya Natal, dengan kondisi operasional tetap berjalan lancar, aman, dan terkendali.


General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, menyampaikan bahwa puncak arus penyeberangan telah terjadi pada tanggal 24 dan 25 Desember 2025.


“Setelah puncak arus Nataru kemarin, pergerakan kendaraan pada hari kedelapan terpantau mulai melandai. Namun demikian, kami tetap menjaga kesiapsiagaan untuk memastikan seluruh pelayanan penyeberangan berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Benny.


Berdasarkan data operasional Posko Nataru yang dihimpun sejak 19 Desember 2025 hingga 26 Desember 2025 pukul 19.25 WIB, Pelindo Regional 2 Banten mencatat realisasi trafik sebagai berikut:


Data Akumulatif Trafik Posko Nataru (19–26 Desember 2025 / H+8):


Pelayanan Kapal (Trip/Call): 131 unit


Pergerakan Penumpang: 19.625 orang


Kendaraan Roda Dua (R2): 8.327 unit


Kendaraan Logistik (Truk): 6.963 unit


Total Kendaraan: 15.290 unit


Dalam menjaga kelancaran layanan pasca puncak arus, Pelindo Regional 2 Banten tetap menjaga koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Kepolisian, KSOP, BPTD, serta operator kapal. Pengaturan pola kedatangan kendaraan, pengelolaan antrean di area tunggu, serta optimalisasi jadwal kapal tetap dilakukan guna mengantisipasi potensi kepadatan susulan.


“Fokus kami tidak hanya pada volume trafik, tetapi juga pada aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa. Seluruh fasilitas pendukung seperti posko kesehatan, toilet, dan area istirahat kami pastikan tetap beroperasi optimal selama masa Nataru,” tambah Benny.


Pelindo Regional 2 Banten mengimbau kepada seluruh pengguna jasa, khususnya pengendara roda dua dan pengemudi angkutan logistik, agar tetap mematuhi arahan petugas di lapangan, menjaga kondisi fisik, serta mengutamakan keselamatan dalam perjalanan.


Informasi terkini mengenai operasional Pelabuhan Ciwandan akan terus disampaikan secara berkala selama masa Angkutan Nataru 2025/2026 berlangsung.


(Redaksi MBN.Com/Humas Pelindo Banten).

Arus Penumpang Nataru 2025/2026 H-1 Capai 962 Ribu, Pelindo Pastikan Layanan Pelabuhan Tetap Optimal

 

 

JAKARTA (Media Bisnis Nasional) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat arus penumpang di 63 terminal penumpang yang dikelola Perseroan selama periode Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mencapai 962.777 orang. Terminal penumpang dengan arus penumpang terbanyak yaitu Tanjung Pinang yang mencapai 98,8 ribu orang, diikuti wilayah Tanjung Balai Karimun 74,6 ribu orang, Tanjung Perak 70,4 ribu orang, Ambon 55,2 ribu orang, dan Makassar sebanyak 43,7 ribu orang.

 
Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin menyampaikan bahwa kondisi arus penumpang Nataru 2025/2026 hingga H-1 terpantau aman, lancar, dan terkendali.

 
“Pelindo memastikan seluruh terminal penumpang tetap beroperasi optimal untuk melayani sepenuh hati selama 24 jam dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang. Koordinasi intensif terus kami lakukan dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran layanan selama periode libur Nataru,” ujar Ali.

 
Di sisi arus kendaraan Pelindo mencatat sebanyak 92.195 unit kendaraan. Terminal Tanjung Perak menjadi yang paling sibuk dengan arus kendaraan sebanyak 21,9 ribu unit, disusul Terminal Lembar 13,8 ribu unit, Banten 9,5 ribu unit, Balikpapan 8,2 ribu unit, dan Tanjung Wangi 7 ribu unit kendaraan. Sementara itu, total arus Kapal Penumpang dan Roro tercatat sebanyak 3.191 Call.

 
Untuk puncak arus penumpang Nataru 2025/2026 terjadi pada tanggal 21 Desember 2025 (H-4) dengan jumlah penumpang mencapai 76.692 orang dan puncak arus kendaraan tercatat pada tanggal 20 Desember 2025 (H-5) dengan total 7.557 unit kendaraan.

 
Dengan semangat “Libur Nataru, Hadirkan Kebaikan Kuatkan Harapan”, Pelindo terus memastikan layanan terminal melalui penguatan fasilitas ruang tunggu, pengaturan alur penumpang, kesiapsiagaan petugas layanan, serta dukungan sistem informasi untuk memastikan kenyamanan pengguna jasa.

 
Pelindo akan terus melakukan pemantauan intensif hingga periode arus balik serta mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan informasi resmi pelabuhan dan datang lebih awal ke terminal guna memastikan perjalanan yang aman dan nyaman.

 
Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran distribusi barang dan logistik nasional selama masa pembatasan angkutan barang Nataru 2025/2026, Pelindo juga memberikan diskon tarif penumpukan sebesar 60 persen di wilayah pelabuhan yang terdampak kebijakan tersebut.

 
“Kebijakan ini merupakan wujud komitmen Pelindo dalam mendukung kelancaran arus barang nasional. Pengguna jasa dapat memperoleh informasi lebih lanjut melalui Cabang Pelabuhan Pelindo atau layanan Customer Care Pelindo 102,” pungkas Ali.

(Redaksi MBN.Com).
 

PTP Nonpetikemas Pastikan Pelayanan Operasional Pelabuhan Tetap Optimal di Periode Nataru

 



JAKARTA (Media Bisnis Nasional) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memastikan seluruh layanan operasional pelabuhan tetap berjalan optimal selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kelancaran arus barang serta mendukung kesinambungan rantai logistik nasional.


Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PTP Nonpetikemas, Dwi Rahmad Toto, menyampaikan bahwa perusahaan telah menyiagakan sumber daya manusia, peralatan, serta sistem pendukung operasional di seluruh cabang yang tersebar di 11 pelabuhan di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan bongkar muat, receiving, dan delivery tetap berjalan aman, lancar, dan sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan.


“Momentum pergantian tahun tidak mengurangi komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa. Seluruh terminal nonpetikemas PTP Nonpetikemas siap beroperasi dengan pengaturan jadwal kerja dan pengamanan yang telah disesuaikan,” ujar Toto.


Selama periode Natal dan Tahun Baru, PTP Nonpetikemas juga memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk otoritas pelabuhan, aparat keamanan, dan mitra kerja, guna mengantisipasi potensi peningkatan aktivitas maupun kendala operasional di lapangan.


Selain kesiapan operasional, perusahaan turut mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan kerja (K3) serta kepatuhan terhadap prosedur operasional standar di seluruh lini pelayanan. Pengawasan dilakukan secara berlapis untuk memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai ketentuan.


Dengan kesiapan melayani sepenuh hati, PTP Nonpetikemas berharap dapat terus menjadi mitra terpercaya bagi pengguna jasa dalam mendukung kelancaran distribusi logistik nasional, sekaligus membuka tahun 2026 dengan kinerja operasional yang andal dan berkelanjutan.


(Redaksi MBN.Com).


Kamis, Desember 25, 2025

PT Tirta Mahakam Resources Tbk (“TIRT”) Lanjutkan Transformasi ke Bisnis Angkutan Laut

 



JAKARTA (Media Bisnis Nasional.com)  – PT Tirta Mahakam Resources Tbk (“TIRT”), emiten di sektor angkutan laut dalam negeri, melanjutkan transformasi bisnis dengan memfokuskan kegiatan usahanya pada layanan angkutan laut guna memastikan kegiatan operasional berjalan secara lancar, efektif, dan efisien.

 

Sebagai bagian dari transformasi, Perseroan melakukan penguatan struktur operasional dan tata kelola perusahaan melalui optimalisasi aset, peningkatan efisiensi, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam setiap pengambilan keputusan bisnis, guna menjaga kinerja yang berkelanjutan.

 

Saat ini, seluruh armada Perseroan yang berjumlah 20 kapal beroperasi penuh (fully occupied) dengan fokus pada pemenuhan kontrak berjalan dengan wilayah operasional di Kendawangan, Kalimantan Barat, dan Berau, Kalimantan Timur. Perseroan masih menghadapi defisiensi modal yang cukup besar, sehingga langkah perbaikan kondisi keuangan akan dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

“Perseroan memandang bisnis angkutan laut dapat memberikan pendapatan yang berkesinambungan. Fokus operasional saat ini diarahkan pada pemenuhan kontrak yang telah diperoleh dengan mengoptimalkan utilitas armada yang dimiliki,” ujar Presiden Direktur PT Tirta Mahakam Resources Tbk, Tham Arvin Setyanto, sambil menutup acara Paparan Publik.


(Redaksi MBN.Com/Corcom TIRT).